Dik Hamdzan, bisa jadi peluang nih...buku, surat kabar, website, milis
seperti ini adalah sarana untuk menciptakan pengetahuan, tanpa buku dan
bacaan yang lain kita seperti tenggelam dalam kegelapan,

walau sudah ada TV, namun TV banyak berisi informasi yang instan, bahkan
informasi sampah, dengan buku, surat kabar, kita bisa membaca, menganalisis
berita, jadi dari mana buku-buku di demak berasal, apakah dari penerbit
langsung? dari penerbit ke guru ke murid, begitukah?

saya ada pengalaman nyari buku di internet, ternyata depdiknas sudah membuat
buku digital untuk beberapa mata pelajaran yang bisa di download (diunduh)
gratis...tapi itu hanya untuk pendidikan dasar sampai mengengah kalau nggak
salah, coba deh googling..

Hizbullah


2009/2/21 Hamdzan Asat <[email protected]>

>   Biyen, yek nak arep tuku buku, aku moro ning PRESTASI utowo joglo toko
> buku.
>
> Tapi sak ilingku PRESTASI kae wis sue bangkrut. Sak ngertiku dadi warung
> Baso. Koyoke luwih untung dodolan Baso tinimbang dodolan buku.
>
> Lha wong saiki do wegah tuku buku, mending foto kopi.
>
> ====================================================================
>
> Kurangnya Ketersediaan Buku di Demak
> Ditulis Oleh Muhajir Arrosyid
>
> Di Kabupaten Demak sekarang ini hanya terdapat satu perpustakaan umum.
> Perpustakaan tersebut dikelola oleh Pemerintah Daerah dan berada di kota
> kabupaten. Selebihnya hanya ada perpustakaan sekolah yang hanya dapat
> dinikmati kalangan sekolah: guru dan siswa.
>
> Perpustakaan satu-satunya milik Pemerintah Daerah yang bertempat di depan
> terminal Demak ini pun masih kurang memadai dilihat dari kapasitas ruang
> yang berukuran sekitar sepuluh kali sepuluh meter dan koleksi buku yang
> tidak lebih dari dua puluh rak.
>
> Di seluruh wilayah Kabupaten Demak tidak ada satu pun berdiri toko buku.
> Kalaupun ada buku dijual adalah buku-buku pelajaran yang dipajang di agen
> koran berjajar dengan novel-novel picisan karya Fredy S.--novel yang
> biasanya bersampul perempuan setengah telanjang.
>
> Kurangnya ketersediaan bacaan ini berakibat pada kurangnya kesempatan
> masyarakat untuk membaca buku. Kalau budaya baca masyarakat rendah, peluang
> masyarakat untuk mendapat informasi dan pengetahuan mutakhir juga rendah.
>
> Kenapa ketersediaan buku kurang? Hal ini karena tidak ada atau kurangnya
> kesadaran akan pentingnya buku oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten
> Demak.
>
> Buku memiliki peran penting dalam pembangunan. Otonomi daerah mengharuskan
> Pemerintah Daerah menghadirkan sumber daya manusia handal untuk
> mengoptimalkan potensi-potensi daerah.
>
> Buku, kaitannya dengan pembangunan, membantu kemampuan keahlian manusia dan
> menanamkan mentalias pembangunan. Dengan membaca buku manusia akan belajar
> hasil pemikiran, penelitian, perenungan para ahli dan ilmuan.
>
> Sebuah daerah yang memiliki potensi alam melimpah tetapi tidak memiliki
> sumberdaya manusia yang berkeahlian untuk mengolah maka sumberdaya alam
> tersebut tidak akan memberi manfaat optimal.
>
> Mentalitas
> Selain kemampuan keahlian, pembangunan juga membutuhkan manusia yang
> bermental membangun. Mentalitas pembangunan menurut Koentjaraningrat dalam
> buku Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan (1987) adalah nilai-budaya yang
