Komen saya: 
bagus ... lanjutkan ...  :D

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Daryanto, Andy Wahyu
Sent: Wednesday, April 08, 2009 10:44 AM
To: [email protected]
Subject: [SMUN 1 Demak] Kumpul2





Robin,

Kemaren saya call imam, dia baru mo balek ke Jakarta tgl. 9
April..malem..katanya hanya bawa badan doang..alias ndak bawa barang2
berat..he3x..jadi kayaknya OK kita arrange kumpul2-nya hari minggu 12
Apr. Please confirm ya..

Untuk yg lain, apa ada comments.

Thanks

Best Regards

Andy Wahyu Daryanto

Pfizer Indonesia

Off.   62-21 8710521 ext. 108

Cell. 62-812 1008325

Disclaimer - This message and any attachments are confidential and may
contain privileged information intended only for the use of the
addressee(s) named above. If you are not the intended recipient or the
person responsible for delivering this message to the intended
recipient, you are hereby notified that any use, dissemination,
distribution or reproduction of this message is prohibited. If you have
received this message in error, please notify sender immediately by
return e-mail and destroy any electronic or paper copy of this message.
Sender advises that this email and any attached files should be scanned
to detect viruses and accepts no liability for loss or damage resulting
from the use of any attached files.

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of muqo Robin
Sent: Wednesday, April 08, 2009 9:09 AM
To: [email protected]
Subject: [SMUN 1 Demak] Trs: [oase] [resend] Lembar Jum'at: Hakikat
Pemimpin



--- Pada Sel, 7/4/09, Newsletter Oase <[email protected]> menulis:


Dari: Newsletter Oase <[email protected]>
Topik: [oase] [resend] Lembar Jum'at: Hakikat Pemimpin
Kepada: [email protected], [email protected]
Tanggal: Selasa, 7 April, 2009, 6:58 PM

Arsip artikel ini telah diupdate pada: Jum\\\'at, 18 Juni 2004, oleh:
abufaiz97
http://www.oaseislam.com/modules.php?name=News&file=article&sid=312
<http://www.oaseislam.com/modules.php?name=News&file=article&sid=312> 

Lembar Jum'at: Hakikat Pemimpin

alhikmah.com - Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu
membutuhkan adanya pemimpin. Di dalam kehidupan rumah tangga diperlukan
adanya pemimpin atau kepala keluarga, begitu pula halnya di masjid
sehingga shalat berjamaah bisa dilaksanakan dengan adanya orang yang
bertindak sebagai imam, bahkan perjalanan yang dilakukan oleh tiga orang
muslim, harus mengangkat salah seorang diantara mereka sebagai pemimpin
perjalanan. Ini semua menunjukkan betapa penting kedudukan pemimpin
dalam suatu masyarakat, baik dalam skala yang kecil apalagi skala yang
besar. Untuk tujuan memperbaiki kehidupan yang lebih baik, seorang
muslim tidak boleh mengelak dari tugas kepemimpinan, Rasulullah Saw
bersabda: Barangsiapa yang diserahi kekuasaan urusan manusia lalu
menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang-orang yang
membutuhkannya, maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat
(HR. Ahmad).

Di dalam Islam, pemimpin kadangkala disebut imam tapi juga khalifah.
Dalam shalat berjamaah, imam berarti orang yang didepan. Secara
harfiyah, imam berasal dari kata amma, ya'ummu yang artinya menuju,
menumpu dan meneladani. Ini berarti seorang imam atau pemimpin harus
selalu didepan guna memberi keteladanan atau kepeloporan dalam segala
bentuk kebaikan. Disamping itu, pemimpin disebut juga dengan khalifah
yang berasal dari kata khalafa yang berarti di belakang, karenanya
khalifah dinyatakan sebagai pengganti karena memang pengganti itu
dibelakang atau datang sesudah yang digantikan. Kalau pemimpin itu
disebut khalifah, itu artinya ia harus bisa berada di belakang untuk
menjadi pendorong diri dan orang yang dipimpinnya untuk maju dalam
menjalani kehidupan yang baik dan benar sekaligus mengikuti kehendak dan
arah yang dituju oleh orang yang dipimpinnya kearah kebenaran. 

Dari pengantar di atas, terasa dan terbayang sekali betapa dalam
pandangan Islam, pemimpin memiliki kedudukan yang sangat penting,
karenanya siapa saja yang menjadi pemimpin tidak boleh dan jangan sampai
menyalahgunakan kepemimpinannya untuk hal-hal yang tidak benar. Karena
itu, para pemimpin dan orang-orang yang dipimpin harus memahami hakikat
kepemimpinan dalam pandangan Islam yang secara garis besar dalam lima
lingkup.

1. Tangung Jawab, Bukan Keistimewaan.
Ketika seseorang diangkat atau ditunjuk untuk memimpin suatu lembaga
atau institusi, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar
sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggungjawabkannya,.
Bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Allah Swt. Oleh karena
itu, jabatan dalam semua level atau tingkatan bukanlah suatu
keistimewaan sehingga seorang pemimpin atau pejabat tidak boleh merasa
menjadi manusia yang istimewa sehingga ia merasa harus diistimewakan dan
ia sangat marah bila orang lain tidak mengistimewakan dirinya. 

Oleh karena itu, ketika Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang
cemerlang datang ke sebuah pasar untuk mengetahui langsung keadaan
pasar, maka ia dating sendirian dengan penampilan biasa, bahkan sangat
sederhana sehingga ada yang menduga kalau ia seorang kuli panggul lalu
orang itupun menyuruhnya untuk membawakan barang yang tak mampu
dibawanya. Umar membawakan barang orang itu dengan maksud menolongnya,
bukan untuk mendapatkan upah. Namun ditengah jalan, ada orang
memanggilnya dengan panggilan yang mulia sehingga pemilik barang yang
tidak begitu memperhatikannya menjadi memperhatikan siapa orang yang
telah disuruhnya membawa barangnya. Setelah ia tahu bahwa Umar sang
khalifah yang disuruhnya, iapun meminta maaf, namun Umar merasa hal itu
bukanlah suatu kesalahan. Karena kepemimpinan itu tanggung jawab atau
amanah yang tiodak boleh disalahgunakan, maka pertanggungjawaban menjadi
suatu kepastian, Rasulullah Saw bersabda: Setiap kamu adalah pemimpin
dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinan
kamu (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Pengorbanan, Bukan Fasilitas 
Menjadi pemimpin atau pejabat bukanlah untuk menikmati kemewahan atau
kesenangan hidup dengan berbagai fasilitas duniawi yang menyenangkan,
tapi justru ia harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi
ketika masyarakat yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat
sulit. Karenanya dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Umar bin Abdul
Aziz sebelum menjadi khalifah menghabiskan dana untuk membeli pakaian
yang harganya 400 dirham, tapi ketika ia menjadi khalifah ia hanya
membeli pakaian yang harganya 10 dirham, hal ini ia lakukan karena
kehidupan yang sederhana tidak hanya harus dihimbau, tapi harus
dicontohkan langsung kepada masyarakatnya. Karena itu menjadi terasa
aneh bila dalam anggaran belanja negara atau propinsi dan tingkatan yang
dibawahnya terdapat anggaran dalam puluhan bahkan ratusan juta untuk
membeli pakaian bagi para pejabat, padahal ia sudah mampu membeli
pakaian dengan harga yang mahal sekalipun dengan uangnya sendiri sebelum
ia menjadi pemimpin atau pejabat.

3. Kerja Keras, Bukan Santai.
Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan
mengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang dipimpinnya
untuk Selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk bisa menjalani
kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
Untuk itu, para pemimpin dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan
dan optimisme. 

Saat menghadapi krisis ekonomi, Khalifah Umar bin Khattab membagikan
sembako (bahan pangan) kepada rakyatnya. Meskipun sore hari ia sudah
menerima laporan tentang pembagian yang merata, pada malam hari, saat
masyarakat sudah mulai tidur, Umar mengecek langsung dengan mendatangi
lorong-lorong kampung, Umar mendapati masih ada rakyatnya yang masuk
batu sekedar untuk memberi harapan kepada anaknya yang menangis karena
lapar akan kemungkinan mendapatkan makanan. Meskipun malam sudah semakin
larut, Umar pulang ke rumahnya dan ternyata ia memanggul sendiri satu
karung bahan makanan untuk diberikan kepada rakyatnya yang belum
memperolehnya. 

