3. 'Orang STT sudah pada IJO..?...karena itu HP STT Di proyekkan..?
Let me explain here especialy to (with honour) mr Nurain and mr HAmin. If there is a
project inside STT and the fund donated by stt itself (LPPM), the lecturer get nothing
since they have paid within their salaries. They don't get paid but stt
equivalent/convert it into SKS calculation. And it also happen for this HP-project.
Hi... hi... lucu juga nih si Rikrik.
tapi yang jelas kita dulu di Tim Wasantara Net, pernah jadi korban "segerombolan
oknum" dosen STTTelkom. Soalnya kerjaan kita ( mungkin Jonathan lebih tepatnya ), di
aku-aku sebagai kerjanya oknum dosen STT. Padahal bisa dibilang kontribusi "oknum"
sangat sedikit kalo gak tega bilang gak ada. Dan kita waktu itu karena berstatus
mahasiswa, kita gak bisa apa-apa, tepat seperti yang dikomplain oleh rekan haminullah.
Wah peristiwa menyakitkan itu masih membekas teramat dalam di hati saya.
Dan kasus yang menimpa HP STTTelkom, juga pernah terjadi di Lab 103, lab yang
menjadi embrio W-Net. Pada tahun-tahun terakhir saya kuliah, tiba-tiba saja lab tsb
terbumi hanguskan. Waktu saya sempet malu, gara-gara saya udah cerita tentang lab itu
ke seorang mahasiswa prancis yang sedang KP, eh pas waktu mau nunjukin, saya shock
karena isi lab itu udah berantakan. Bahkan buku-buku kita juga banyak ketinggalan di
sana dan sampe sekarang gak bisa diambil.
Yah buat Rikrik, sebagai dosen muda saya harap kamu gak mengulangi kesalahan yang
sama, tolong beri kepercayaan yang lebih besar sama adek-adek mahasiswa.
Emang sih, resikonya kalo mahasiswa dikasih kekuasaan terhadap lab, kecenderungannya
kondisi fisik lab tsb bakalan berantakan ( inget jaman dulu ...... ). Tapi khan hal
itu jangan dijadiin alasan untuk membunuh kreatifitas mereka. Kan bisa bikin gentleman
agreement sama mereka.
ITB & UI bisa besar karena kerjasama dosen & mahasiswanya OK punya.