Assalaamu'alaikum wr. wb.

Mas Andri, dibuat sederhana sajalah. Saya barangkali belum sampai pada
kriteria yang Anda inginkan berkenaan dengan "tidak menyederhanakan
sesuatu ...", "tidak hanya melihat dari satu sudut pandang", "bijak dan
terhormat", dan "masih ada aspek aqidah dan akhlak", dll.

Nah, kini karena Anda yang menyatakan semua itu, Anda justru saya
anggap sudah memenuhi semuanya. Jadi, gimana konsep Anda untuk
menegakkan diinul Al Islam di negeri ini?

BTW, IMHO, kalau kita pakai pendekatan aqidah untuk melihat Ina, jelas
Ina adalah negara kufur, karena Ina tidak meletakkan tauhid rubbubiyah
dan tauhid uluhiyah sebagai seharusnya:-)Bahasa aqidah justru lebih
lugas dari bahasa syariah.

Mohon dipahami, kalau saya mengatakan Ina kufur bukan berarti saya
mengatakan penduduk Ina semua kufur atau kafir:-) Ini perlu saya
sampaikan sebab banyak yang menyamakannya:-)

Disamping itu perlu pula dipahami, bahwa ketika seseorang menyatakan
sebuah negeri itu kufur, tidak serta merta dia akan mengambil jalan
kudeta untuk menjadikan negeri kufur ini menjadi negeri Islam. Apalagi
sampai pada ekstrapolasi "ambil parang lalu memenggal SBY":-)

Untuk menegakkan diinul al Islam, Allah telah memberikan, IMHO,
sarana-sarana sbb:

- dakwah
- amar ma'ruf
- nahi munkar
- wilayatul hisba
- jihad

Ramuan penggunaannya tentu saja harus disesuaikan keadaan dan kemampuan
diri. Hal yang harus diselesaikan dengan jihad, musykil diselesaikan
dengan yang lainnya. Demikian pula, hal yang harus diselesaikan dengan
dakwah, akan rusak bila diselesaikan dengan nahi munkar atau malahan
jihad.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
B. Samparan

--- Andri yarusman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kesalahan terbesar kita adalah terlalu menyederhanakan sesuatu
> sehingga kehilangan pegangan nilai-nilai utama yang seharusnya
> diperhatikan.
> 
> Islam adalah agama yang sempurna dan menyempurnakan! jelas !, artinya
> apa? sebelum anda menghukumi sesuatu jangan hanya melihat dari satu
> sudut pandang, karena bisa jadi itu bukanlah sudut pandang yang
> seharusnya digunakan.
> 
> Seringkali saya katakan, berdakwahlah secara bijak dan terhormat,
> gapailah tujuan Islam dengan menggunakan alat yang tepat, sesuai
> dengan pri keadaan yang melingkupi kita. Adalah sebuah kecerobohan
> besar jika kita tanpa peduli telah mengorbankan tujuan Islam yang
> nyata dan telah terwujud, demi sebuah alat yang kita semua masih
> berselisih paham didalamnya, sekali lagi masih berselisih paham
> didalamnya!
> 
> Terlebih jika bicara dalam skup yang luas terkait ke tatanegaraan
> misalnya, tentu harus dipilih secara bijak pendekatan yang digunakan.
> 
> 
> Ingatlah saudarku semua, Islam tidak hanya berpondasikan Syariah,
> sekali lagi tidak hanya berpondasikan Syariah, Masih ada Aqidah dan
> Akhlak. Dan sebagaimana saya telah sebut dalam tulisan sebelumnya.
> Aspek akhlaq inilah yang seringkali berperan utama dalam
> menyeimbangkan radikalisme "Syariah" dan "Aqidah" jika anda banyak
> memperhatikan Tarikh dan Tsaqafah Islam anda akan mengerti maksud
> saya ini.
> 
> Berpandanganlah dengan menggunakan keseluruhan pondasi itu, kalau
> anda memang bicara atas nama Islam !
> 
> Wallahu a'lam bisshawab
> 
> Kalibata, 5 September 2007





       
____________________________________________________________________________________
Need a vacation? Get great deals
to amazing places on Yahoo! Travel.
http://travel.yahoo.com/

Kirim email ke