Alhamduliiah, asyik juga kalau bisa ngobrol seperti ini. facebook sudah 
mempertemukan saya dengan banyak teman, yang membawa memori tersendiri, ada 
yang lucu, sedih, romantis, he..he..memori saat masih culun, kuliah, sampai 
memori bersama temen-temen kantor lama (saya sudah pindah kerja 4 kali, 
alhamdulillah silaturahim masih tetap jalan). Banyak cara untuk 
bersilaturrahim, banyak cara juga untuk menggerakkan hati, walau hanya untuk 
sekedar menyapa :-)

Sent from my Nokia phone
-----Original Message-----
From: Safira Machrusah
Sent:  02/04/2009 08:47:59
Subject:  Re: [SMUN 1 Demak] Facebook dan doa

Assalamu'alaikum,

Terimakasih Mas Arief, Mas Sumaryono dan Mas Tunggal untuk komentar dan
tambahan informasinya. Semoga semakin bermanfaat.

Untuk Mas Tunggal, saya juga membaca email tentang kontroversi facebook itu.
Saya sependapat dengan njenengan, kita ambil segi positifnya. Saya juga
punya sedikit urun rembuk (meski barangkali sudah sedikit terlambat ya).

*Pertama, saya memperoleh beberapa hadits Rasulullah saw sbb. *

1. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ahmad dan Abu Dawud dalam sebuah hadits
shahih bahwa "Siapa yang tidak berterimakasih kepada orang lain, maka ia
tidak bersyukur pada Allah swt"

2. Rasulullah saw juga diriwayatkan bersabda seperti riwayat Aisyah "Barang
siapa yang diberi kebaikan balaslah kebaikannya dengan hal serupa, kalau kau
tak bisa maka sebutkanlah kebaikan itu. Siapa yang menyebutkan kebaikan itu
telah bersyukur" (HR Ahmad).

3. Diriwayatkan juga bahwa "Kebaikan harus dibalas serupa, kalau tidak mampu
panjatkan doa untuknya" (HR Abu Dawud).

*Kedua, apa informasi dan fakta-fakta yang dapat kita lihat berkaitan dengan
facebook.*

1. Bahwa facebook telah memberikan manfaat banyak kepada banyak orang
termasuk orang-orang Islam adalah sebuah fakta (misalnya: cobalah untuk
menghitung ratusan grup-grup di facebook yang memberikan tausiyah tentang
keislaman, bahkan puluhan grup petisi dan cause untuk memperjuangkan
Palestina)

2. Kalau pun benar bahwa pemilik dan pengelolanya orang Yahudi, maka
hubungan mereka dengan pemberian donasi untuk serangan ke Palestina masih
berupa kalim saja yang oleh penulisnya sendiri disebutkan masih harus
diteliti, jadi masih bukan sebuah fakta.

3. Bahwa para pemilik dan pengelola sebuah usaha, termasuk facebook,
mengharapkan keuntungan adalah suatu hal yang wajar. Sangat berlebihan kalau
setiap keuntungan pengusaha non-muslim (Yahudi, Kristen, Hindu, Buddha, dll)
harus selalu dikait-kaitkan dengan usaha 'memusuhi umat Islam'.

*Ketiga, dari hadits-hadits dan informasi tentang facebook di atas dapat
diambil kesimpulan dan langkah konkrit sbb.*

Karena faktanya umat Islam pun menerima kebaikan dari fasilitas yang
diberikan oleh facebook, maka sesuai dengan hadits Rasulullah saw di atas,
kita perlu berterimakasih. Kalau tidak bisa membalas dalam bentuk serupa, ya
minimal dengan menyebutkannya, atau kalau tidak dengan mendoakannya. Doa
apakah yang terbaik bagi seorang yang belum beriman pada Allah swt? Adalah
mendoakan agar mendapat petunjuk-Nya, hidayat-Nya. Bahkan kita semua pun
selalu membaca "Ihdinash shirathal mustaqim" (Tunjukkanlah kami jalan yang
lurus).

Secara lebih detil, daripada selalu melakukan tindakan curiga, menurut hemat
saya, mari kita gunakan fasilitas facebook dengan:

1. Berterimakasih dan mendoakan agar pemilik dan pengelolanya mendapatkan
petunjuk. Ini merupakan sebuah langkah awal yang baik sebagai rasa syukur
kita pada Allah swt. Kita tidak pernah tahu bahwa bisa saja suatu hari Allah
akan menerima doa kita semua dan memberi petunjuk pada mereka agar beriman
pada-Nya.

2. Mempergunakan fasilitas yang diberikan untuk kebaikan dan menambah
ketakwaan kepada Allah swt seperti firman Allah swt (wa ta'awanu 'ala birri
wat taqwa). Sehingga dengan demikian akan membawa manfaat untuk kita.

3. Kalau memang sumberdaya umat Islam, finansial dan keahlian, mampu untuk
membuat fasilitas serupa atau lebih baik, saya yakin umat Islam pun akan
berpindah ke sana. Tidak ada alasan bahwa persaingan dalam bisnis ini tidak
mungkin. Dulu banyak yang menggunakan "friendster" sekarang orang banyak
berpindah ke "facebook", padahal facebook lebih baru. Marilah umat Islam
yang memiliki keahlian di bidang informatika berlomba untuk menciptakan
fasilitas serupa yang sama baik atau lebih baik.

Ini pendapat saya. Ya kalau ada yang berpendapat lain monggo.... Namanya
juga 'berusaha berpikir' kadang benar, kadang juga salah. Karena hanya Allah
swt yang Maha Benar.


Wassalam,

*Safira Machrusah
*Calon Anggota DPR-RI untuk Demak PKB 13 No 3
http://safiramachrusah.blogspot.com/



On Tue, Feb 3, 2009 at 11:00 PM, Mas Tunggal <[email protected]> wrote:

>   kalo ndak salah ingat, beberapa waktu yll ada postingan dari temen kita
> di milis ini menulis tentang kontroversi FB, berkaitan dengan israel dll.
> kemudian ada pendapat lain lagi (yg mungkin juga bisa dijadikan bahan
> pemikiran dan pertimbangan segi positif keberadaan FB dari tulisan mbak
> safira..
> ya kalo saya sih... tak jikuk positife.
> nulis ning fb, terus didoakan kancane, diberi motivasi, kan positif.
> tapi,semua kembali kepada masing2. monggo, bagaimana kita memandang
> segala masalah dari berbagai sisi.
>
> suwun ?
> masTunggal(R)
> ym : mastunggal
> http://mastunggal.multiply.com
>
>

Kirim email ke