kalau boleh tahu, sampai kapan kita bersabar... sampai semuanya yg kita miliki,sampai semuanya budaya dan tradisi kita di claim milik dan juga budaya mereka..
kalau seperti itu sama saja seperti kita tinggal di rumah tapi diam saja dan pasarah ketika rumah kita di injak2 orang dan juga seluruh perabotan dan harta benda kita dijarah orang.. apa perlu seperti itu.?? mungkin bangsa kita akan tergerak bisa ibu pertiwi kita telah dinodai oleh mereka...tapi apa perlu harus seperti itu..??? kalau emang kalangan elite seolah tutup mata akan kasus ini, karena mereka semua punya kepentingan dengan negara yang mengaku serumpun dengan kita... kenapa juga pada saat negara lain di serang oleh negara lain segelintir orang teriak2x protes dan mau kirim tentara bayaran untuk membantu salah satu negara..kemana mereka sekarang pada saat ibu pertiwi benar2 menangis dan membutuhkan suatu pembelaan seolah tidak ada yg perduli!!! disaat inilah jiwa nasionalisme dan juga patriotisme kita diuji!!! yang kita butuhkan saat ini adalah suatu pengakuan kedaulatan,bukan seperti sampah yg bisa dibuang begitu saja... maaf kalau saya juga masih sedikit kurang sependapan dengan pandangan saudara..semoga ini semua bisa jadi masukan bagi bangsa yang merasa berbangsa yang besar dan bangsa yang merasa bangsa yang merdeka... --- Nur Machfud <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Teman2 semuanya, sekedar saling mengingatkan saja > bahwa tidak semua warga Malaysia seperti itu. Kita > harus sepakat bahwa oknum2 tertentu saja yang > melakukan penghinaan ini. Malaysia adalah negeri > yang luas dengan style penduduknya tidak jauh > berbeda dengan kita di Indonesia. > Saya yakin mayoritas warga Malaysia masih menganggap > Indonesia sebagai bangsa yang besar, mayoritas > mereka masih menganggap kita sebagai saudara > serumpunnya. > Dan proses penghinaan terhadap warga kita ini tidak > hanya terjadi di Malaysia saja, Bapak/Ibu dosen kita > yang sering keluar negeri pasti sering dapat cerita > sedih (atau pengalaman pribadi) yang menimpa warga > kita di Europe even Amrik yang katanya menjunjung > tinggi HAM, khususnya sejak kejadian Mei 1998 lalu. > > Masalah TKI ilegal, yang namanya ilegal dimana-mana > selalu saja terabaikan nasibnya secara hukum bahkan > diperlakukan lazimnya seperti budak. Tidak perlu > jauh-jauh ke negeri jiran, di negeri kita sendiri > banyak sekali contohnya penganiayaan/pelecehan yang > menimpa tenaga kerja kita disektor informal. > Yang harus kita sikapi dalam hal ini adalah mengapa > masih banyak TKI ilegal ke luar negeri? sudah tahu > nasibnya bakal jadi budak, tapi masih nekat saja > pergi. Saya yakin ini semua erat kaitannya dengan > faktor ekonomi yang seharusnya menjadi bagian dari > our Government Obligation/Responbility. Okelah > kalau pemerintah belum mampu menyediakan lapangan > kerja yang layak dinegeri sendiri, berarti sudah > merupakan tanggungjawab kita bersama dalam > mengembangkan potensi manpower yang ada semampu kita > baik itu dilevel RT-Kelurahan-Kodya dstnya. > Mari bersama-sama kita bangun daerah kita > masing-masing, teman-teman pasti sudah kenal peraih > Nobel terakhir yang kalau tidak salah orang > Bangladesh. Dia berhasil mengangkat derajat kaum > wanita miskin dinegeri tsb dengan suatu konsep yang > sangat sederhana, tapi luar biasa dampaknya! > > Jadi teman-teman, janganlan hujatan kita balas > dengan hujatan. Siapapun akan marah kalau dihina, > tapi apabila dengan lapang dada kita bisa menarik > insight-nya = ada banyak pola pemahaman positif yang > bisa kita pelajari disana. > Maaf bila ada yang kurang tepat dan kurang > sependapat dng tulisan diatas, ini hanya pemikiran > sedehana saya saja bersama dengan beberapa teman > kita lainnya yang saya anggap perlu di-share juga > dimilis ini. > > Salam Hangat, > Afuk-94 > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Behalf Of Denny Cahya > Sent: 08 Desember 2007 19:22 > To: [email protected] > Subject: [STIE YKPN Mailing List] Re: beginilah > orang malaysia yg > membenci Indonesia > > > > ANJING BANGET TUH MALING SIA... UDANG DULU NGEMIS2X > MINTA DIAJARIN,SEKARANG MALAH NGAKUIN APA YG KITA > MILIKIN.. MENDINGAN KITA SERANG AJA..ENGGA SAMPE > SEHARI UDAH ABIS TUH MALING SIA, > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
