SOE HOK GIE ATHEIS??

save_mynit <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kasus Gus Dur yg bagi anda sebagai muslim menjelekan Islam sendiri
bisa saya pahami. Karena dalam agama saya juga ada pemuka agama yg
menjelekkan agamanya sendiri.

saya punya 4 pandangan :

1. Bagi saya Islam bersatu tidak ada masalah, asalkan Piagam Jakarta
jangan dikembalikan pada Pancasila. Kalau bicara konteks Indonesia
sebagai suatu negara, negara ini dibangun atas partisipasi dari segala
umat beragama. Agama dalam negara harus dipisahkan.

Din Syamsudin sendiri mengemukakan bahwa Islam sebagai agama mayoritas
bisa menunjukkan dirinya sebagai payung demokrasi untuk negara ini.
Saya mengiyakan pernyataan Din Syamsudin dan saya menunggu Islam di
Indonesia untuk menunjukkan hal tersebut.  

2. koalisi dari golongan2 yg menyusun petisi yg anda baca merupakan
reaksi dari kelompok2 seperti FPI, MMI dan HMI. Tindakan membenarkan
anarki sebagai pembelaan dari kebenarannya sendiri adalah pelanggaran
hukum.

Yg jadi masalah bukanlah ke-Islam-an dari kelompok2 anarki tersebut,
namun ketidaksadaran hukum dan wawasan hidup berkenegaraan yg primordial.

3. saya juga menyayangkan pernyataan paling akhir dari petisi
tersebut: bahwa kelompok petisi tersebut akan memberikan perlawanan
praktis (tidak lewat jalur hukum) terhadap tindakan2 FPI, MMI dan HMI.
Dengan kata lain, saya menyayangkan kalau kelompok2 dalam petisi
tersebut akhirnya menghalalkan tindakan anarki sebagai balasan
terhadap tindakan FPI,MMI dan HMI.

Ini berarti kelompok2 petisi tersebut terjebak untuk melawan anarki
dengan anarki.

4. Anda tahu tidak, FPI adalah kelompok yg di'piara' oleh oknum2 yg
malah tidak berbasis agama? FPI pada gilirannya akan di'habisi'
sendiri oleh kelompok2 tersebut sesuai suhu politik yg berkembang. FPi
dipelihara dan akan dihabisi oleh motivasi politik.

tujuan pemelihara FPI adalah:
1. mengadu domba umat non-muslim, untuk memandang agama Islam sebagai
agama yg menghalalkan kekerasan
2. menimbulkan rasa muak secara nasional terhadap kelompok2 keagamaan
ekstrim seperti FPI
3. memecah belah umat Islam, antara Islam yg berpandangan demokrat
dengan yg primordial.

Isu agama adalah POLA baru yg ditetapkan oleh oknum untuk jadi kambing
hitam berikutnya.



--- In [email protected], "gien" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> gw mo ngasih komentar neh atas petisi yg barusan gw baca ini.
> sbg warga indonesia,gw hargai  petisi ini.tp sebagai pemeluk Islam,gw
> MUAK dengan petisi ini gw juga muak dengan sikap yg ditunjukkan oleh
> mereka  yg namanya tercantum sbg perwakilan dari organisasi yang
> menandatangani petisi ini.
> gw masih memaklumi sikap yang ditunjukkan oleh mereka yang notabene
> mewakili organisasi non-muslim.karena mereka tidak ingin umat muslim
> di Indonesia bersatu.tp gw terheran2 oleh sikap yg ditunjukkan oleh
> mereka yang mengaku organisasi membawa bendera ke-Islam-an atau
> Demokrasi.
> Terhadap permasalahan Gus Dur,pokok permasalahannya bukanlah ada pada
> pengusiran Gus Dur di Purwakarta.tapi,pokok permasalahannya adalah Gus
>  Dur (yang dicap oleh golongannya sbg 'kiai besar') mengatakan bahwa
> Al qur'an lebih porno dari RUU APP.apakah pantas,seorang ulama Islam
> menjelek2an kitab sucinya???pantaskah ke-Islaman-nya??
> wajar saja klo umat muslim yang masih mengikuti sunnah Rasul merasa
> marah dengan pernyataan Gus Dur.
> gw heran dengan kalian yang ngakunya orang islam tp mendukung gus dur
> !!!apakah kalian masih merasa sbg umat nabi Muhammad SAW???

> --- In [email protected], "Hendy Lie" <indomanutd@>
> wrote:
> >
> >
> >
> >
> > Press Release: "Tuntutan Pembubaran FPI, MMI, dan HTI"
> >
> > Republik Indonesia berdiri di atas landasan keberagaman dan
> kemajemukan.
> > Terdiri atas berbagai suku, agama, etnik, aliran kepercayaan, juga
> pandangan
> > politik.
> > Walaupun berbeda tiap warganegara bersatu-padu berjuang dan
> mempertahankan
> > kemerdekaan dan kebebasan. Inilah modal awal bangsa yang tak bisa
> dipungkiri
> > keberadaannya bahkan jauh sebelum Indonesia menyatakan
> kemerdekaannya.
> >
> > Keberagaman dan kemajemukan itu justru menjadi kekayaan negeri yang
> > sama-sama kita cintai ini. Sebuah semboyan cerdas lantas dirumuskan
> para
> > pendiri bangsa dalam satu kalimat yan sudah sangat akrab dengan
> kita:
> > Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda, tapi pada hakekatnya kita satu.
> > Berbagai perbedaan itu diakui keberadaannya, bahkan dilindungi
> konsitusi UUD
> > 1945 dan Pancasila sebagai landasan negara.
> >
> > Namun kita merasakan keutuhan bangsa belakangan ini terganggu akibat
> > munculnya berbagai tindakan yang tidak lagi menghargai perbedaan dan
> > keberagaman. Ancaman dan tindakan kekerasan yang dilakukan beberapa
> kelompok
> > sipil terhadap warga sipil lainnya, sungguh telah melukai bangsa
> > yang dibangun dengan susah payah oleh para pendiri bangsa ini.
> Pancasila dan
> > UUD 1945 telah dilanggar berkali-kali. Supremasi hukum yang mestinya
> > dijunjung tinggi dalam negara hukum dicampakkan.
> >
> > Seharusnya aksi-aksi kekerasan tersebut menjadi perhatian aparat
> keamanan.
> > Namun kami melihat tidak adanya tindakan tegas terhadap mereka,
> bahkan
> > aksi-aksi kriminal dan kekerasan itu terus berantai dan berlanjut di
> > berbagai tempat di Indonesia.
> >
> > Mulai dari penutupan paksa terhadap gereja, rumah-rumah ibadah,
> penyerangan
> > terhadap Ahmadiyyah, Komunitas Eden, ancaman dan penyerangan
> terhadap
> > lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengusung tema
> kebebasan
> > beragama, sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Kasus paling
> > terakhir adalah penyerangan terhadap FAHMINA Institute di Cirebon
> (21/5/06)
> > dan mengusir mantan Presiden Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman
> Wahid, di
> > Purwakarta Jawa Barat (23/5/06)
> >
> > Oleh karena itu, kami menyampaikan sikap sebagai berikut:
> >
> > 1. Tindakan-tindakan kriminal dan kekerasan yang dilakukan oleh
> Front
> > Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Hizb
> Tahrir
> > Indonesia (HTI) yang kami sebut sebagai "preman berjubah" telah
> menciptakan
> > keresahan masyarakat, melanggar hukum-hukum yang berlaku di
> > republik ini, serta melecehkan aparat negara.
> >
> > 2. Menyaksikan berbagai fakta dan aksi yang telah mereka lakukan
> selama ini,
> > kami menuntut aparat pemerintah untuk membubarkan organisasi-
> organisasi
> > tersebut, karena mereka telah mengancam keutuhan NKRI (Negara
> Kesatuan
> > Republik Indonesia).
> > 3. Apabila poin-poin di atas tidak ditanggapi oleh aparat negara,
> maka
> > jangan salahkan kami, apabila kami melakukan tindakan perlawanan
> sebagai
> > bentuk pembelaan diri.
> >
> >
> > Jakarta, 26 Mei 2006
> >
> >
> > Garda Bangsa, Garda Kemerdekaan, Pemuda Demokrat, Aliansi Betawi
> Bersatu,
> > Pencak Silat Pagar Nusa, Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan, SKP-HAM,
> Relawan
> > Perjuangan Demokrasi (Repdem), Institut Indonesia Muda, YMCA (Young
> Men
> > Christian Association), Gerak Indonesia, Pendawa, FPPI, Pemuda
> Katolik,
> > PGIW-DKI Jakarta, Gerakan Revolusi Nurani (GRN), Aliansi Kebebasan
> Beragama
> > dan Berkeyakinan.
> >
> >
> > Penanda-tangan Petisi:
> >
> > 1. Eman Hermawan (Ketua Umum Garda Bangsa) 1 _______________
> >
> > 2. Ahmad Taufik (Ketua Umum Garda Kemerdekaan) 2. __________
> >
> > 3. Jeffrey T. (Pemuda Demokrat) 3 ______________
> >
> > 4. Budiman Sudjatmiko (Repdem) 4. ___________
> >
> > 5. Malik (Garda Kemerdekaan) 5. _____________
> >
> > 6. Guntur Romli (JIL) 6. ___________
> >
> > 7. Zainudin (Aliansi Betawi Bersatu) 7. ______________
> >
> > 8. Daong Zulkarnaen (FORKABI) 8. ___________
> >
> > 9. MND. Robhot (Aliansi Betawi Bersatu) 9. ______________
> >
> > 10. Moch Yahya Manap (Aliansi Betawi Bersatu) 10. ___________
> >
> > 11. Hafiz Q (Aliansi Kebebasan Beragama) 11. ______________
> >
> > 12. Rambe Syarifuddin (SKP-HAM) 12. ____________
> >
> > 13. Franky (PGIW-DKI) 13. ______________
> >
> > 14. M. Hanif Dhakiri 14. ____________
> >
> > 15. Cohda (Institut Muda Indonesia) 15. _____________
> >
> > 16. Mubarik (Ahmadiyyah) 16. ___________
> >
> > 17. Sutrisno Rangga (GRN) 17. ____________
> >
> > 18. Favor A. Bancin (YMCA) 18. ____________
> >
> > 19. Rudy (Gerak Indonesia) 19. ____________
> >
> > 20. Saif Ahmad (Aliansi Kebebasan Beragama) 20. ____________
> >
> > 21. Maryanto (Pendawa) 21. ____________
> >
> > 22. Lim (FPPI) 22. ____________
> >
> > 23. Martin Sinaga (FPPI) 23. ____________
> >
> > 24. Rahmat Pasan 24. ____________
> >
> > 25. Cahyo (Pemuda Katolik) 26. ____________
> >
> > 26. Deliana P. (Pemuda Katolik) 27. ____________
> >
>






Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.

SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke