Assalaamu'alaikum wr. wb.
--- suhana032003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> HN Said
>
> hmm..rasanya komentarku yg diatas sudah cukup menjawab, dan anda nda
> perlu lagi muter2 bertanya mengenai dimana aku berdiri :-)
> hmm..bagiku
> atribut lain yg sudah anda sebutkan itu, kalau aku analogikan sebuah
> payung didalam rumah. jadi rasanya nda perlu pake payung dalam rumah.
> jadi saranku..apa perlu masih pake payung kalau sudah ada tempat
> bernaung yg lebih besar?? hayyaaa...apa anda pikir, aku akan sebut
> khawaritz or kafir pada saudaraku sendiri yg nda ikutin keyakinanku??
> bijaknya anda nda perlu, mengalihkan pembicaraan ke arah situ, karena
> aku khawatir akan timbulkan fitnah baru, yg nantinya seolah2 anda
> sedang memintaku untuk jangan lakukan itu, pada sesuatu yg memang
> tidak pernah aku lakukan. dan untuk masalah itu sangat sensitif
> sekali
> dan bisa dijadikan alat untuk memfitnah oleh orang2 yg memang senang
> mengintip dan memecah belah.
Harakah dalam pandangan saya bukan atribut:-) Harakah tuh organisasi,
yang didirikan oleh sebagian orang-orang yang merasa terpanggil untuk
menegakkan dienul Islam secara lebih efektif dan efisien. Sementara
sebagian yang lainnya, tetap dengan kesadaran yang sama, ada yang
membentuk organisasi semacam Yayasan, pondok pesantren, lembaga
pendidikan, lembaga ZIS, dll. Jadi, apa masalahnya dengan harakah?
Bukankah pemerintahan (negara) juga sebuah organisasi?
Eh, rasanya saya juga nggak pernah bertanya, Anda ini atributnya apa:-)
Anda kan menyatakan sendiri atribut Anda adalah "tak beratribut".
Tentang khawarij, saya kan hanya mencontohkan: "saya tak perlu menuduh
anggota HTI, PKS, MMI, dll. sebagai khawarij, hanya karena saya nggak
bersetuju dengan mereka". Bagi saya mereka tetep saudara Muslim saya:-)
> hmm..itu menurut kaca mata penilaian anda yg mengasumsikan bahwa
> semua
> yg berada dibawah bendera itu sedang berusaha keras untuk becoming to
> be a wholesome muslim. pertanyaanku adalah bermanfaat untuk siapa?
> muslim yg mana? yakinn..bersih dari kepentingan2??
Manfaat dan tak manfaatnya tentu saja bagi diri kita sendiri:-) Kita
kan tak menanggung pahala atau dosa orang lain?
Eh, ngomong-ngomong soal bersih dari kepentingan, kalau menurut Anda
sendiri mereka itu gimana sih? Belum-belum kok kelihatannya sudah
curiga? Menakar kepentingan tuh soal susah lho:-) Ini yang justru
sering bikin kita silang sengkarut:-)
Lha semuanya justru saling lempar pihak lain punya kepentingan. Bango
Samparan punya kepentingan. Hana, tentu saja, juga punya kepentingan:-)
Jadi, siapa yang sebenarnya punya kepentingan dan tidak punya
kepentingan?
> itu yg perlu
> dikoreksi dan kritisi. terutama pada diri sendiri, dan sept yg anda
> katakan, bahwa hasil final disisi Allah siapa yg tahu??:) menurutku
> JIL, Ahmadiyah juga sedang berjuang keras for becoming to be a
> wholesome muslim?^_^ dan pertanyaanku akan berulang, bermanfaat untuk
> siapa? muslim yg mana?
Apa bisa sih Ahmadiyah, JIL, dan sejenisnya disamakan dengan PKS, HTI,
JI, dan sejenisnya:-). Rasanya saya tidak pernah menyebut JIL dan
Ahmadiyah sejenis dengan PKS, HTI, dll:-) Contohnya, jangan lalu
ekstrem banget dong:-)
> HN said :
>
> hmm..sekali lagi itu menurut kacamata penilaian anda, dan tentunya
> berbeda dengan kaca mata penilaianku. karena dalam setiap analisa
> akan
> munculkan 2 kemungkinan, dan untuk kasus ini kemungkinanannya yaitu
> manfaat dan tidak manfaat toch?? begitu juga dengan diskusi spt ini.
