assalamu'alaikum
semoga kita semua senantiasa dirahmati Allah SWT.
mungkin suatu hari sdr. moderator akan semakin banyak menerima permintaan 
berhenti dari anggota milist yang merasa semakin jenuh dengan perdebatan 
panjang kelompok tertentu yang tidak ada habisnya.

niat baik muslim atau muslimah yang masih awam tentang Islam, yang ingin 
belajar via milis ini, justru akan pupus melihat perdebatan yang notabene 
dilakukan oleh sesama muslim, yang berada di bawah naungan aqidah yang sama. 

bukankah Rasulullah SAW telah bersabda: 
“janganlah kalian mempelajari ilmu untuk membanggakannya kepada para ulama dan 
melecehkan orang-orang bodoh, dan janganlah kalian memilih-milih majelis dengan 
ilmu itu, barang siapa melakukan hal tersebut maka api neraka, api neraka 
(baginya).” (HR. Ibnu Majah)

"dan sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman dimana mereka mempelajari 
al Qur’an, mereka mempelarari dan membacanya kemudian mereka berkata: Kami 
telah membaca dan kami telah mengetahui, maka siapakah gerangan yang lebih baik 
dari kami, maka apakah ada kebaikan pada mereka?” Para sahabat bertanya: “Wahai 
Rasulullah siapakah mereka itu?”. Nabi SAW menjawab: “Mereka dari kalian, dan 
mereka adalah bahan bakar api neraka”. (HR. Thabrani)

Ibnu Majah meriwayatkan dari hadits Amer bin Syu’aib dari bapaknya, dari 
kakeknya, ia berkata: Rasulullah saw keluar kepada para sahabatnya ketika 
mereka sedang berbantahan dalam masalah taqdir, maka seolah-olah biji delima 
tumbuh di wajahnya karena marah, lalu bersabda: “Dengan inikah kalian 
diperintahkan? Atau apakah untuk ini kalian diciptakan? Kalian mempertentangkan 
sebagian al Qur’an dengan sebagian yang lain? Dengan inilah ummat-ummat sebelum 
kalian binasa.”         Tidak masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat 
seberat atom rasa sombong."Kemudian beliau bersabda, "Sombong yaitu menolak 
kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)
 
selama ini kita hanya sibuk beropini, menyalahkan, membenarkan. sementara 
yahudi akan tertawa penuh kemenangan memanen hasil ideologi yang mereka 
sebarkan, karena umat Islam hanya sibuk memikirkan urusannya sendiri. itulah 
bedanya kita dengan yahudi, mereka sibuk bekerja, kita sibuk berfatwa.

  wallahu a'lam
wassalamu'alaikum



A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Assalamu'alaikum wr wb,
 
 Persis seperti yang saya perkirakan, bahwa perdebatan
 bisa menimbulkan perpecahan, maka saya menerima email
 dari seorang anggota yang menyatakan berhenti karena
 merasa emailnya tidak diapprove sementara yang lain
 (poster asli) diapprove.
 
 Padahal untuk menghentikan perdebatan dan membanjirnya
 email memang tidak semua email diapprove.
 
 Di sisi lain, jika perdebatan itu dibiarkan, maka
 banyak anggota lain juga akan berhenti karena jenuh
 dan bosan melihat perdebatan di milis ini.
 Lihat email di bawah:
 ==
 
 --- yusuf rinaldy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 > beberapa hari terakhir ini saya agak malas
 > membaca milis ini, selain karena keterbatasan waktu,
 > juga saya jengah dengan perdebatan yang membuat saya
 > jadi lelah membacanya. 
 ===
 --- Muttaqien Yogyakarta <[EMAIL PROTECTED]>
 wrote:
 > terima kasih. saya juga beberap minggu ini jadi ga
 > niat baca milis ini. Ya..hanya karena pada berdebat
 > ga jelas.  sebagai orang yang mau belajar Islam jadi
 > bingung sendiri 
 ===
 
 Jadi selaku moderator/pimpinan di milis ini saya harus
 bertindak sebaik mungkin agar milis ini bisa jadi
 tempat belajar Islam yang nyaman bagi kita semua.
 
 Patut diketahui, jumlah anggota milis ini 2.600 lebih.
 Jumlah email yang masuk bisa mencapai 875 email/bulan
 (Januari 2006). Tidak semua email yang dikirim
 diapprove. Paling hanya 1/3. Kalau semua saya loloskan
 jumlah email bisa mencapai 2.600 email lebih/bulan
 atau lebih dari 87 email per hari hanya dari milis
 ini?
 
 Apa semua anggota milis ini ingin begitu? Sebagai
 moderator saja saya keberatan menerima email begitu
 banyak. Tentu anggota2 lainnya juga begitu.
 
 Anggota milis ini berasal dari berbagai kelompok
 Islam. Ada Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Tarbiyah, HTI,
 Salafi, DDII, Muhammadiyah, dsb.
 
