Sebelumnya saya minta maaf kalau ada yang tidak sependapat dengan saya, ini hanya pendapat saja, belum dilakukan penelitian lebih lanjut. Saya memiliki pandangan yang mudah-mudahan tidak berprasangka buruk (su'udzon), tapi mencoba untuk ber khusnudzon,
banyak pihak baik perorangan, maupun kelompok di Malaysia yang melakukan klaim sepihak atas berbagai kekayaan masyarakat Indonesia (tangible maupun intangible), dan telah berlangsung lama. Sekarang coba kita berfikir dengan dingin kepala, Pada saat INDONESIA belum ada secara de jure, berdirilah sebuah kerajaan yang berpusat di tengah hutan di Jawa Timur (sekarang) Dengan nama MAJAPAHIT, memiliki raja bernama Hayam Wuruk, karena belum dewasa maka pemerintahan dikendalikan oleh mahapatih GAJAHMADA, sehingga pada masanya itu kerajaan Majapahit meliputi Nusantara, Malaysia, Singapore, Brunei, Filipina, Thailand bagian selatan. Kebudayaan kerajaan tersebar luas di seluruh pelosok, hal ini dapat kita amati berbagai alat gamelan yang memiliki kemiripan bentuk dan fungsinya, (dapat dilihat dalam film-film dokumenter/ National Geographic atau yang lain). Seandainya di Malaysia ada gamelan, Reog, Gambyong, Serampang Dua Belas, Poco-Poco, Kecak, dan kesenian lain, (Batik Kebaya, Rumah Gadang, Mandau, Keris, Rasa Sayange dan sebagainya) hal itu sangat wajar karena semua itu adalah kesenian syah yang diakui keberadaanya oleh Kerajaan Majapahit. Sebaiknya kita sikapi dengan positif, mungkin oknum yang kita anggap sebagai "maling" tersebut memiliki keinginan (impian) untuk melakukan sebuah konspirasi tingkat tinggi untuk mengINTEGRASIkan kedua belas kerajaan di Malaysia agar kembali ke khittah, yaitu sebagai bagian yang SYAH dari Kerajaan MAJAPAHIT, dan semoga hal ini tidak sampai menyebabkan pertumpahan darah seperti yang terjadi pada kasus Integrasi TIMOR TIMUR. Kita saksikan berulangnya sejarah Kejayaan Kerajaan Majapahit yang Ijo royo-royo, gemah ripah loh jinawi, seluruh masyarakat NUSANTARA hidup sejahtera, adil, makmur, sentosa, saling menghormati, dan menguasai 2/3 perdagangan dunia melalui Selat Malaka, Insya Allah jika saudara-saudara sekalian ikhlas, hal ini akan benar-benar terjadi. (HISTORY CYCLE) Salaam sejahtera Pangeran Murti Nur Machfud <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Teman2 semuanya, sekedar saling mengingatkan saja bahwa tidak semua warga Malaysia seperti itu. Kita harus sepakat bahwa oknum2 tertentu saja yang melakukan penghinaan ini. Malaysia adalah negeri yang luas dengan style penduduknya tidak jauh berbeda dengan kita di Indonesia. Saya yakin mayoritas warga Malaysia masih menganggap Indonesia sebagai bangsa yang besar, mayoritas mereka masih menganggap kita sebagai saudara serumpunnya. Dan proses penghinaan terhadap warga kita ini tidak hanya terjadi di Malaysia saja, Bapak/Ibu dosen kita yang sering keluar negeri pasti sering dapat cerita sedih (atau pengalaman pribadi) yang menimpa warga kita di Europe even Amrik yang katanya menjunjung tinggi HAM, khususnya sejak kejadian Mei 1998 lalu. Masalah TKI ilegal, yang namanya ilegal dimana-mana selalu saja terabaikan nasibnya secara hukum bahkan diperlakukan lazimnya seperti budak. Tidak perlu jauh-jauh ke negeri jiran, di negeri kita sendiri banyak sekali contohnya penganiayaan/pelecehan yang menimpa tenaga kerja kita disektor informal. Yang harus kita sikapi dalam hal ini adalah mengapa masih banyak TKI ilegal ke luar negeri? sudah tahu nasibnya bakal jadi budak, tapi masih nekat saja pergi. Saya yakin ini semua erat kaitannya dengan faktor ekonomi yang seharusnya menjadi bagian dari our Government Obligation/Responbility. Okelah kalau pemerintah belum mampu menyediakan lapangan kerja yang layak dinegeri sendiri, berarti sudah merupakan tanggungjawab kita bersama dalam mengembangkan potensi manpower yang ada semampu kita baik itu dilevel RT-Kelurahan-Kodya dstnya. Mari bersama-sama kita bangun daerah kita masing-masing, teman-teman pasti sudah kenal peraih Nobel terakhir yang kalau tidak salah orang Bangladesh. Dia berhasil mengangkat derajat kaum wanita miskin dinegeri tsb dengan suatu konsep yang sangat sederhana, tapi luar biasa dampaknya! Jadi teman-teman, janganlan hujatan kita balas dengan hujatan. Siapapun akan marah kalau dihina, tapi apabila dengan lapang dada kita bisa menarik insight-nya = ada banyak pola pemahaman positif yang bisa kita pelajari disana. Maaf bila ada yang kurang tepat dan kurang sependapat dng tulisan diatas, ini hanya pemikiran sedehana saya saja bersama dengan beberapa teman kita lainnya yang saya anggap perlu di-share juga dimilis ini. Salam Hangat, Afuk-94 -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Denny Cahya Sent: 08 Desember 2007 19:22 To: [email protected] Subject: [STIE YKPN Mailing List] Re: beginilah orang malaysia yg membenci Indonesia ANJING BANGET TUH MALING SIA... UDANG DULU NGEMIS2X MINTA DIAJARIN,SEKARANG MALAH NGAKUIN APA YG KITA MILIKIN.. MENDINGAN KITA SERANG AJA..ENGGA SAMPE SEHARI UDAH ABIS TUH MALING SIA, ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