> manfaat bagi anda, bisa jadi tidak manfaat bagi orang lain *_^
>
> hmm..kalau anda menilaiku terlalu berlebihan dengan analisaku, akupun
> akan mengatakan anda terlalu yakin (PD, Ke GRan) bila menyimpulkan
> spt
> statment anda.:) intinya, aku nda suka membuat non muslim senang
> dengan kasus2 spt ini, dan kasus2 lain yg berkaitan dengan islam.
> (ribut menang2an antara muslim) dan yg lainnya. dan lainnya adalah
> aku
> nda mau saudara muslim yg lain jadi bingung. hmm..aku lebih suka
> melihat non muslim kalang kabut, ketimbang melihat saudaraku sendiri
> yg kalang kabut kebingungan.
Lha kembalikan saja ke faktanya, orang kafir saat ini paling gerah
kepada siapa? Dengan aktivis harakah dengan segala dinamika
aktivitasnya (salah satunya diskusi menang-menangan) atau dengan
rekan-rekan yang mengambil sikap seperti Anda. Well, moga-moga sama
gerahnya ya:-)
> HN Said :
>
> hehehe..itukan bawahan anda, dan bukan aku toch..?? jadi apa
> urusannya
> sama aku dan komentar anda terhadap bawahan anda yg anda kait2kan
> dengaku?? kalau tahu punya bawahan spt itu, dan anda yakin ilmu anda
> lebih mumpuni dari bawahan anda, harusnya anda nasehatin dia, agar
> jangan mudah mentahdzir dan sikap anda jangan ber OOOO aja dong..^_^
> itu nda perlu anda sangkutpautkan denganku, karena aku bukan bawahan
> anda, apalagi setipe dengan bawahan anda..(strawberry mangga apel,
> sorry enggak level) yg tipe begituan.
He .. he, level Anda apa kalau gitu apa? Well, mungkin gelombang cinta
atau jemanii ya? Saya sendiri merasa level saya sama saja dengan
bawahan saya. Sama-sama muslim, yang lagi belajar becoming. Atasan dan
bawahan, kan hanya karena hirarki pekerjaan di kantor. Dalam
beraktivitas, kami sering kok cengengesan, berenang, makan, ke masjid
bersama-sama:-)
> HN Said :
>
> iyalah..aku pun lakukan itu, habis ngomong pergi dech..hanya anda aja
> nich yg tahan aku untuk tetap ngomong terus.. :-)
Lho, kalau situ mau cabut. Yo enggak opo-opo:-) Diskusi di sini kan
sukarela.
> contoh : orang awam yg disampaikan informasi, bahwa pemimpin kita
> tidak islam dan tidak syar'i maka kita mengikuti kepemimpinan thogut
> dan haram hukumnya. lalu..si awam yg nda ngerti apa2 kemudian dengar
> spt itu dan menangkapnya berdasarkan keawamannya, tiba2 ambil parang,
> pergi cari SBY untuk penggal kepalanya presiden dan mengkudeta (untuk
> kelompok besar) terus gimana dong??? sedangkan ada hadist yg katakan,
> haram menumpahkan darah seorang muslim, namun dia tidak pernah tahu
> ada hadist spt itu dan hadist lain yg menjurus untuk lebih taat pada
> pemimpin walau dzolim, dan bukan untuk penggal kepala presiden, itu
> piyeeeee..???? kepikir nda sama mereka..yg terus2an teriakkan itu dan
> ditangkap sept analogi yg aku berikan??
Ooo, ini ekstrapolasi Anda, atau ada buktinya nih? Sejauh yang saya
tahu, aktivis harakah cukup punya tahapan dalam mendidik mereka yang
awam. Lagipula, kan sama tho, masak orang awam juga disampaikan
informasi mengenai ini-itu khawarij, sururiyah, ikwaniyah, pemberontak
(bughot), dll. Gimana kalau orang awam lalu memerangi si ini-itu karena
menganggapnya khawarij??????? Bukankah Ali RA, dulu memerangi khawarij.
Eh, ini hanya contoh juga lho:-)
BTW, sejarah pergantian kepemimpinan dalam Islam - pelajari serius nih
- juga seringkali terjadi karena kudeta-mengkudeta. Para ulama toh,
akhirnya mengakui umara baru yang memperoleh kekuasaannya dari kudeta.