 Tentu pemikiran kelompoknya berbeda-beda. Jika
 diperdebatkan tidak akan ada habisnya.
 
 Oleh sebab itu mari kesampingkan kefanatikan kita pada
 golongan. Tunjukkan pada dunia bahwa ummat Islam itu
 satu. Tidak bercerai berai.
 
 3. Ali 'Imran 
 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
 (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan
 ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
 (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
 mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
 nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu
 telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
 menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
 menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
 petunjuk.  
 
 Tauhid: OK, Fiqih: OK, Hukum2 Allah juga OK. Semua itu
 harus dipelajari.
 
 Sebagai contoh, sebagai manusia, kita makan, tidur,
 bekerja, sholat, mandi, dsb. Semua itu perlu. Bisa
 dikerjakan semua setiap hari. Tidak mungkin kita
 kerjanya cuma sholat atau tidur saja.
 
 Tauhid OK. Kita bisa belajar Tauhid di pagi hari. Di
 siang hari kita bisa belajar fiqih. Di malam hari bisa
 belajar hukum2 Allah, dsb. Demikian pula keesokan
 harinya.
 
 Tidak bisa kita hanya mempelajari sepotong dan tidak
 mempelajari yang lainnya.
 
 Nabi Muhammad dan para sahabat dalam kurun waktu 23
 tahun selesai itu tauhid, fikih, khilafah, dsb.
 
 Kita juga kalau berumur 30 tahun aneh kalau hanya bisa
 sepotong saja. Misalnya hanya tauhid saja sementara
 yang lain tidak paham.
 
 Tanpa melihat Sunni/Syi'ah, lihat Iran. Mereka sudah
 bisa menegakkan negara Islam Iran. Memakai hukum Allah
 sebagai dasar negaranya.
 
 Hizbullah dengan jumlah hanya 10.000 anggota bisa
 berjihad dan mengusir tentara Israel yang dikatakan
 sebagai tentara terbaik di dunia. Kalau saja dengan
 alasan tidak punya pemimpin mereka tak mau berjihad,
 niscaya mereka mati diserang pasukan Israel. Dengan
 berjama'ah saja sebetulnya mereka sudah punya
 pemimpin.
 
 Kita wajib menjalankan hukum Allah sesuai kemampuan
 kita:
 “Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami
 wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di
 dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat
 yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya.” [An
 Nuur:1]
 
 "(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan
 dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan
 Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga
 yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka
 kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.
 Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya
 dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah
 memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di
 dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.“ [An
 Nisaa’:13-14]
 
 Tidak bisa dengan alasan kita tidak punya pemimpin
 kita lalu tidak mengerjakan perintah Allah. Ini ibarat
 sholat, ketika Allah menyuruh, wajib kita
 mengerjakannya entah sendiri atau berjama'ah. Tidak
 bisa kita tidak sholat karena alasan tidak punya
 pemimpin.
 
 "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu
 dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin
 selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran
 (daripadanya)." [Al A'raaf:3]
 
 Jangan kita seperti orang di bawah yang terbelenggu
 oleh pemimpinnya hingga tidak mengerjakan perintah
 Allah:
 
 Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada
 pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang
 datang kepada kami dan kanan[1276]." [Ash
 Shaaffaat:28] 
 
 [1276]. Maksudnya: Para pemimpin itu mendatangi
 pengikut-pengikutnya dengan membawa tipu muslihat yang
 mengikat hati.  
 
 Pada dasarnya setiap pemimpin kelompok/harakat adalah
 pemimpin. Seharusnya seluruh pemimpin kelompok itu
 bersatu dan mengangkat 1 pemimpin.
 
 Jika itu terjadi, maka berdirinya satu negara Islam
 seperti di Iran. Atau jika Hizbullah yang dengan
 10.000 orang saja bisa mengalahkan Israel, maka jika 1
 milyar ummat Islam bersatu, Israel insya Allah hancur.
 
 Cuma itu hanya bisa terjadi jika kita bersatu. Saya
 lihat insya Allah masing2 kelompok ada benarnya.
 
 Dengan Salafi alhamdulillah kita dapat Tauhid yang
 benar, dengan IM ada amal saleh/aksi sosial yang
 nyata. Dengan HT kita bisa belajar hukum2
 Islam/Khilafah.
 
 Untuk belajar, tidak ada salahnya kan? Jangan sampai
 ilmu agama lenyap jika tidak ada yang mengajarkannya
 ke kita.
 
 Wassalam
 
 ===
 Ingin berdiskusi mengenai masalah ekonomi di Indonesia?
 Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
 
 __________________________________________________________
 Don't get soaked.  Take a quick peak at the forecast
 with the Yahoo! Search weather shortcut.
 http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather
 
     
                       

              
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke