Mba Cyntia ini ternyata jeli juga mencermati isi tulisan dari kumpulan
kata sampai membentuk kalimat yang utuh. Orang sastra juga ya Mbak?
Saya ngga nyangkal kalo apa yang saya tulis memang untuk menohok Faisal.
Tapi tidak dengan kalimat kasar yang bikin kuping panas, jadi saya rasa
kurang tepat kalo Mba Cyn bilang saya sama kasarnya dengan Faisal. Saya
Cuma menyinggung Faisal dengan sindiran satire yang amat sangat
sederhana karena pada saat di pertama kali marah-marah ingin keluar dari
milis sudah saya kasih tahu caranya tapi dia sendiri yang terus-terusan
melakukan labeling shallow minded terhadap teman-teman yang lain. Kasar
sih nggak tapi cuman nyelekit ( maaf saya tak tahu padanan katanya dalam
bahasa) yang nilainya satu tingkat di atas kategori kasar.
Saya ga kenal sapa itu faisal. Saya hanya mencoba mengenalnya secara
obyektif dengan melihat apa yang dia katakan di dunia maya ini seperti
halnya saya mengenal teman-teman lain seperti esdegan, eskubik girl,
titin medan,bomboh dan kawan-kawan lainnya. Mbah Surip pernah bilang ke
saya kalau kita sudah kenal seseorang secara subyektif, maka betapa
buruknya ia, akan tetap tampak baik. Contohnya Tommy Suharto. Betapa
meriahnya sambutan yang ia tarima dari teman-teman subyektifnya ketika
ia keluar Nusa Kambangan. Padahal kita semua tahu bahwa Nusa Kambangan
itu bukanlah Lembaga prestisius seperti Harvard, UI, atau Darrut Tauhid.
Saya tidak menilai Faisal sebagai seorang yang tidak baik, meski
beberapa teman kemudian terpancing untuk melakukan labeling yang
sebenarnya memang tidak dapat dibenarkan. Karena seperti anda bilang
bahwa sbg manusia kita tidak berhak untuk menilai baik buruknya orang
lain. Kalau saya menyebut Faisal sebagai orang yang tersesat, itu hanya
dalam batasan ia tersesat di dunia maya/milis bukan tersesat dalam arti
luas. Dalam ranah ini saya pikir Tuhan ndak sudi lagi untuk memberikan
penilaian. Masa sih Tuhan ikut campur untuk masalah remeh temeh seperti
ini?
Dalam komunikasi di dunia maya kita ga bisa melihat orang dari
tampangnya, sehingga yang jadi referensi ya dari tulisan dan pemilihan
diksi untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Saya senang mendengar
kalao ternyata Faisal itu orang yang baik, cuman seperti anda bilang
kata-katanya kadang agak kasar so dia cuman butuh waktu untuk belajar
memilih dan menggunakan kata-kata yang lebih baik dan enak untuk di
dengar.
Tarima kasih atas perhatian anda dan saya selalu terbuka untuk
berdiskusi
Salam,
Inal
______________________________________________
hehehe sorry bu kalo di bahas lagi..kan lumayan juga
buat seru-seruan :D
mmmm...aku emng kenal sama faisal..bukan artis sih
tapi lebih keren dari artis..dan disini bukan belain
dia..cuma sumbang suara..percaya deh faisal itu
baik..cuma emng kata2nya seperti itu tadi..kadang agak
kasar( yg di tulis di milist )
mmm..insyaallah ya..semoga bisa ikut kumpul..