Assalamu'alaikum wr wb, Persis seperti yang saya perkirakan, bahwa perdebatan bisa menimbulkan perpecahan, maka saya menerima email dari seorang anggota yang menyatakan berhenti karena merasa emailnya tidak diapprove sementara yang lain (poster asli) diapprove.
Padahal untuk menghentikan perdebatan dan membanjirnya email memang tidak semua email diapprove. Di sisi lain, jika perdebatan itu dibiarkan, maka banyak anggota lain juga akan berhenti karena jenuh dan bosan melihat perdebatan di milis ini. Lihat email di bawah: == --- yusuf rinaldy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > beberapa hari terakhir ini saya agak malas > membaca milis ini, selain karena keterbatasan waktu, > juga saya jengah dengan perdebatan yang membuat saya > jadi lelah membacanya. === --- Muttaqien Yogyakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > terima kasih. saya juga beberap minggu ini jadi ga > niat baca milis ini. Ya..hanya karena pada berdebat > ga jelas. sebagai orang yang mau belajar Islam jadi > bingung sendiri === Jadi selaku moderator/pimpinan di milis ini saya harus bertindak sebaik mungkin agar milis ini bisa jadi tempat belajar Islam yang nyaman bagi kita semua. Patut diketahui, jumlah anggota milis ini 2.600 lebih. Jumlah email yang masuk bisa mencapai 875 email/bulan (Januari 2006). Tidak semua email yang dikirim diapprove. Paling hanya 1/3. Kalau semua saya loloskan jumlah email bisa mencapai 2.600 email lebih/bulan atau lebih dari 87 email per hari hanya dari milis ini? Apa semua anggota milis ini ingin begitu? Sebagai moderator saja saya keberatan menerima email begitu banyak. Tentu anggota2 lainnya juga begitu. Anggota milis ini berasal dari berbagai kelompok Islam. Ada Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Tarbiyah, HTI, Salafi, DDII, Muhammadiyah, dsb. Tentu pemikiran kelompoknya berbeda-beda. Jika diperdebatkan tidak akan ada habisnya. Oleh sebab itu mari kesampingkan kefanatikan kita pada golongan. Tunjukkan pada dunia bahwa ummat Islam itu satu. Tidak bercerai berai. 3. Ali 'Imran 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Tauhid: OK, Fiqih: OK, Hukum2 Allah juga OK. Semua itu harus dipelajari. Sebagai contoh, sebagai manusia, kita makan, tidur, bekerja, sholat, mandi, dsb. Semua itu perlu. Bisa dikerjakan semua setiap hari. Tidak mungkin kita kerjanya cuma sholat atau tidur saja. Tauhid OK. Kita bisa belajar Tauhid di pagi hari. Di siang hari kita bisa belajar fiqih. Di malam hari bisa belajar hukum2 Allah, dsb. Demikian pula keesokan harinya. Tidak bisa kita hanya mempelajari sepotong dan tidak mempelajari yang lainnya. Nabi Muhammad dan para sahabat dalam kurun waktu 23 tahun selesai itu tauhid, fikih, khilafah, dsb. Kita juga kalau berumur 30 tahun aneh kalau hanya bisa sepotong saja. Misalnya hanya tauhid saja sementara yang lain tidak paham. Tanpa melihat Sunni/Syi'ah, lihat Iran. Mereka sudah bisa menegakkan negara Islam Iran. Memakai hukum Allah sebagai dasar negaranya. Hizbullah dengan jumlah hanya 10.000 anggota bisa berjihad dan mengusir tentara Israel yang dikatakan sebagai tentara terbaik di dunia. Kalau saja dengan alasan tidak punya pemimpin mereka tak mau berjihad, niscaya mereka mati diserang pasukan Israel. Dengan berjama'ah saja sebetulnya mereka sudah punya pemimpin. Kita wajib menjalankan hukum Allah sesuai kemampuan kita: Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. [An Nuur:1] "(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. [An Nisaa:13-14] Tidak bisa dengan alasan kita tidak punya pemimpin kita lalu tidak mengerjakan perintah Allah. Ini ibarat sholat, ketika Allah menyuruh, wajib kita mengerjakannya entah sendiri atau berjama'ah. Tidak bisa kita tidak sholat karena alasan tidak punya pemimpin. "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya)." [Al A'raaf:3] Jangan kita seperti orang di bawah yang terbelenggu oleh pemimpinnya hingga tidak mengerjakan perintah Allah: Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan[1276]." [Ash Shaaffaat:28] [1276]. Maksudnya: Para pemimpin itu mendatangi pengikut-pengikutnya dengan membawa tipu muslihat yang mengikat hati. Pada dasarnya setiap pemimpin kelompok/harakat adalah pemimpin. Seharusnya seluruh pemimpin kelompok itu bersatu dan mengangkat 1 pemimpin. Jika itu terjadi, maka berdirinya satu negara Islam seperti di Iran. Atau jika Hizbullah yang dengan 10.000 orang saja bisa mengalahkan Israel, maka jika 1 milyar ummat Islam bersatu, Israel insya Allah hancur. Cuma itu hanya bisa terjadi jika kita bersatu. Saya lihat insya Allah masing2 kelompok ada benarnya. Dengan Salafi alhamdulillah kita dapat Tauhid yang benar, dengan IM ada amal saleh/aksi sosial yang nyata. Dengan HT kita bisa belajar hukum2 Islam/Khilafah. Untuk belajar, tidak ada salahnya kan? Jangan sampai ilmu agama lenyap jika tidak ada yang mengajarkannya ke kita. Wassalam === Ingin berdiskusi mengenai masalah ekonomi di Indonesia? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________________________________________________________ Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast with the Yahoo! Search weather shortcut. http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather

