gw mo ngasih komentar neh atas petisi yg barusan gw baca ini.
sbg warga indonesia,gw hargai  petisi ini.tp sebagai pemeluk Islam,gw
MUAK dengan petisi ini gw juga muak dengan sikap yg ditunjukkan oleh
mereka  yg namanya tercantum sbg perwakilan dari organisasi yang
menandatangani petisi ini.
gw masih memaklumi sikap yang ditunjukkan oleh mereka yang notabene
mewakili organisasi non-muslim.karena mereka tidak ingin umat muslim
di Indonesia bersatu.tp gw terheran2 oleh sikap yg ditunjukkan oleh
mereka yang mengaku organisasi membawa bendera ke-Islam-an atau
Demokrasi.
Terhadap permasalahan Gus Dur,pokok permasalahannya bukanlah ada pada
pengusiran Gus Dur di Purwakarta.tapi,pokok permasalahannya adalah Gus
Dur (yang dicap oleh golongannya sbg 'kiai besar') mengatakan bahwa
Al qur'an lebih porno dari RUU APP.apakah pantas,seorang ulama Islam
menjelek2an kitab sucinya???pantaskah ke-Islaman-nya??
wajar saja klo umat muslim yang masih mengikuti sunnah Rasul merasa
marah dengan pernyataan Gus Dur.
gw heran dengan kalian yang ngakunya orang islam tp mendukung gus dur
!!!apakah kalian masih merasa sbg umat nabi Muhammad SAW???

--- In [email protected], "Hendy Lie" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>
>
>
> Press Release: "Tuntutan Pembubaran FPI, MMI, dan HTI"
>
> Republik Indonesia berdiri di atas landasan keberagaman dan
kemajemukan.
> Terdiri atas berbagai suku, agama, etnik, aliran kepercayaan, juga
pandangan
> politik.
> Walaupun berbeda tiap warganegara bersatu-padu berjuang dan
mempertahankan
> kemerdekaan dan kebebasan. Inilah modal awal bangsa yang tak bisa
dipungkiri
> keberadaannya bahkan jauh sebelum Indonesia menyatakan
kemerdekaannya.
>
> Keberagaman dan kemajemukan itu justru menjadi kekayaan negeri yang
> sama-sama kita cintai ini. Sebuah semboyan cerdas lantas dirumuskan
para
> pendiri bangsa dalam satu kalimat yan sudah sangat akrab dengan
kita:
> Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda, tapi pada hakekatnya kita satu.
> Berbagai perbedaan itu diakui keberadaannya, bahkan dilindungi
konsitusi UUD
> 1945 dan Pancasila sebagai landasan negara.
>
> Namun kita merasakan keutuhan bangsa belakangan ini terganggu akibat
> munculnya berbagai tindakan yang tidak lagi menghargai perbedaan dan
> keberagaman. Ancaman dan tindakan kekerasan yang dilakukan beberapa
kelompok
> sipil terhadap warga sipil lainnya, sungguh telah melukai bangsa
> yang dibangun dengan susah payah oleh para pendiri bangsa ini.
Pancasila dan
> UUD 1945 telah dilanggar berkali-kali. Supremasi hukum yang mestinya
> dijunjung tinggi dalam negara hukum dicampakkan.
>
> Seharusnya aksi-aksi kekerasan tersebut menjadi perhatian aparat
keamanan.
> Namun kami melihat tidak adanya tindakan tegas terhadap mereka,
bahkan
> aksi-aksi kriminal dan kekerasan itu terus berantai dan berlanjut di
> berbagai tempat di Indonesia.
