Saya jadi tersentuh ...
Tapi ... kadang keadaan spt itu juga banyak dimanfaatkan orang sbg 'lahan'
cari uang
Dengan cara memperkerjakan anaknya untuk 'mencarikan' nafkah bagi
keluarganya
Dengan alasan kepaksa ..
(Seperti yang sering dilihat di persimpangan Dago-Sulanjana)
Di sana beberapa keluarga berkumpul suami-istri-anak-berikut balitanya
Sementara orang tua mereka terlihat sedang berbincang2, anak2 mereka sibuk
dengan kecrekannya
menyanyi di setiap mobil-angkot yang berhenti di persimpangan
Atau bahkan yang paling parah (saya kira)
Rekan2 bisa menyaksikan sendiri setiap jam 9-10 malam
Akan berhenti sebuah mobil minibus warna putih di depan Apotik Kimia Farma
dekat BIP
Mobil itu dikendarai oleh seorang pria setengah baya
Menunggu berkumpulnya pengamen cilik yang beroperasi di sekitar
persimpangan
Sementara pengamen lainnya yang sudah ada di dalam mobil sibuk menghitung
uang recehan
Yang saya yakin nantinya akan disetorkan ke pria setengah baya tadi
Rekan2 juga dapat menyaksikan sekitar adzan Maghrib mobil putih itu
akan mengantarkan jatah makan malam para pengamen cilik itu
Kadang saya merasa terjebak
Harus berbuat apakah saya ?
Memberinya uang receh ?
Atau membiarkannya pura2 ngga mendengar nyanyian mereka ?