Seperti yang saya tulis sebelumnya bahwa sindiran yang nylekit bisa jadi
satu level lebih tinggi dari kategori kasar ( sori probabilitasnya
debatable krn memang ga ada riset untuk itu). Tetapi yang lebih penting
sebenarnya bukan pada sifat sindirannya, namun lebih pada kekuatan
logika yang digunakan. Contohnya penggunaan kata jelangkung untuk
menganalogikan permintaan faisal untuk keluar dari milis, karena saya
dan juga anda ketika memutuskan untuk join milis ini khan seperti
jelangkung yang datang g adi undang dan pulang ga diantar. Beda dengan
Friendster yang mesti diundang dan di approve baru bisa join.

 Anda benar bahwa (kadang) sindiran itu lebih menyakitakan dari pada
teriakan langsung. Tepatnya, lebih mengena. Kalau kita bisa efektif
menyampaikan dengan sindiran yang lemah lembut, kenapa harus
teriak-teriak, ya ya tho? Thoyib!

Mungkin kita bisa diskusi lebih leluasa pas 2nd gathering di UI akhir
pecan ini. Bukankah Gie juga seorang yang gemar berdiskusi dengan
menggunakan kekuatan logika,bukan logika kekuatan.

Have a nice lunch guys!

-----Original Message-----
From: cynthia clara [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, December 04, 2006 10:38 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Soe_Hok_Gie] Re: tentang faisal dan milist ..

hehehe pak Zainal ini bisa saja..saya bukan orang sastra pak..
saya minta maaf kalo kemarin kata2 yang saya utarakan tidak berkenan dan
tidak tepat.tapi boleh tanya gak pak, kalau sindiran itu kasar atau
tidak ?? sesederhana apapun sindiran itu...karena setahu saya sindiran
itu lebih menyakitkan dari teriakan yang langsung di tujukan kepada
seseorang..eh tapi itu versi saya lho..gak tau deh yang sebenarnya
seperti apa..
mohon kiranya pak Zainal dapat membagi ilmunya kepada saya..thanks.

Zainal M Afandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mba Cyntia ini ternyata jeli juga mencermati isi tulisan dari kumpulan
kata sampai membentuk kalimat yang utuh. Orang sastra juga ya Mbak?

Saya ngga nyangkal kalo apa yang saya tulis memang untuk menohok Faisal.
Tapi tidak dengan kalimat kasar yang bikin kuping panas, jadi saya rasa
kurang tepat kalo Mba Cyn bilang saya sama kasarnya dengan Faisal. Saya
Cuma menyinggung Faisal dengan sindiran satire yang amat sangat
sederhana karena pada saat di pertama kali marah-marah ingin keluar dari
milis sudah saya kasih tahu caranya tapi dia sendiri yang terus-terusan
melakukan labeling shallow minded terhadap teman-teman yang lain. Kasar
sih nggak tapi cuman nyelekit ( maaf saya tak tahu padanan katanya dalam
bahasa) yang nilainya satu tingkat di atas kategori kasar.

Saya ga kenal sapa itu faisal. Saya hanya mencoba mengenalnya secara
obyektif dengan melihat apa yang dia katakan di dunia maya ini seperti
halnya saya mengenal teman-teman lain seperti esdegan, eskubik girl,
titin medan,bomboh dan kawan-kawan lainnya. Mbah Surip pernah bilang ke
saya kalau kita sudah kenal seseorang secara subyektif, maka betapa
buruknya ia, akan tetap tampak baik. Contohnya Tommy Suharto. Betapa
meriahnya sambutan yang ia tarima dari teman-teman subyektifnya ketika
ia keluar Nusa Kambangan. Padahal kita semua tahu bahwa Nusa Kambangan
itu bukanlah Lembaga prestisius seperti Harvard, UI, atau Darrut Tauhid.

Saya tidak menilai Faisal sebagai seorang yang tidak baik, meski
beberapa teman kemudian terpancing untuk melakukan labeling yang
sebenarnya memang tidak dapat dibenarkan. Karena seperti anda bilang
bahwa sbg manusia kita tidak berhak untuk menilai baik buruknya orang
lain. Kalau saya menyebut Faisal sebagai orang yang tersesat, itu hanya
dalam batasan ia tersesat di dunia maya/milis bukan tersesat dalam arti
luas. Dalam ranah ini saya pikir Tuhan ndak sudi  lagi untuk memberikan
penilaian. Masa sih Tuhan ikut campur untuk masalah remeh temeh seperti
ini?

Dalam komunikasi di dunia maya kita ga bisa melihat orang dari
tampangnya, sehingga yang jadi referensi ya dari tulisan dan pemilihan
diksi untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Saya senang mendengar
kalao ternyata Faisal itu orang yang baik, cuman seperti anda bilang
kata-katanya kadang agak kasar so dia cuman butuh waktu untuk belajar
memilih dan menggunakan kata-kata yang lebih baik dan enak untuk di
dengar.

Tarima kasih atas perhatian anda dan saya selalu terbuka untuk
berdiskusi

Salam,

Inal
______________________________________________
hehehe sorry bu kalo di bahas lagi..kan lumayan juga
buat seru-seruan :D
mmmm...aku emng kenal sama faisal..bukan artis sih
tapi lebih keren dari artis..dan disini bukan belain
dia..cuma sumbang suara..percaya deh faisal itu
baik..cuma emng kata2nya seperti itu tadi..kadang agak
kasar( yg di tulis di milist )
mmm..insyaallah ya..semoga bisa ikut kumpul..


  _____

Want to start your own business? Learn how on Yahoo!
<http://us.rd.yahoo.com/evt=41244/*http:/smallbusiness.yahoo.com/r-index
>  Small Business.

Kirim email ke