hehehe pak Zainal ini bisa saja..saya bukan orang sastra pak..
saya minta maaf kalo kemarin kata2 yang saya utarakan tidak berkenan dan tidak
tepat.tapi boleh tanya gak pak, kalau sindiran itu kasar atau tidak ??
sesederhana apapun sindiran itu...karena setahu saya sindiran itu lebih
menyakitkan dari teriakan yang langsung di tujukan kepada seseorang..eh tapi
itu versi saya lho..gak tau deh yang sebenarnya seperti apa..
mohon kiranya pak Zainal dapat membagi ilmunya kepada saya..thanks.
Zainal M Afandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mba Cyntia ini ternyata jeli juga mencermati isi tulisan dari kumpulan kata
sampai membentuk kalimat yang utuh. Orang sastra juga ya Mbak?
Saya ngga nyangkal kalo apa yang saya tulis memang untuk menohok Faisal. Tapi
tidak dengan kalimat kasar yang bikin kuping panas, jadi saya rasa kurang tepat
kalo Mba Cyn bilang saya sama kasarnya dengan Faisal. Saya Cuma menyinggung
Faisal dengan sindiran satire yang amat sangat sederhana karena pada saat di
pertama kali marah-marah ingin keluar dari milis sudah saya kasih tahu caranya
tapi dia sendiri yang terus-terusan melakukan labeling shallow minded terhadap
teman-teman yang lain. Kasar sih nggak tapi cuman nyelekit ( maaf saya tak tahu
padanan katanya dalam bahasa) yang nilainya satu tingkat di atas kategori kasar.
Saya ga kenal sapa itu faisal. Saya hanya mencoba mengenalnya secara obyektif
dengan melihat apa yang dia katakan di dunia maya ini seperti halnya saya
mengenal teman-teman lain seperti esdegan, eskubik girl, titin medan,bomboh dan
kawan-kawan lainnya. Mbah Surip pernah bilang ke saya kalau kita sudah kenal
seseorang secara subyektif, maka betapa buruknya ia, akan tetap tampak baik.
Contohnya Tommy Suharto. Betapa meriahnya sambutan yang ia tarima dari
teman-teman subyektifnya ketika ia keluar Nusa Kambangan. Padahal kita semua
tahu bahwa Nusa Kambangan itu bukanlah Lembaga prestisius seperti Harvard, UI,
atau Darrut Tauhid.
Saya tidak menilai Faisal sebagai seorang yang tidak baik, meski beberapa
teman kemudian terpancing untuk melakukan labeling yang sebenarnya memang tidak
dapat dibenarkan. Karena seperti anda bilang bahwa sbg manusia kita tidak
berhak untuk menilai baik buruknya orang lain. Kalau saya menyebut Faisal
sebagai orang yang tersesat, itu hanya dalam batasan ia tersesat di dunia
maya/milis bukan tersesat dalam arti luas. Dalam ranah ini saya pikir Tuhan
ndak sudi lagi untuk memberikan penilaian. Masa sih Tuhan ikut campur untuk
masalah remeh temeh seperti ini?
Dalam komunikasi di dunia maya kita ga bisa melihat orang dari tampangnya,
sehingga yang jadi referensi ya dari tulisan dan pemilihan diksi untuk
menyampaikan pesan kepada khalayak. Saya senang mendengar kalao ternyata Faisal
itu orang yang baik, cuman seperti anda bilang kata-katanya kadang agak kasar
so dia cuman butuh waktu untuk belajar memilih dan menggunakan kata-kata yang
lebih baik dan enak untuk di dengar.
Tarima kasih atas perhatian anda dan saya selalu terbuka untuk berdiskusi
Salam,
Inal
______________________________________________
hehehe sorry bu kalo di bahas lagi..kan lumayan juga
buat seru-seruan :D
mmmm...aku emng kenal sama faisal..bukan artis sih
tapi lebih keren dari artis..dan disini bukan belain
dia..cuma sumbang suara..percaya deh faisal itu
baik..cuma emng kata2nya seperti itu tadi..kadang agak
kasar( yg di tulis di milist )
mmm..insyaallah ya..semoga bisa ikut kumpul..
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.