He .. he, tapi ini memang topik yang sulit, soalnya masalahnya juga
bisa dibalik. Gimana kalau yang justru suka menyembelih orang muslim,
kebetulan adalah penguasa muslim:-)
Hati-hati saja deh, soalnya kita bisa jatuh ke dua ekstrem: Khawarij
atawa Murjiah. Saya nggak mau jadi dua-duanya, hii ...
> dan aku lebih senang panggil presiden dan aparat kementrian yg lain,
> ajarin ttg tauhid, syariat, ahlak sampai paham dan selanjutnya, aku
> yakin kita nda perlu teriak2 spt itu, pemimpin dan semua yg terkait
> di
> pemerintahan akan syar'i dengan sendirinya. hmm..aku jadi
> ngebayangin,
> gimana caranya, agar mereka bisa luangkan waktu 1 hari dalam seminggu
> untuk belajar ttg itu semua, dari para kyai yg terjamin kebenaran
> ilmunya dan kejujurannya ya.????
Kalau pilihan perjuangan Anda seperti itu, saya salut dan angkat
topi:-) Selamat berjuang! Tapi, yang tidak ngikut Anda, kan juga tidak
lalu salah toh:-)
> HN said :
>
> hehehe..aku jadi ingat komentar salah seorang temanku yg ceritakan ke
> aku mengennnnai protes sama dosennya, pada saat si dosen minta
> dimaklumi masalah wali songo yg sudah sebarkan agama melalui adat
> kebiasaan tempat tinggalnya dan akhirnya saat ini banyak timbulkan
> kebiasaan yg keluar dari sunnah Rasul, tapi jadi sunnah wali songo.
> hehehe..
>
> "sudahlah..masyarakat butuh proses untuk tinggalkan kebiasan2 itu
> semua yg pernah diajarkan oleh wali songo dulu,kita nda bisa tiba2
> melarang mereka untuk hentikan itu semua, dan itu semua butuh proses
> dong..?" ujar si dosen
>
> "walahhhh..dari dulu proses mulu sich pak?? itu wali songo dah jadi
> debu, puluhan tahun..mosok proses mulu sampe sekarang, emang segitu
> bodohnya apa mereka?? dari dulu kaga pinter2..? sudah puluhan tahun
> yg
> diributin itu muluuuu..proses muluuuu..pindah topic knape???" hehehe
Saya kebetulan pengajar, ilmu saya dalam banyak hal lebih tinggi dan
banyak dibanding dengan murid-murid saya. Gimana menurut Anda kalau
dalam mengajar, tiap saat saya mencaci murid saya sebagai goblok,
malas, dll. Saya seakan ndak ingat, bahwa saya dulu juga murid, sama
goblok, malas, dll-nya seperti mereka.
Moga-moga, sekarang Anda paham maksud saya ketika saya menyebut
proses:-) Para salaf, ketika mengajar setahu aku juga sangat lembut
kepada para penuntut ilmu.
> :) oke yg ini aku sepaham..memang seharusnya seperti itu. jangan
> memperuncing masalah, dengan tetap mengungguli simbolnya dari simbol
> yg lain, itu akan timbulkan banyak masalah. sept yg aku bilang,
> kacamata yg dipake untuk melihat kan beda2, dan masih banyak orang yg
> tidak paham akan perbedaan yg masih bisa ditolerir dan sekedar
> ingatkan aja, dan bukan diperucing or malah dijadikan alat pada pihak
> lain untuk pecah belah. rasanya..masih banyak yg nda sadar, kalau
> kita
> selalu diintai musuh untuk pecah belah kita. itu aja bagiku.
>
> sekali lagi..mohon maaf kalau ada kata2ku yg nda sopan, sekarang
> ini..aku memang lebih suka diam..,karena kalau ada yg mancing2
> bicara..aku khawatir nda sopanku sering keluar (ngocol kalau kata
> guruku)^_^ hehehe jadi..aku lebih suka menjaga diriku, dari
> kengocolanku sendiri. *_* kepada saudara2ku sekalin..mohon maaf
> kalau ada kata2ku yg salah, karena memang aku tempat salah dan dosa,
> dan bila ada sesuatu yg aku sampaikan itu benar adanya, sesungguhnya
> itu semua hanya datang dari Allah.
Kenapa sih pilihannya "nggak bicara tapi cool-cool saja:-)"
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
B. Samparan
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search
that gives answers, not web links.
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC