Salam semua rekan-rekan !
Kemarin waktu dikapal (dalam perjalanan ke JAP) iseng-iseng ngobrol dan
berkenalan, ujung-ujungnya kenalan baru tersebut mengeluh ?, intinya adalah
sebagai berikut :
1. Bisakah mengetahui meter pulsa setiap saat untuk mengontrol berapa duit
yang akan dibayar nanti (hub-nya dengan krisis mon) ?
2. Apakah di Telkom bisa diterapkan pembatasan pulsa yang disesuaikan dengan
permintaan pelanggan (sesuai perjanjian antara pelanggan dan Telkom),
misalnya saya minta 2000 pulsa saja, setelah nyampe pada pulsa tersebut,
Telkom mengisolir outgoing pelanggan tersebut.
Menurut hemat saya :
1. Untuk melihat meter pulsa, mungkin SERPO (atau dinas yang ditunjuk)
diberikan autorisasi ke data base sentral untuk sekedar display meter saja,
tapi kalau bisa yang ditampilkan pemakaian pulsa bukan total pulsa (perlu
s/w bantu ?).
2. Jika dikaitkan dengan pencairan piutang usaha, mungkin tidak akan ada
lagi tunggakan (walau tak 100%) karena secara bertanggung jawab (sesuai
perjanjian pada point 2) pelanggan sudah menyesuaikan pengeluaran telepon
dengan penghasilannya. Ujungnya jumlah cabutan akan menurun.
Kendala :
1. Apakah bisa menampilkan meter pulsa pemakaian pada setiap saat ?
2. Regulasi telkom memungkinkan atau tidak ?
3. dll.
Mungkin teman-teman (aspek sentral, pelayanan, keuangan dll) bisa
menanggapi, atau setidak-tidaknya menolong saya agar saya bisa menjelaskan
hal tersebut kepada kenalan saya.
Terima kasih.