Assalaamu 'alaikum Wr. Wb
Saya mencoba untuk memberikan keterangan mengenai "kasus" Home page STTTelkom.
Rencana pembuatan halaman informasi sebenarnya sudah diberikan melalui presentasi yang 
panjang semenjak bulan April hingga September 1998 dalam konteks Academic Information 
Infrastructure dan akhirnya diterima sebagai Rencana Jangka Panjang STTTelkom, dengan 
tim yang diambil dari 3 jurusan, Senat Mahasiswa, studi group, KBK dan LAB serta 
dukungan dari UKM. Tetapi tiba-tiba muncul sebuah tim yang mengatasnamakan semacam 
riset pembuatan homepage tertanda bapak Wiyono ketika itu disodorkan ke
saya oleh saudara Rismi yang waktu itu meminta informasi tentang Organisasi Mahasiswa 
sebagai content Informasi. Karena saya melihat sudah terdapat tim AII yang sudah ada 
hasil dengan kerja kerasnya insya Allah ikhlas, saya meminta saudara Rismi untuk 
menemui tim tsb dengan harapan bisa bergabung demi kemajuan dan kebersamaan 
pembangunan conten Informasi di Kampus. Ternyata saran saya tidak diperhatikan dan 
saya mendapatlkan Informasi bahwa pembuatan homepage tersebut sebagai proyek yang
terdapat cukup dana untuk mengisi pameran pendidikan di Jakarta  : disinilah letak 
vest interest tim saudara Rismi  (tolong saudara Rikrik memperhatikan sebagai bagian 
proses pemandulan kreativitas pendidikan dan kebersamaan sebagai jiwa dari masyarakat 
kampus).
Belakang hari saya mendapatkan informasi ternyata saudara Rismi adalah anggota team 
Witessa berarti dana pembuatan HP tsb lari ke ini dan saudara Rismi pernah 
menyampaikan bahwa HP tsb hanya untuk pameran pendidikan. Ternyata belakang hari 
tuntutannya berubah. (dimana letak etika pendidikan!!)
Dari dahulu saya sudah terlalu sering menyarankan, meminta bahkan mengajak untuk 
pemanfaatan teknologi Informasi tsb agar dibicarakan bersama bahkan bapak Andi Hakim 
sempat menyarankan di buat Workshop berkelanjutan pemanfaatan IT untuk pendidikan di 
STTTelkom ternyata tidak saya temukan upaya konkrit kecuali dari TIM AII dan beberapa 
rekan dari Lab dan Studi GRoup yang mau mengerti.
Padahal keinginan seseorang membangun NETWORK adalah keinginan untuk memulai hidup 
bertetangga (lihat Network Neighborhood di komputer Windows anda), bermasyarakat, 
terbuka, duduk sama rendah berdiri sama tinggi (HPage anda sejajar dengan USA.gov), 
melihat orang/komunitas lain sebagai mitra/saudara bukan musuh hingga terbentuk 
masyarakat Informasi yang indah.
Kapan di STTTelkom ini terwujud ????
Kapan mahasiswa terlibat membangun masyarakat Informasi tidak sekedar pemakai... 
melalui program peneltiannya baik content informasi maupun rekayasa network secara 
bersama dengan dosen + alumni?? (bukankah tolok ukur keberhasilan pendidikan terletak 
dari kemampuan mahsiswanya bukan hanya dosen)

bersambung
Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb




James wrote:

>   3. 'Orang STT sudah pada IJO..?...karena itu HP STT Di proyekkan..?
>   Let me explain here especialy to (with honour) mr Nurain and mr HAmin. If there is 
>a project inside STT and the fund donated by stt itself (LPPM), the lecturer get 
>nothing since they have paid within their salaries. They don't get paid but stt 
>equivalent/convert it into SKS calculation. And it also happen for this HP-project.
>
>   Hi... hi... lucu juga nih si Rikrik.
>   tapi yang jelas kita dulu di Tim Wasantara Net, pernah jadi korban "segerombolan 
>oknum" dosen STTTelkom. Soalnya kerjaan kita ( mungkin Jonathan lebih tepatnya ), di 
>aku-aku sebagai kerjanya oknum dosen STT. Padahal bisa dibilang kontribusi "oknum" 
>sangat sedikit kalo gak tega bilang gak ada. Dan kita waktu itu karena berstatus 
>mahasiswa, kita gak bisa apa-apa, tepat seperti yang dikomplain oleh rekan 
>haminullah. Wah peristiwa menyakitkan itu masih membekas teramat dalam di hati saya.
>   Dan kasus yang menimpa HP STTTelkom, juga pernah terjadi di Lab 103, lab yang 
>menjadi embrio W-Net. Pada tahun-tahun terakhir saya kuliah, tiba-tiba saja lab tsb 
>terbumi hanguskan. Waktu saya sempet malu, gara-gara saya udah cerita tentang lab itu 
>ke seorang mahasiswa prancis yang sedang KP, eh pas waktu mau nunjukin, saya shock 
>karena isi lab itu udah berantakan. Bahkan buku-buku kita juga banyak ketinggalan di 
>sana dan sampe sekarang gak bisa diambil.
>
>   Yah buat Rikrik, sebagai dosen muda saya harap kamu gak mengulangi kesalahan yang 
>sama, tolong beri kepercayaan yang lebih besar sama adek-adek mahasiswa.
>   Emang sih, resikonya kalo mahasiswa dikasih kekuasaan terhadap lab, 
>kecenderungannya kondisi fisik lab tsb bakalan berantakan ( inget jaman dulu ...... 
>). Tapi khan hal itu jangan dijadiin alasan untuk membunuh kreatifitas mereka. Kan 
>bisa bikin gentleman agreement sama mereka.
>   ITB & UI bisa besar karena kerjasama dosen & mahasiswanya OK punya.

Kirim email ke