Dear all,
Bukan ngembanggain, TELKOMSEL udah lama bisa kayak beginian. Tidak percaya? Anda
bisa coba di kartu HALO. Gunakan servikce SMS. Select IP. Sent to 333. Kalau anda
tidak ketiban traffik nan cukup tinggi, 1 detik kemudian, jawaban segera muncul.
Data tagihan di update setiap 2 hari. Jadi kontrol billing dapat dilakukan langsung
setiap 2 hari.
Kartu simPATI lebih hebat lagi. Dia di aplikasikan di atas IN Platform. Kombinasi
kerjanya dengan MSC, dapat langsung melihat, berapa rupiah yang telah kita gunakan
untuk berkomunikasi, dengan hanya mengirim *888# via SMS service. Ok silahkan
mencoba.
Masalahnya sekarang, bagaiman dengan Fix Telepon yang saluran ke terminalnya masih
menggunakan analog? Nah ini satu masalah penelitian menarik. Kalau sudah DIGITAL
PABX, perlakuaanya dapat dibuat seperti Handphone GSM, karena sudah komputer-based.
Sedangkan fix-telepon, masih analog dengan signal yang DTMF. Saya yakin, ini pasti
bisa dibuatkan aplikasi SWnya. Infrastrukturnya sudah ada, yakni 109, dengan
peripheral infrastruktur (text to voice databases) nya darimana saja (salah satunya
dari FERMA, Gleinare dll.). Data billing diupdate setiap hari dari CDR STDI yang
sudah diolah dan di swap ke mesin TEXT TO VOICE ini. Jika orang ingin mengakses
berapa billingnya yang terakhir, tinggal diberi salah satu nomor "special service"
untuk aksesnya dan info terakhir akan dapat diakses oleh yang bersangkutan.
Prinsip kerja Text tovoice sederhana adalah seperti 109 itu. Siapa ingin meneliti
ini? Anak elektro yang sedang TA barangkali yang paling tepat, dengan peminatan
mayornya DATA COMMUNCATION dan teknik pensinyalan, mengerti sistem operasi UNIX atau
Windows NT dan minor yang lain-lain. Ok menarik bukan? Bagi yang berminat, dapat
menghubungi saya, Nurain SILALAHI, bahannya buanyak. I remain.
Regards,
Nurain SILALAHI
Zakaria Manda wrote:
> da Ben wrote:
>
> > >1. Bisakah mengetahui meter pulsa setiap saat untuk mengontrol berapa duit
> > >yang akan dibayar nanti (hub-nya dengan krisis mon) ?
> > dan kalau menanya lewat operator,nggak bisa saya bayangkan berapa repotnya
> > rekan di operator untuk melayani pelanggan untuk mengetahui pulsa mereka,
> > sedangkan untuk 108 saja sudah tidak terlayani semua.
>
> Justru disini letak bisnisnya, seandainya data AMA dan billing bisa diambil
> periode mingguan misalnya terus disediakan operator untuk melayani pelanggan
> yang ingin mengetahui pulsanya maka berapa banyak pulsa yang bisa kita create.
> Bukankah tugas kita adalah meng-create pulsa??? Disamping bisa mendatangkan
> keuntungan juga akan memberikan kepuasan ke pelanggan karena bisa mengetahui
> pemakaian pulsa mereka.
>
> > >2. Apakah di Telkom bisa diterapkan pembatasan pulsa yang disesuaikan
> > dengan
> > >permintaan pelanggan (sesuai perjanjian antara pelanggan dan Telkom),
> > >misalnya saya minta 2000 pulsa saja, setelah nyampe pada pulsa tersebut,
> > Kan bisa memakai telepon kartu..tergantung mau yang berapa pulsa juga
> > ada..atau menelopn di WARTEL/TUT. itung-itung untuk memajukan PEGEL
> > pegusaha golongan ekonomi lemah ).
>
> Menurut gue sih itu ide yang bagus karena pelanggan lebih bisa mengontrol
> sehingga diharapkan ngga akan adalagi tunggakan. Tentang telpon kartu, kayanya
> emang sasaran penggunaannya sangat berbeda sehingga ngga bisa digunakan untuk
> membatasi pulsa, lagian kalo kartu telpon kan bayarnya dimuka sehingga pelanggan
> akan lebih susah dan lebih mahal lagi pulsanya. kasian donk pengusaha golongan
> ekonomi lemah.
>
> > >Telkom mengisolir outgoing pelanggan tersebut.
> > Ntar ribut lagi... teleponnya tidak bisa keluar, mengadu ke Komisi HAM, kan
> > yang repot TELKOM juga.
>
> Kenapa mesti ribut? Bukankah itu kesepakatan antara TELKOM dengan pelanggan?
>
> Any way, kepada rekans, lebih baik hal-hal seperti ini yang didiskusikan dari
> pada malah ribut-ribut saling memaki dan saling menyalahkan.
> --
> Best regards,
>
> Zakaria Manda
> Business Development ViPLab - RisTI TELKOM
> Phone : +62-22-4572201
> Visit : Virtual Process Laboratory <http://www.ristinet.com/viplab/>