>
> Mulai dari penutupan paksa terhadap gereja, rumah-rumah ibadah,
penyerangan
> terhadap Ahmadiyyah, Komunitas Eden, ancaman dan penyerangan
terhadap
> lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengusung tema
kebebasan
> beragama, sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Kasus paling
> terakhir adalah penyerangan terhadap FAHMINA Institute di Cirebon
(21/5/06)
> dan mengusir mantan Presiden Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman
Wahid, di
> Purwakarta Jawa Barat (23/5/06)
>
> Oleh karena itu, kami menyampaikan sikap sebagai berikut:
>
> 1. Tindakan-tindakan kriminal dan kekerasan yang dilakukan oleh
Front
> Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Hizb
Tahrir
> Indonesia (HTI) yang kami sebut sebagai "preman berjubah" telah
menciptakan
> keresahan masyarakat, melanggar hukum-hukum yang berlaku di
> republik ini, serta melecehkan aparat negara.
>
> 2. Menyaksikan berbagai fakta dan aksi yang telah mereka lakukan
selama ini,
> kami menuntut aparat pemerintah untuk membubarkan organisasi-
organisasi
> tersebut, karena mereka telah mengancam keutuhan NKRI (Negara
Kesatuan
> Republik Indonesia).
> 3. Apabila poin-poin di atas tidak ditanggapi oleh aparat negara,
maka
> jangan salahkan kami, apabila kami melakukan tindakan perlawanan
sebagai
> bentuk pembelaan diri.
>
>
> Jakarta, 26 Mei 2006
>
>
> Garda Bangsa, Garda Kemerdekaan, Pemuda Demokrat, Aliansi Betawi
Bersatu,
> Pencak Silat Pagar Nusa, Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan, SKP-HAM,
Relawan
> Perjuangan Demokrasi (Repdem), Institut Indonesia Muda, YMCA (Young
Men
> Christian Association), Gerak Indonesia, Pendawa, FPPI, Pemuda
Katolik,
> PGIW-DKI Jakarta, Gerakan Revolusi Nurani (GRN), Aliansi Kebebasan
Beragama
> dan Berkeyakinan.
>
>
> Penanda-tangan Petisi:
>
> 1. Eman Hermawan (Ketua Umum Garda Bangsa) 1 _______________
>
> 2. Ahmad Taufik (Ketua Umum Garda Kemerdekaan) 2. __________
>
> 3. Jeffrey T. (Pemuda Demokrat) 3 ______________
>
> 4. Budiman Sudjatmiko (Repdem) 4. ___________
>
> 5. Malik (Garda Kemerdekaan) 5. _____________
>
> 6. Guntur Romli (JIL) 6. ___________
>
> 7. Zainudin (Aliansi Betawi Bersatu) 7. ______________
>
> 8. Daong Zulkarnaen (FORKABI) 8. ___________
>
> 9. MND. Robhot (Aliansi Betawi Bersatu) 9. ______________
>
> 10. Moch Yahya Manap (Aliansi Betawi Bersatu) 10. ___________
>
> 11. Hafiz Q (Aliansi Kebebasan Beragama) 11. ______________
>
> 12. Rambe Syarifuddin (SKP-HAM) 12. ____________
>
> 13. Franky (PGIW-DKI) 13. ______________
>
> 14. M. Hanif Dhakiri 14. ____________
>
> 15. Cohda (Institut Muda Indonesia) 15. _____________
>
> 16. Mubarik (Ahmadiyyah) 16. ___________
>
> 17. Sutrisno Rangga (GRN) 17. ____________
>
> 18. Favor A. Bancin (YMCA) 18. ____________
>
> 19. Rudy (Gerak Indonesia) 19. ____________
>
> 20. Saif Ahmad (Aliansi Kebebasan Beragama) 20. ____________
>
> 21. Maryanto (Pendawa) 21. ____________
>
> 22. Lim (FPPI) 22. ____________
>
> 23. Martin Sinaga (FPPI) 23. ____________
>
> 24. Rahmat Pasan 24. ____________
>
> 25. Cahyo (Pemuda Katolik) 26. ____________
>
> 26. Deliana P. (Pemuda Katolik) 27. ____________
>







SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke