wa'alaykum salam wr.wb

hmm..sebenarnya kita selaku moderator tidak perlu kuatir dgn banyaknya
permintaan anggota untuk keluar dari milis:)karena dakwah adalah bukan
menuruti apa maunya umat, tapi umat yg harus mengikuti aturan yg sudah
ada dalam al-qur'an dan hadist. Kalau kita berdakwah, takut
ditinggalkan umat, lalu apa bedanya dengan dakwah nabi Musa yg selalu
menuruti permintaan yahudi untuk selalu dituruti dan mengancam akan
pergi bila tidak dituruti?? ini aneh namanya? dan siapapun orang yg
mengaku umat muslim dan selalu bersikap dengan cara2 umat terdahulu
(yahudi dan nasrani) untuk berdakwah mengikuti maunya mereka dan bukan
maunya Allah dan Rasul, buat apa kita dakwah? arisan aja.:)

memang kita harus jeli disini, ada suatu saat kita diskusi panjang
lebar selama masih dalam koridor islam untuk menyikapi masalah hukum
yg mungkin orang awam belum jelas hingga menjadi jelas. dan ada
saatnya diskusi dihentikan bila sudah mulai menjurus provokasi untuk
memecah kelompok2 yg sedang mencari kebenaran dan tidak sedang sengaja
melakukan penyimpangan. lalu sengaja diprovokasi agar pecah, maka
diskusi spt ini memang harus dihentikan.

ya..bagiku yg kebetulan juga menjadi moderator disini, silahkan kepada
siapapun orang yg ingin keluar dari milis ini, silahkan keluar, karena
kamipun tidak bisa menerima gaya2 orang yahudi dan nasrani yg selalu
merajuk untuk dituruti kemauannya. dan kalau tidak tahu caranya,
silahkan minta bantuan kami untuk mengeluarkannya. 

umat ini sedang sakit, layaknya orang sakit itu harus diobati, dan
rasanya metode penyembuhan itu bermacam2 dan tergantung penyakitnya?
ada kalanya cukup menjaga stamina dengan vitamin2 atau bisa juga
dengan insulin atau mungkin suatu saat harus diamputasi ya amputasi
lah..? lalu apakah kita mau terus spt anak kecil yg selalu minta
diberi vitamin, padahal penyakit kita kronis dan harus dioperasi??

jadi sekali lagi, silahkan siapa saja yg mau keluar dari milis ini,
karena kami tidak akan pernah menghalangi dan memaksa saudara2 untuk
tetap berada disini. aku jadi ingat pesan guruku lagi 

"ilmu itu harus didatangi dan bukan mendatangi dan ilmu itu bukan
memaksa untuk memberi tapi meminta untuk diberi. karena ilmu itu
ibarat air yg hanya diberikan bagi orang yg meminta air dan yg sedang
kehausan pun, andai ia tidak meminta,maka tidak perlu kita memberinya,
karena dia harus mampu dulu membuang rasa sombongnya. karena bisa jadi
niat baik kita untuk menolongnya menjadikannya salah paham dan
membuang air yg kita beri, jadi buat apa??cape toch??" 

afwan bila ada yg tersinggung, karena tidak ada niat untuk
menyinggung, karena aku niatkan untuk mengobati-:) yg benar dari Allah
yg salah dariku

salam
hana
--- In [email protected], mahar widowati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> assalamu'alaikum
> semoga kita semua senantiasa dirahmati Allah SWT.
> mungkin suatu hari sdr. moderator akan semakin banyak menerima
permintaan berhenti dari anggota milist yang merasa semakin jenuh
dengan perdebatan panjang kelompok tertentu yang tidak ada habisnya.
> 
> niat baik muslim atau muslimah yang masih awam tentang Islam, yang
ingin belajar via milis ini, justru akan pupus melihat perdebatan yang
notabene dilakukan oleh sesama muslim, yang berada di bawah naungan
aqidah yang sama. 
> 
> bukankah Rasulullah SAW telah bersabda: 
> “janganlah kalian mempelajari ilmu untuk membanggakannya kepada
para ulama dan melecehkan orang-orang bodoh, dan janganlah kalian
memilih-milih majelis dengan ilmu itu, barang siapa melakukan hal
tersebut maka api neraka, api neraka (baginya).” (HR. Ibnu Majah)
> 
> "dan sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman dimana mereka
mempelajari al Qur’an, mereka mempelarari dan membacanya kemudian
mereka berkata: Kami telah membaca dan kami telah mengetahui, maka
siapakah gerangan yang lebih baik dari kami, maka apakah ada kebaikan
pada mereka?” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah siapakah
mereka itu?”. Nabi SAW menjawab: “Mereka dari kalian, dan mereka
adalah bahan bakar api neraka”. (HR. Thabrani)
> 
> Ibnu Majah meriwayatkan dari hadits Amer bin Syu’aib dari
bapaknya, dari kakeknya, ia berkata: Rasulullah saw keluar kepada para
sahabatnya ketika mereka sedang berbantahan dalam masalah taqdir, maka
seolah-olah biji delima tumbuh di wajahnya karena marah, lalu
bersabda: “Dengan inikah kalian diperintahkan? Atau apakah untuk ini
kalian diciptakan? Kalian mempertentangkan sebagian al Qur’an dengan
sebagian yang lain? Dengan inilah ummat-ummat sebelum kalian
binasa.”         Tidak masuk Surga orang yang di dalam hatinya
terdapat seberat atom rasa sombong."Kemudian beliau bersabda, "Sombong
yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)
>  
> selama ini kita hanya sibuk beropini, menyalahkan, membenarkan.
sementara yahudi akan tertawa penuh kemenangan memanen hasil ideologi
yang mereka sebarkan, karena umat Islam hanya sibuk memikirkan
urusannya sendiri. itulah bedanya kita dengan yahudi, mereka sibuk
bekerja, kita sibuk berfatwa.
> 
>   wallahu a'lam
> wassalamu'alaikum
> 
> 
> 
> A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                 
Assalamu'alaikum wr wb,
>  
>  Persis seperti yang saya perkirakan, bahwa perdebatan
>  bisa menimbulkan perpecahan, maka saya menerima email
>  dari seorang anggota yang menyatakan berhenti karena
>  merasa emailnya tidak diapprove sementara yang lain
>  (poster asli) diapprove.
>  
>  Padahal untuk menghentikan perdebatan dan membanjirnya
>  email memang tidak semua email diapprove.
>  
>  Di sisi lain, jika perdebatan itu dibiarkan, maka
>  banyak anggota lain juga akan berhenti karena jenuh
>  dan bosan melihat perdebatan di milis ini.
>  Lihat email di bawah:
>  ==
>  
>  --- yusuf rinaldy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  > beberapa hari terakhir ini saya agak malas
>  > membaca milis ini, selain karena keterbatasan waktu,
>  > juga saya jengah dengan perdebatan yang membuat saya
>  > jadi lelah membacanya. 
>  ===
>  --- Muttaqien Yogyakarta <[EMAIL PROTECTED]>
>  wrote:
>  > terima kasih. saya juga beberap minggu ini jadi ga
>  > niat baca milis ini. Ya..hanya karena pada berdebat
>  > ga jelas.  sebagai orang yang mau belajar Islam jadi
>  > bingung sendiri 
>  ===
>  
>  Jadi selaku moderator/pimpinan di milis ini saya harus
>  bertindak sebaik mungkin agar milis ini bisa jadi
>  tempat belajar Islam yang nyaman bagi kita semua.
>  
>  Patut diketahui, jumlah anggota milis ini 2.600 lebih.
>  Jumlah email yang masuk bisa mencapai 875 email/bulan
>  (Januari 2006). Tidak semua email yang dikirim
>  diapprove. Paling hanya 1/3. Kalau semua saya loloskan
>  jumlah email bisa mencapai 2.600 email lebih/bulan
>  atau lebih dari 87 email per hari hanya dari milis
>  ini?
>  
>  Apa semua anggota milis ini ingin begitu? Sebagai
>  moderator saja saya keberatan menerima email begitu
>  banyak. Tentu anggota2 lainnya juga begitu.
>  
>  Anggota milis ini berasal dari berbagai kelompok
>  Islam. Ada Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Tarbiyah, HTI,
>  Salafi, DDII, Muhammadiyah, dsb.
>  
>  Tentu pemikiran kelompoknya berbeda-beda. Jika
>  diperdebatkan tidak akan ada habisnya.
>  
>  Oleh sebab itu mari kesampingkan kefanatikan kita pada
>  golongan. Tunjukkan pada dunia bahwa ummat Islam itu
>  satu. Tidak bercerai berai.
>  
>  3. Ali 'Imran 
>  103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
>  (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan
