Kenapa takut ?
Keyakinan orang lain biarlah keyakinan orang lain. Keyakinan saya biarlah keyakinan
saya sendiri.
Asal.... tidak mempengaruhi orang lain mengikuti kemauan saya dengan PAKSA, biarlah
setiap keyakinan orang yang berbeda itu diterima sebagaimana hakekat manusia itu
sendiri, HANYA . . . . jangan memperbesar perbedaan tetapi carilah nilai - nilai
bersama yang mendasari agar kerjasama dan sifat sosial manusia itu tetap ada.
Ini yang harus mulai kita (bangsa Indonesia) pelajari, sebab menurut pengamatan saya,
bangsa kita menuntut demokrasi namun tidak siap dengan perbedaan pendapat dan
keyakinan. Setiap perdebatan (diskusi) dalam perbedaan pendapat selalu dicari siapa
yang benar siapa yang salah BAHKAN... dicari siapa yang menang atau yang kalah.
Tidak... tidak seperti itu, memang siapa yang tidak panas kalau keyakinannya DIUJI
oleh orang lain, namun dengan diuji tersebut, harusnya bukan malah marah namun malah
memperdalam semangat untuk mencari nilai - nilai hakiki dari keyakinannya.
Dinarto
*********** REPLY SEPARATOR ***********
On 5-4-99, at 11.47, Eva Kurnia D wrote:
>Aku pengin komentar, tapi takut-e.
>Nanti dibilang SARA lagi. Soale kan ini menyangkut keyakinan seseorang,
>dalam hal ini terhadap suatu parpol.
>
>Eva Kurnia Damayanti
>Sisfo Kandatel Bandung
>Telp : 022-4540170
>Fax : 022-437595
>