Dari uraian Pak Bambang, saya menyimpulkan beberapa hal tentang JVC ini :
1. Peranan Telkom dalam JVC nanti tergantung pada JVA-nya...(Question :
Siapa saja yang terlibat dalam penyusunan JVA ini ??)
2. Dengan bentuk JVC, Telkom bisa lebih 'efisien'...Cutting Cost dengan PHK
??menurut saya PHK bukanlah jalan satu-satunya untuk mengefisiensikan sebuah
perusahaan, tetapi memang menjadi salah satu jalan termudah....walaupun
begitu saya sependapat bahwa alumni harus terus meningkatkan profesionalitas
kerjanya, jangan sampai kinerja kita terpengaruh gara-gara JVC ini. Tul ngak
!!
3. Masing-masing JVC bebas mengatur strategi bisnis perusahaannya, yang ini
menurut saya bagus, sebab masing-masing Regional (yg sekarang) tentunya
mempunyai karakteristik budaya yg berbeda dan memerlukan strategi bisnis
yang spesifik (tidak dapat diseragamkan spt sekarang).
4. BTW..apa betul Telkom tidak mampu mengganti invest yang dikeluarkan KSO
selama ini ??? Saya kok kurang percaya mengenai hal yang satu ini...dari
dulu kayaknya Telkom tidak pernah transparan menyebutkan 'PENDAPATAN
REAL'-nya...
5. Salam Alumni juga....
>Rekan Alumni,
>Saya tidak berhak memberikan fatwa, yang bisa saya laksanakan hanyalah
>pandangan saya yg juga bukan merupakan pandangan yng saya sarikan dari
pendapat
>rekan-rekan.
>(1) Jangan confuse antara JVC (joint venture Company) dan JVA(joint Venture
>Agreement), JVA adalah isi perjanjian JVC.
>(2) Dalam bentuk JVC, TELKOM mempunyai sharing kurang dari 100%, karena ada
>pemilik lain yang juga mempunyai sharing, dan pemilik lain inipun juga
>dimungkinkan berjumlah lebih dari satu dan juga dimungkinkan emmpunyai
saham
>lebih besar dari 51%, jadi kuncinya kalau TELKOM ingin berperan ya sharenya
>haruslah minimal 51%.
>(3) Dg status JVC, tidak diperlukan lagi ada keseragaman bahwa aturan
disalah
>satu JVC tidak harus seragam dg yg lain. Ini tergantung kinerja dan
Strategi
>dari masing-masing JVC. Kecuali TELKOM mampu memanfaatkan haknya (kalau
punya ?
>dan mau/mampu), untuk memikirkan kejayaan TELKOM.
>(4) Kenapa TELKOM bisa sampai pd solusi JVC?, karena mitra KSO "sudah "
>terlanjur invest (=hutang) dalam jumlah besar, dimana apabila
TELKOM/Pemerintah
>tdk mampu "menggantinya", maka jadilah JVC, kecuali hutang tsb pindah ke
TELKOM
>dan TELKOM mampu membayarnya.
>(5) Apabila JVC jadi terwujud, maka yg ada adalah suatu perusahaan Regional
yg
>baru, yang ingin menunjukkan prestasinya dengan mellui program efisiensi,
dan
>yang paling mudah melalui cuting cost dg cara "PHK". PHK meliputi karywan
yg
>tdk match dg requirements JVC, dan hanya JVC-lah yang tahu kriterianya;
>(6) Saran, tingkatkan profesionalisme rekan-rekan sekalian dan jaga
persatuan &
>kesatuan. Sebagai alumni sebaiknya tidak terlalu takut pd keadaan yg akan
tiba,
>bukankah kejadian yg terrjadi beruntun ditanah air kita semestinya bisa
menjadi
>bekal terahir sebelum th 2000 ?.
>(7) Salam Alumni (belum dikarang bunyinya apa ya ???)
>
>James wrote:
>
>> Mumpung ada Pak Bambang Hidayat di sini, gimana kalo Pak Bambang memberi
>> fatwa tentang masa depan KSO dan perubahan status ke JVA beserta segala
>> konsekuensinya.
>> Soalnya pasti BDG sudah membahasnya dengan detail, bukan begitu pak
Bambang
>> ?