> berorientasi ke masa depan, suatu sifat hemat, suatu hasrat untuk
> bereksplorasi dan berinovasi, suatu pandangan hidup yang menilai tinggi
> achievement dari karya, suatu nilai-budaya yang kurang berorientasi
> vertikal, suatu sikap lebih percaya kepada kemampuan sendiri, berdisiplin
> murni dan berani bertanggung jawab sendiri.
>
> Mentalitas yang menghambat pembangunan adalah sikap hidup yang tak percaya
> kepada kemampuan sendiri, mengendornya disiplin, dan berkurangnya rasa
> bertanggung jawab, menghilangnya rasa kepekaan terhadap mutu, dan mentalitas
> menerabas.
>
> Kemampuan keahlian jika tidak dibarengi dengan mentalitas pembangunan maka
> pembangunan tidak akan jalan. Misalnya, pegawai yang tidak memiliki displin
> murni hanya giat bekerja kalau ada atasannya.
>
> Terjadinya korupsi seperti yang sedang dalam proses hukum, yaitu kasus APBD
> Demak 2003-2004 dan pembangunan pasar Bintoro, juga karena mentalitas
> menerabas. Sebuah mentalitas yang menghambat pembangunan.
>
> Banyak bukti yang menyatakan ada keterkaitan antara buku dengan
> pembangunan. Negara-negara maju terbukti mengkonsumsi buku lebih tinggi
> daripada negara-negara berkembang dan negara miskin.
>
> Suatu penelitian membuktikan bahwa perkembangan ekonomi dan peningkatan
> kemakmuran masyarakat Inggris pertengahan abad ke-18 diawali suatu periode
> selama beberapa dasawarsa di mana kesusasteraan, bacaan rakyat, dan
> cerita-cerita rakyat Inggris diisi oleh tema-tema yang berorientasi terhadap
> achievement yang tinggi. (S. Abdul Rosyid, 2008)
>
> Menurut Nur Hidayat (2008) membaca buku adalah membangun peradaban dan
> berinvestasi untuk masa depan. Kejayaan peradaban Islam semasa Dinasti
> Abbasiyah (786-809 M) adalah karena kebijakan Khalifah Harun Al-Rasyid untuk
> menterjemahan buku-buku tradisi keilmuan dan filsafat Yunani klasik ke dalam
> bahasa Arab.
>
> Sebaliknya, kejayaan peradaban Islam mulai meredup ketika kekhalifahan
> Abbasiyah menderita kekalahan atas serangan bangsa Mongol (1258 M).
> Kitab-kitab di perpustakaan-perpusatakan kota Baghdad dihancurkan dan
> dibuang ke sungai Tigris. Sejak saat itulah kemajuan peradaban bergeser dari
> Timur ke Barat.
>
> Setelah rakyat bisa membaca melalui program Pengentasan Buta Aksara (PBA)
> oleh pemerintah, langkah selanjutnya adalah mendorong rakyat gemar membaca
> dengan cara mendekatkan bacaan kepada mereka.
>
> Tempat buku adalah perpustakaan dan toko buku. Agar masyarakat dekat dengan
> buku, perpustakaan perlu ditambah tidak hanya di kota kabupaten seperti
> sekarang ini. Kalau memungkinkan di setiap kecamatan berdiri satu
> perpustakaan. Pembangunan gedung perpustakaan Kabupaten Demak seperti yang
> sekarang sedang dilaksanakan harusnya juga menambah koleksi dan variasi
> buku.
>
> Tentunya perpustakaan dan toko buku tidak harus diselengarakan oleh
> pemerintah. Kalau ada pihak perorangan, usahawan, dan LSM memiliki iktikat
> menyelengarakannya tentu akan sangat membantu.
>
>
> Muhajir Arrosyid, Pengajar matakuliah penulisan kreatif dan Ilmu Sosial
> Budaya Dasar IKIP PGRI Semarang. Penulis Cerita Pendek dari Demak.
>
> __________________________________________________________
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>  
>

Kirim email ke