Lebih Selektif Memilih Sopir Pribadi Kompas, Sabtu, 21 Februari 2009
Saya dan ayah belanja di toko Mitra 10 di Jalan Alternatif Cibubur, Cileungsi, 26 Januari lalu. Selesai mengikat barang belanjaan di sepeda motor (depan lobi), kami dibuat kaget oleh suara keras ban berdecit dari mobil Honda City silver yang parkir tidak jauh dari lobi. Mobil parkir menghadap ke jalan raya dan saya lihat roda depan berputar kencang tapi ke arah belakang sehingga mobil terlompat ke belakang melompati trotoar kecil yang menahan ban belakang. Parahnya, mobil tersebut melompati lagi pembatas antara lobi dan area parkir yang berupa rumput dengan lebar hampir dua meter dan tinggi sekitar 30 sentimeter. Ajaib, mobil itu hampir terlihat seperti terbang ke belakang dan sopirnya terus menekan gas. Asumsi saya, gas mobil diinjak sampai habis dan mobil berhenti setelah menabrak dinding gedung Mitra 10. Hasilnya, lampu belakang pecah, bumper belakang rusak, dan bagasi ringsek. Tidak bisa dibayangkan akibatnya apabila ada orang lewat atau mobil melintas sewaktu mobil ini ”terbang”. Saya dan ayah saya langsung menghampiri mobil tersebut, ternyata selain sopir ada tiga penumpang dan salah satu di antaranya anak-anak. Sopir terlihat shock berat dan tetap terduduk panik di dalam mobil. Tidak lama kemudian majikan keluar dari mobil dan ayah saya bertanya: ”Sopirnya baru ya, Bu?” Dia menjawab baru seminggu bekerja, kemudian saya tanya lagi: ”Mobilnya matic?” Dan jawabannya adalah iya. Bayangkan bila hal ini terjadi di parkir gedung bertingkat, pasti akan ada korban jiwa. Bagi yang mau menggunakan jasa sopir pribadi supaya lebih bisa selektif dalam memilih. Sopir amatiran yang tidak mengenal dengan baik kendaraannya bisa membuat hal-hal fatal. RICO SETYAWAN Pondok Pinang Center, Kebayoran Lama, Jakarta Sumber: Harian Umum KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/21/00165254/redaksi.yth Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