4. Kewenangan Melayani, Bukan Sewenang-Wenang.
Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadi
pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk
bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin
sebelumnya, Rasulullah Saw bersabda: Pemimpin suatu kaum adalah pelayan
mereka (HR. Abu Na'im)

Oleh karena itu, setiap pemimpin harus memiliki visi dan misi pelayanan
terhadap orang-orang yang dipimpinnya guna meningkatkan kesejahteraan
hidup, ini berarti tidak ada keinginan sedikitpun untuk menzalimi
rakyatnya apalagi menjual rakyat, berbicara atas nama rakyat atau
kepentingan rakyat padahal sebenarnya untuk kepentingan diri, keluarga
atau golongannya. Bila pemimpin seperti ini terdapat dalam kehidupan
kita, maka ini adalah pengkhianat yang paling besar, Rasulullah Saw
bersabda: Khianat yang paling besar adalah bila seorang penguasa
memperdagangkan rakyatnya (HR. Thabrani).

5. Keteladanan dan Kepeloporan, Bukan Pengekor.
Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi
teladan dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki
sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang
pemimpin menyerukan kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia
telah menunjukkan kejujuran itu. Ketika ia menyerukan hidup sederhana
dalam soal materi, maka ia tunjukkan kesederhanaan bukan malah
kemewahan. Masyarakat sangat menuntut adanya pemimpin yang bisa menjadi
pelopor dan teladan dalam kebaikan dan kebenaran. 

Sebagai seorang pemimpin, Rasulullah Saw tunjukkan keteladanan dan
kepeloporan dalam banyak peristiwa. Ketika Rasulullah Saw membangun
masjid Nabawi di Madinah bersama para sahabatnya, beliau tidak hanya
menyuruh dan mengatur atau tunjuk sana tunjuk sini, tapi beliau turun
langsung mengerjakan hal-hal yang bersifat teknis sekalipun. Beliau
membawa batu bata dari tempatnya ke lokasi pembangunan sehingga ketika
para sahabat yang lebih muda dari beliau sudah mulai lelah dan
beristirahat, Rasul masih terus saja membawanya meskipun ia juga nampak
lelah. Karena itu seorang sahabat bermaksud mengambil batu yang dibawa
oleh nabi agar ia yang membawanya, tapi nabi justeru menyatakan: "kalau
kamu mau membawa batu bata, disana masih banyak batu yang bisa engkau
bawa, yang ini biar tetap aku yang membawanya". Karenanya para sahabat
tetap dan terus bersemangat dalam proses penyelesaian pembangunan masjid
Nabawi.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menyadari betapa penting kedudukan
pemimpin bagi suatu masyarakat, karenanya jangan sampai kita salah
memilih pemimpin, baik dalam tingkatan yang paling rendah seperti kepala
rumah tanggai, ketua RT, pengurus masjid, lurah dan camat apalagi sampai
tingkat tinggi seperti anggota parlemen, bupati atau walikota, gubernur,
menteri dan presiden. Karena itu, orang-orang yang sudah terbukti tidak
mampu memimpin, menyalahgunakan kepemimpinan untuk misi yang tidak benar
dan orang-orang yang kita ragukan untuk bisa memimpin dengan baik dan
kearah kebaikan, tidak layak untuk kita percayakan menjadi pemimpin.
wollohu a'lam.




------------------------------------

Untuk berlangganan Newsletter Oase silakan klik link berikut:
http://www.oaseislam.com/modules.php?name=Oase_Subscribe
<http://www.oaseislam.com/modules.php?name=Oase_Subscribe> 
Untuk berhenti berlangganan Newsletter Oase silakan klik link berikut:
http://www.oaseislam.com/modules.php?name=Oase_Subscribe&op=Unsubs
<http://www.oaseislam.com/modules.php?name=Oase_Subscribe&op=Unsubs> 
Yahoo! Groups Links


    (Yahoo! ID required)



________________________________

Berselancar lebih cepat.
<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluaw
R0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A/downl
oads.yahoo.com/id/internetexplorer/> 
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2
halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di
sini! (Gratis)
<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluaw
R0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A/downl
oads.yahoo.com/id/internetexplorer/> 




This message and any attached files may contain information that is 
confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the 
intended recipient. If you are not the intended recipient or the person 
responsible for delivering the message to the intended recipient, be advised 
that you have received this message in error and that any dissemination, 
copying or use of this message or attachment is strictly forbidden, as is the 
disclosure of the information therein. If you have received this message in 
error please notify the sender immediately and delete the message.

Kirim email ke