>  ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
>  (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
>  mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
>  nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu
>  telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
>  menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
>  menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
>  petunjuk.  
>  
>  Tauhid: OK, Fiqih: OK, Hukum2 Allah juga OK. Semua itu
>  harus dipelajari.
>  
>  Sebagai contoh, sebagai manusia, kita makan, tidur,
>  bekerja, sholat, mandi, dsb. Semua itu perlu. Bisa
>  dikerjakan semua setiap hari. Tidak mungkin kita
>  kerjanya cuma sholat atau tidur saja.
>  
>  Tauhid OK. Kita bisa belajar Tauhid di pagi hari. Di
>  siang hari kita bisa belajar fiqih. Di malam hari bisa
>  belajar hukum2 Allah, dsb. Demikian pula keesokan
>  harinya.
>  
>  Tidak bisa kita hanya mempelajari sepotong dan tidak
>  mempelajari yang lainnya.
>  
>  Nabi Muhammad dan para sahabat dalam kurun waktu 23
>  tahun selesai itu tauhid, fikih, khilafah, dsb.
>  
>  Kita juga kalau berumur 30 tahun aneh kalau hanya bisa
>  sepotong saja. Misalnya hanya tauhid saja sementara
>  yang lain tidak paham.
>  
>  Tanpa melihat Sunni/Syi'ah, lihat Iran. Mereka sudah
>  bisa menegakkan negara Islam Iran. Memakai hukum Allah
>  sebagai dasar negaranya.
>  
>  Hizbullah dengan jumlah hanya 10.000 anggota bisa
>  berjihad dan mengusir tentara Israel yang dikatakan
>  sebagai tentara terbaik di dunia. Kalau saja dengan
>  alasan tidak punya pemimpin mereka tak mau berjihad,
>  niscaya mereka mati diserang pasukan Israel. Dengan
>  berjama'ah saja sebetulnya mereka sudah punya
>  pemimpin.
>  
>  Kita wajib menjalankan hukum Allah sesuai kemampuan
>  kita:
>  Â"Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami
>  wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di
>  dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat
>  yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya.Â" [An
>  Nuur:1]
>  
>  "(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan
>  dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan
>  Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga
>  yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka
>  kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.
>  Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya
>  dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah
>  memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di
>  dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.Â" [An
>  NisaaÂ':13-14]
>  
>  Tidak bisa dengan alasan kita tidak punya pemimpin
>  kita lalu tidak mengerjakan perintah Allah. Ini ibarat
>  sholat, ketika Allah menyuruh, wajib kita
>  mengerjakannya entah sendiri atau berjama'ah. Tidak
>  bisa kita tidak sholat karena alasan tidak punya
>  pemimpin.
>  
>  "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu
>  dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin
>  selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran
>  (daripadanya)." [Al A'raaf:3]
>  
>  Jangan kita seperti orang di bawah yang terbelenggu
>  oleh pemimpinnya hingga tidak mengerjakan perintah
>  Allah:
>  
>  Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada
>  pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang
>  datang kepada kami dan kanan[1276]." [Ash
>  Shaaffaat:28] 
>  
>  [1276]. Maksudnya: Para pemimpin itu mendatangi
>  pengikut-pengikutnya dengan membawa tipu muslihat yang
>  mengikat hati.  
>  
>  Pada dasarnya setiap pemimpin kelompok/harakat adalah
>  pemimpin. Seharusnya seluruh pemimpin kelompok itu
>  bersatu dan mengangkat 1 pemimpin.
>  
>  Jika itu terjadi, maka berdirinya satu negara Islam
>  seperti di Iran. Atau jika Hizbullah yang dengan
>  10.000 orang saja bisa mengalahkan Israel, maka jika 1
>  milyar ummat Islam bersatu, Israel insya Allah hancur.
>  
>  Cuma itu hanya bisa terjadi jika kita bersatu. Saya
>  lihat insya Allah masing2 kelompok ada benarnya.
>  
>  Dengan Salafi alhamdulillah kita dapat Tauhid yang
>  benar, dengan IM ada amal saleh/aksi sosial yang
>  nyata. Dengan HT kita bisa belajar hukum2
>  Islam/Khilafah.
>  
>  Untuk belajar, tidak ada salahnya kan? Jangan sampai
>  ilmu agama lenyap jika tidak ada yang mengajarkannya
>  ke kita.
>  
>  Wassalam
>  
>  ===
>  Ingin berdiskusi mengenai masalah ekonomi di Indonesia?
>  Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
>  
>  __________________________________________________________
>  Don't get soaked.  Take a quick peak at the forecast
>  with the Yahoo! Search weather shortcut.
>  http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather
>  
>      
>                        
> 
>             
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke