Ijinkan saya bicara bicara, jikalau banyak orang memilih dan mencalonkanMega sebagai Presiden maka ia hanya terjebak oleh 'Nostalgia masa lalu' saat bung Karno memimpin bangsa ini. Namun Bung Karno pun mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tidak diketahui oleh Pemuda yang lahir setelah Beliau tidak lagi memimpin bangsa ini bahkan mungkin juga setelah Beliau wafat. Sebenarnya kita mau memilih seseorang karena kahrisma-nya atau karena kemampuannya ? Alangkah baiknya jika kita memilih kedua-duanya. Tapi apakah Mega sebesar itu kharisma dan kemampuannya ? Choose your Real President !
- [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Banteng Dadang Darmawan
- [stttelkom] Pengakuan Wanita Banteng Eko Nur Prihadi
- RE: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Setyanto
- RE: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Eva Kurnia D
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Denny Permana
- [stttelkom] Polemik Politik Dani
- [stttelkom] Polemik Politik Bambang Hidayat
- Re: [stttelkom] Polemik Politik Eko Nur Prihadi
- Re: [stttelkom] Polemik Politik Arif Swasono
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita... Arif Swasono
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wa... Yani Qoyimah
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Dani
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Budi Teguh P
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... Denny Permana
- Re: [stttelkom] Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Ban... vete
