Lomba Sains Tanpa Juara PertamaKompas, Kamis, 23 Juli 2009 Saya adalah ibu rumah tangga. Secara kebetulan, saya mendampingi putra bungsu yang tahun ini dengan berjuang keras masuk final olimpiade sains kuark di Jakarta pada tanggal 27 dan 28 Juni 2009. Lomba berjalan baik, sampai akhirnya digelar malam penghargaan pemenang bagi 100 finalis dari seluruh pelosok Indonesia. Pada malam itu, acara digelar anggun dan elegan, bahkan ada orang penting di negeri ini yang peduli pendidikan, khususnya pelajaran IPA, yaitu Prof Yohanes Surya. Meski demikian, bagi saya, semua ini meninggalkan tanda tanya yang hingga sekarang tidak diperoleh jawabannya. Pada akhir pengumuman pemenang, ternyata untuk level 3 (kelas 5 dan 6) justru tidak ada pemenang pertama, padahal dari awal sudah diumumkan semua finalis adalah 100 orang yang terbaik dari daerah masing-masing. Mengapa tak ada pemenang pertama, tetapi ada pemenang kedua sampai kelima? Bukankah untuk menentukan pemenang pasti ada urutan nilai tertinggi dan terendah? Mengapa pihak penyelenggara tidak terbuka dalam penilaian yang diperoleh finalis? Apakah ada penilaian lagi selain lomba tertulis dan eksperimen yang ada? Memang putusan juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat, tetapi apakah kita tidak bisa mengetahui nilai-nilai yang ada dari finalis? Mohon PT Kuark Internasional untuk berjiwa besar dalam penilaian. DWI SUSANTI Jalan Bukit Megah Nomor 36, Ngesrep, Banyumanik, Semarang
Sumber: KOMPASURL: http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/23/04562459/redaksi.yth Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com
