Wa'alaykumussalam wr.wb.,
 
Salam kenal untuk Mbak Safira dan semuanya :)
 
Saya lebih banyak sependapat, bahwa facebook ini adalah 'barang netral'
sebagaimana google, yahoo, HP, tivi, bahkan pisau dapur sekalipun.
Sepanjang dimanfaatkan untuk kebaikan, maka nilai itulah yang ada
padanya dan pada diri orang tersebut.  Sempat saya agak bingung,
bagaimana semakin banyak user kok semakin banyak donasi ke FB (ini
karena saya orang bodoh di bidang ini) - bukannya mereka malah semakin
perlu biaya untuk penyediaan server yang lebih besar?  Kecuali jika para
pemasang iklan di FB harus membayar, kemudian semakin banyak yang
meng-klik dan membeli produk dari iklan maka semakin besar pendapatan FB
dari transaksi tersebut - ini baru memungkinkan ...  tapi ya nggak tahu
lah, yang jelas  FB bisa diambil manfaatnya ...
 
Mudah2an niat Mbak Safira bisa tercapai dengan baik, dan saat
implementasinya nanti tetap istiqomah.  Amin.
 
Salam,
Hidayat 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Safira Machrusah
Sent: Wednesday, February 04, 2009 8:48 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [SMUN 1 Demak] Facebook dan doa



Assalamu'alaikum,

Terimakasih Mas Arief, Mas Sumaryono dan Mas Tunggal untuk komentar dan
tambahan informasinya. Semoga semakin bermanfaat.

Untuk Mas Tunggal, saya juga membaca email tentang kontroversi facebook
itu. Saya sependapat dengan njenengan, kita ambil segi positifnya. Saya
juga punya sedikit urun rembuk (meski barangkali sudah sedikit terlambat
ya).

Pertama, saya memperoleh beberapa hadits Rasulullah saw sbb. 

1. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ahmad dan Abu Dawud dalam sebuah
hadits shahih bahwa "Siapa yang tidak berterimakasih kepada orang lain,
maka ia tidak bersyukur pada Allah swt" 

2. Rasulullah saw juga diriwayatkan bersabda seperti riwayat Aisyah
"Barang siapa yang diberi kebaikan balaslah kebaikannya dengan hal
serupa, kalau kau tak bisa maka sebutkanlah kebaikan itu. Siapa yang
menyebutkan kebaikan itu telah bersyukur" (HR Ahmad). 

3. Diriwayatkan juga bahwa "Kebaikan harus dibalas serupa, kalau tidak
mampu panjatkan doa untuknya" (HR Abu Dawud). 

Kedua, apa informasi dan fakta-fakta yang dapat kita lihat berkaitan
dengan facebook.

1. Bahwa facebook telah memberikan manfaat banyak kepada banyak orang
termasuk orang-orang Islam adalah sebuah fakta (misalnya: cobalah untuk
menghitung ratusan grup-grup di facebook yang memberikan tausiyah
tentang keislaman, bahkan puluhan grup petisi dan cause untuk
memperjuangkan Palestina)

2. Kalau pun benar bahwa pemilik dan pengelolanya orang Yahudi, maka
hubungan mereka dengan pemberian donasi untuk serangan ke Palestina
masih berupa kalim saja yang oleh penulisnya sendiri disebutkan masih
harus diteliti, jadi masih bukan sebuah fakta.

3. Bahwa para pemilik dan pengelola sebuah usaha, termasuk facebook,
mengharapkan keuntungan adalah suatu hal yang wajar. Sangat berlebihan
kalau setiap keuntungan pengusaha non-muslim (Yahudi, Kristen, Hindu,
Buddha, dll) harus selalu dikait-kaitkan dengan usaha 'memusuhi umat
Islam'. 

Ketiga, dari hadits-hadits dan informasi tentang facebook di atas dapat
diambil kesimpulan dan langkah konkrit sbb.

Karena faktanya umat Islam pun menerima kebaikan dari fasilitas yang
diberikan oleh facebook, maka sesuai dengan hadits Rasulullah saw di
atas, kita perlu berterimakasih. Kalau tidak bisa membalas dalam bentuk
serupa, ya minimal dengan menyebutkannya, atau kalau tidak dengan
mendoakannya. Doa apakah yang terbaik bagi seorang yang belum beriman
pada Allah swt? Adalah mendoakan agar mendapat petunjuk-Nya,
hidayat-Nya. Bahkan kita semua pun selalu membaca "Ihdinash shirathal
mustaqim" (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus). 

Secara lebih detil, daripada selalu melakukan tindakan curiga, menurut
hemat saya, mari kita gunakan fasilitas facebook dengan:

1. Berterimakasih dan mendoakan agar pemilik dan pengelolanya
mendapatkan petunjuk. Ini merupakan sebuah langkah awal yang baik
sebagai rasa syukur kita pada Allah swt. Kita tidak pernah tahu bahwa
bisa saja suatu hari Allah akan menerima doa kita semua dan memberi
petunjuk pada mereka agar beriman pada-Nya. 

2. Mempergunakan fasilitas yang diberikan untuk kebaikan dan menambah
ketakwaan kepada Allah swt seperti firman Allah swt (wa ta'awanu 'ala
birri wat taqwa). Sehingga dengan demikian akan membawa manfaat untuk
kita.

3. Kalau memang sumberdaya umat Islam, finansial dan keahlian, mampu
untuk membuat fasilitas serupa atau lebih baik, saya yakin umat Islam
pun akan berpindah ke sana. Tidak ada alasan bahwa persaingan dalam
bisnis ini tidak mungkin. Dulu banyak yang menggunakan "friendster"
sekarang orang banyak berpindah ke "facebook", padahal facebook lebih
baru. Marilah umat Islam yang memiliki keahlian di bidang informatika
berlomba untuk menciptakan fasilitas serupa yang sama baik atau lebih
baik.

Ini pendapat saya. Ya kalau ada yang berpendapat lain monggo.... Namanya
juga 'berusaha berpikir' kadang benar, kadang juga salah. Karena hanya
Allah swt yang Maha Benar.


Wassalam,

Safira Machrusah
Calon Anggota DPR-RI untuk Demak PKB 13 No 3
http://safiramachrusah.blogspot.com/
<http://safiramachrusah.blogspot.com/> 




On Tue, Feb 3, 2009 at 11:00 PM, Mas Tunggal <[email protected]
<mailto:[email protected]> > wrote:


        kalo ndak salah ingat, beberapa waktu yll ada postingan dari
temen kita 
        di milis ini menulis tentang kontroversi FB, berkaitan dengan
israel dll.
        kemudian ada pendapat lain lagi (yg mungkin juga bisa dijadikan
bahan 
        pemikiran dan pertimbangan segi positif keberadaan FB dari
tulisan mbak 
        safira..
        ya kalo saya sih... tak jikuk positife.
        nulis ning fb, terus didoakan kancane, diberi motivasi, kan
positif. 
        tapi,semua kembali kepada masing2. monggo, bagaimana kita
memandang 
        segala masalah dari berbagai sisi.
        
        suwun ?
        masTunggal(r)
        ym : mastunggal
        http://mastunggal.multiply.com <http://mastunggal.multiply.com> 



 


This message and any attached files may contain information that is 
confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the 
intended recipient. If you are not the intended recipient or the person 
responsible for delivering the message to the intended recipient, be advised 
that you have received this message in error and that any dissemination, 
copying or use of this message or attachment is strictly forbidden, as is the 
disclosure of the information therein. If you have received this message in 
error please notify the sender immediately and delete the message.

Kirim email ke