Teman saya, orang Malaysia, bilang: Pakcik, kalau kami dituduh mencuri reog,
batik, rasa sayange, kan sebetulnya kecil. Lha kami punya bahasa Melayu,
sekarang dipakai orang Indon, lalu diubah namanya menjadi bahasa
Indonesia... kamipun tak marah...
 
Heheheh

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of dian prabowo
Sent: Wednesday, December 12, 2007 9:41 PM
To: [email protected]
Subject: [STIE YKPN Mailing List] Re: BELUM TENTU ORANG MALAYSIA PUNYA NIAT
BURUK


Sebelumnya saya minta maaf kalau ada yang tidak sependapat dengan saya, ini
hanya pendapat saja, belum dilakukan penelitian lebih lanjut.
Saya memiliki pandangan yang mudah-mudahan tidak berprasangka buruk
(su'udzon), tapi mencoba untuk ber khusnudzon,

banyak pihak baik perorangan, maupun kelompok di Malaysia yang melakukan
klaim sepihak atas berbagai kekayaan masyarakat Indonesia (tangible maupun
intangible), dan telah berlangsung lama.
Sekarang coba kita berfikir dengan dingin kepala,

Pada saat INDONESIA belum ada secara de jure, berdirilah sebuah kerajaan
yang berpusat di tengah hutan di Jawa Timur (sekarang) Dengan nama
MAJAPAHIT, memiliki raja bernama Hayam Wuruk, karena belum dewasa maka
pemerintahan dikendalikan oleh mahapatih GAJAHMADA, sehingga pada masanya
itu kerajaan Majapahit meliputi Nusantara, Malaysia, Singapore, Brunei,
Filipina, Thailand bagian selatan. 
Kebudayaan kerajaan tersebar luas di seluruh pelosok, hal ini dapat kita
amati berbagai alat gamelan yang memiliki kemiripan bentuk dan fungsinya,
(dapat dilihat dalam film-film dokumenter/ National Geographic atau yang
lain).
Seandainya di Malaysia ada gamelan, Reog, Gambyong, Serampang Dua Belas,
Poco-Poco, Kecak, dan kesenian lain, (Batik Kebaya, Rumah Gadang, Mandau,
Keris, Rasa Sayange dan sebagainya) hal itu sangat wajar karena semua itu
adalah kesenian syah yang diakui keberadaanya oleh Kerajaan Majapahit.

Sebaiknya kita sikapi dengan positif, mungkin oknum yang kita anggap sebagai
"maling" tersebut memiliki keinginan (impian) untuk melakukan sebuah
konspirasi tingkat tinggi untuk mengINTEGRASIkan kedua belas kerajaan di
Malaysia agar kembali ke khittah, yaitu sebagai bagian yang SYAH dari
Kerajaan MAJAPAHIT, dan semoga hal ini tidak sampai menyebabkan pertumpahan
darah seperti yang terjadi pada kasus Integrasi TIMOR TIMUR.

Kita saksikan berulangnya sejarah Kejayaan Kerajaan Majapahit yang Ijo
royo-royo, gemah ripah loh jinawi, seluruh masyarakat NUSANTARA hidup
sejahtera, adil, makmur, sentosa, saling menghormati, dan menguasai 2/3
perdagangan dunia melalui Selat Malaka, Insya Allah jika saudara-saudara
sekalian ikhlas, hal ini akan benar-benar terjadi. (HISTORY CYCLE)


Salaam sejahtera

Pangeran Murti


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke