wa'alaykum salam wr.wb
Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalaamu'alaikum wr. wb.
--- suhana032003 wrote:
> hmm..aku paling anti memakai atribut, karena aku menjaga diriku dari
> pembiasaan dasar yg sebenarnya ingin aku tuju, dan itu membuatku
> bebas bergerak dan berdiri dimanapun yg memang benar. (benar dalam
> arti tidak keluar dari al-qur'an dan sunnah)
Orang tuh nggak bisa lepas dari atribut, dengan pernyataan Anda di
atas, Anda sebetulnya juga beratribut. Atribut yang Anda pilih itu
pun jelas akan melatar belakangi bagaimana Anda memandang saudara
muslim Anda? Saya pernah singgung, ada lho "kelompok yang bersepakat
untuk tidak berkelompok."
===** hmm..kalau islam anda masukan dalam kategori atribut,
rasanya aku lebih suka memakai label itu ketimbang atribut yg lain :)
dan itu bukan berarti tidak mempunyai kelompok, kalaupun ada rasanya
aku lebih suka berjamaah dengan kelompok yg memakai landasan dan
pijakan yg benar yaitu al-qur'an dan sunnah yg bukan sekedar dijadikan
kambing hitam.
-----------------
Just curious, gimana Anda menilai bahwa Anda tak keluar dari al
Qur'an dan Sunnah. Sebuah hadist menyatakan kurang lebihnya "Tidak
bisa tenang seorang muslim, sampai dia masuk sorga." Karena itu, saya
pernah katakan iman tuh adalah pertengahan antara harap (raja) dan
cemas (khauf). Dalam hadist lain, ada tiga personal yang yakin masuk
sorga, eh tapi justru ditolak semua untuk masuk sorga.
===*** dengan selalu koreksi diri, berdasarkan ukuran al-qur'an dan
sunnah. maka aku bilang..orang itu harus kritis, meskipun kepada guru
yg memberi pengajaran pada kita, dan kita nda melulu harus dicekoki
oleh masukan yg sebenarnya kita sendiri nda pernah tahu, apa yg sudah
dimasukan oleh pembimbing kita, karena kita tidak punya bahan untuk
mengkritisnya. hmmm..dari mana anda tahu, kalau anda sendiri dalam
keadaan harap dan cemas??? ^_^
Justru karena aku dalam keadaan cemas, melihat beberapa hari ini,
pembicaraan mengenai HT dan khilafah nda kelar2, karena semuanya sibuk
menyalahkan dan pengikutnya sibuk membenarkan?? dan akhirnya yg jelas2
tidak menyukai islam, semua sibuk tepuk tangan.
Diskusi terjebak pada sesuatu yg tidak lagi murni untuk islam,
melainkan untuk kepentingan kelompok yg mengkambing hitamkan ajaran islam.
> "aahh..aku enggak perlu itu, sekarang bapak baca aja kitabnya
> pencetus
> HT itu, dan ganti sana protes sama orang yg protes pada gerakan HT,
> karena selama ini yg jadi rujukan protes pendakwah itu adalah
> berdasarkan kitabnya taqyuddin albani sendiri. Sekarang tugas bapak,
> adalah membaca kitab itu, dan cari tahu dimana letak salahnya dan
> membuat mereka semua protes..?! enggak usah sibuk menyakini aku,
> karena aku nda berdiri dipihak manapun kecuali islam dan orang2 yg
> berdiri di jalan islam dan bukan jalannya orang2 yg punya
> kepentingan." Kataku acuh sambil tetap focus pada kerjaanku dan
> mendengarkan isi ceramah.
-----------
Langgam sikap yang seperti ini juga bikin susah orang:-) Dan,
rasanya inilah tipikal dari atribut yang Anda pilih.
===*** hehehe..hak anda dalam menilai diriku, karena aku juga tidak
bisa melarang anda untuk memberikan label padaku *_^ kalau boleh
membela diri, rasanya kesusahan itu dibuat sendiri olehnya, karena dia
coba menerangkan sesuatu yg sebenarnya sudah pernah aku dengar dan
tidak aku minat (boleh dong tidak minat..*_^) dan kesalahan kedua
adalah dia salah tembak sasaran, seharusnya yg dia jelaskan adalah
orang yg mengkritisi pencetus dan kitab pencetusnya yg buat dia
kebakaran jenggot dan dia coba membelanya sedangkan dia sendiri tidak
pernah tahu, si pencetus dan kitab yg sedang dia bela dan dikritisi
oleh para pengkritis spt apa, dan dia nda perlu memberi penjelasan
padaku yg tidak berkomentar apa2...wong aku hanya membalikan
pertanyaan aja koq.. ^_^ makanya aku bilang spt itu :-)
----------
Kalau saya simpel saja. Secara empirik kita hampir selalu harus
berbaju, berkelompok, atau yang lainnya. Cuman sejak awal saya terus
menyadarkan diri saya, ini sebuah alat, bukan ISLAM itu sendiri. Alat
saya tentu saja mengandung kekuatan dan kelemahan. Oleh karena itu,
saya nggak pernah memandang alat saya sebagai mutually exclusive dari
alat-alat yang lainnya. Sebab, alat-alat yang lain, juga mengandung
kekuatan dan kelemahan.
====*** aku setuju dengan pendapat anda, lalu bagaimana caranya
bila seseorang diberi tahukan ada kelemahan pada alatnya, tapi tetap
ngotot mendemonstrasikan bahwa alatnya yg paling canggih. padahal
secara tidak sadar, bisa jadi alatnya menjadi awal perusakan.
-----------
Bukan perkara yang mudah untuk menyatukan alat-alat ini sehingga
menjadi alat baru yang lebih maksimum kekuatan dan minimum
kelemahannya. Tapi, kita harus selalu upayakan. Islam sendiri
sebetulnya punya konsep pemersatu untuk itu, namanya Firqatun
Najiah dan Thaifah Mansurah. Dengan segala risiko perbedaan
interpretasi, dua konsep ini rasanya bisa menjadi awal untuk mencari
titik awal untuk melenggang bersama.
===*** aku juga setuju dengan pendapat anda, maka aku bilang..nda
perlulah yg gunakan salah satu alat itu, terus mendemokan alatnya
sementara dari pihak lain, melihat alatnya tersebut ada kelemahan.
kalau semua sudah sadar bahwa tiap2 alat yg di demonstrasikan
mempunyai kelemahan, kenapa nda mulai memperbaharui alatnya dengan
alat yg lain dan mencari kesempurnaan. tanpa terus mengungguli alatnya
sementara membuat pihak yg tidak sepaham muak mendengarkannya, karena
mampu melihat sisi kelemahan alat yg ditawarkan.
kepada semua pihak yg terkait, mohon maaf bila ada kata2 ku yg nda
berkenan sesungguhnya hanya niat untuk mengembalikan niat awal dalam
berdiskusi yaitu mencari kesempurnaan dan bukan pembelaan membabi buta
tanpa melihat protes dari pihak lain yg tidak sepaham. yg benar dari
Allah yg salah dariku.
salam
hana
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
B. Samparan
NB.
Banyak salah ketik di posting-posting saya, semoga rekan-rekan bisa
memaklumi. Biasa, harus ngebut, dan saya memang nggak punya banyak
waktu untuk menulis secara urut dan sistematis.
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your
pocket: mail, news, photos & more.
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC