wa'alaykum salam wr.wb :) tapi makna tersebut hanya diketahui oleh segelintir orang dari orang jawa itu sendiri, sedangkan indonesia, bukan milik orang jawa aja toch?? kenapa kalimatnya enggak di pilih yg lebih universal aja..?agar semua rakyat mengerti arti dan maknanya tanpa terlebih dahulu harus bertanya kepada segelintir orang yg mengerti makna itu.?
bukan iri kepada orang jawa, tapi perlu koreksi atas dominasinya selama ini terhadap sejarah, dan banyak orang yg ternyata tidak sadar dan menganggapnya benar aja selama ini. salam hana Nur Zamzam <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalam wr. wb. Hanya sbg reterensi saja: Ing ngarso sung tulodo, Ing Madyo mangun karso, Tut wuri handayani makna: Ing ngarso sung tulodo : Di bawah hrs bisa jadi teladan, Ing Madyo mangun karso : Di tengah hrs selalu menegakkan kemauan / keteguhan, Tut wuri handayani : Di atas hrs menyerukan selalu ikut kehendak sang pencipta (sami'na wa atho'na) Wassalam wr. wb. maaf, sebelumnya. -----Original Message----- From: "suhana032003" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Date: Tue, 02 Oct 2007 03:17:03 -0000 Subject: [syiar-islam] Re: [Sabili] Pembebasan Makkah dari Quraiys makanya..kalau mau belajar sejarah islam, jangan baca buku karangan para orientalis (musuh islam), jelas aja isinya semua dibulak balik dan otomatis menyudutkan islam. yg benar di buat salah yg salah jadi benar semuanya. sejarah di indonesiapun sudah dibuat sedemikian rupa untuk menjauhkan umat dari islam dan menghilangkan kebanggaan akan perjuangannya para ulama dan islam, hingga kita selalu dicekoki dengan kejayaan kerajaan majapahit yg ternyata tidak terbukti secara nyata dan hanya berupa puja dan pujian seorang rakyat kepada rajanya yg tertuang dalam kitab negara kertagama. Sementara kemegahan islam disingkirkan dan perjuangan para ulama dilupakan. spt komentar pak adian husaini dalam seminar kerusakan ilmu di indonesia saat ini bermula pada sejarah yg dibuat salah dan diniatkan untuk menjauhkan rasa bangga akan islam, hingga menutup kebenaran perjuangan para ulama disini. contoh semboyan ing karso...dll.dlsbnya..Tut wuri handayani, yg ternyata orang jawapun tidak mengerti artinya apalagi orang diluar jawa?? tapi semboyan itu tetap terpampang kuat dan seolah2 menjadi mantra yg tidak bisa dirubah!? apa artinya sebuah semboyan yg terus terpampang tanpa sama sekali kita mengerti maknanya??tidak memberikan ruh ataupun semangat orang apabila sudah membacanya, kecuali para sesepuh setingkat ki hajar dewantara yg mengerti arti itu dan ku rasa saat ini sudah pada punah, hingga arti ing karso..tut wuri handayani, hanya sebagai kata2 mantra tanpa makna, dan seolah2 orang jadi takut untuk merubahnya. kenapa kata2 itu tidak dirubah menjadi MENCARI ILMU ADALAH IBADAH atau dengan kata2 CARILAH ILMU HINGGA KE LIANG LAHAT. dan semua mayoritas penduduk indonesia dari timur, barat, selatan, utara sudah pasti mengerti maknanya, ketimbang ING KARSO..TUT WURI HANDAYANI. kenapa tokoh yg ditampilkan sebagai bapak pendidikan itu ki hajar dewantara? kenapa tidak KH. Acmad Dachlan?? Kenapa yg harus di populerkan itu organisasi Budi Utomo dan kenapa bukan Sarikat Islam?? mengapa yg ditampilkan sebagai tokoh wanita utama dan diabadikan kelahirannya itu RA. Kartini?? kenapa bukan Cut Nyak Dien atau Rasuna Said? kenapa yg harus dipopulerkan dan mendarah daging dalam ingatan kita itu kerajaan Majapahit dan yg tertinggal sampai saat ini hanya ajaran kleniknya? kenapa bukan Samudra Pasai?? walahhh..apalagi mempercayai sejarah islam jaman Rasulullah dengan rujukan tulisannya karl amstrong?? wong sejarah islam di indonesia sendiri saja sudah dimanipulasi oleh orang munafik!! masih mau percaya dengan tulisan para musuh islam yg mengkomentari islam?? hmm..kalau menurut sabda Rasulullah, jika datang kepada kalian seorang ahli kitab berbicara, maka jangan kau tolak dan jangan pula kau terima. Intinya koreksi dengan rujukan dari para tokoh2 penulis sejarah islam dari kalangan islam yg terpercaya kejujuran dan kebenarannya. kalangan intelektual kafir jika dibandingkan dengan kalangan intelektual islam, itu ibarat comberan dan air zamzam. Jika diuji kemampuan secara logika dan akhlak, insya Allah kalangan intelektual kafir akan jatuh berguguran jika disandingkan dengan kalangan ulama islam. bisa jadi secara akademisi mereka mampu membuat pernyataan2 yg dibuat seolah2 ilmiah dan masuk dalam logika, namun secara akhlak mereka semua bukan contoh yg baik dan pantas untuk disejajarkan dengan ulama islam. para ulama bicara dengan ilmu dan orang jahil bicara dengan dengkul. sesungguhnya yg benar itu datang dari Allah dan yg salah datang hanya dariku dan aku mohon maaf kalau ada kata2ku yg menyinggung perasaan. salam hana --- In [email protected], "Ie" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Membaca cerita artikel ini berarti "salah" dong yang beranggapan bahwa futuh mekkah itu dilakukan dengan damai, tanpa pertumpahan darah dan tidak ada ranting yang patah. > > Terlihat rasul saw. membawa 10 ribu pasukan, dan yang jelas pasukannya pasti bawa pedang dan kuda bukan hanya modal bendera dan orasi. Apalagi cuman ngandelin "yang penting di da`wahi saja toh kalau semua nanti sudah tahu pasti dengan sendirinya masyarakat akan menegakkan syaria`at Islam."; "Kita harus taat, wong pemimpinnya juga masih sholat walaupun peliharaannya dukun, para normal dan "burung sakti."..... ..................nggak nyunnah .............nggak nyalafi............... > > ----- Original Message ----- > From: [EMAIL PROTECTED] > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Monday, October 01, 2007 2:28 PM > Subject: [Sabili] Pembebasan Makkah dari Quraiys > > > > Republika: Jumat, 14 September 2007 > > Pembebasan Makkah dari Quraiys > > Muhammad membagi pasukan menjadi empat bagian. > > Derap 10 ribu pasukan Muslim bergegas meninggalkan Madinah menuju Makkah. > Muhammad, sang Nabi, memimpin pasukan terbesar yang pernah meninggalkan > Madinah itu. Hampir seluruh suku bergabung dalam pasukan itu yang bertolak > pada 10 Ramadhan 8 Hijriah atau Januari 630 M. > > Karen Armstrong dalam bukunya, Muhammad Sang Nabi, menyatakan semula > seorang pun tak tahu kemana tujuan pasukan itu. Bisa saja, pasukan itu, > diarahkan ke Makkah atau menyerang suku-suku di selatan Madinah atau Thaif > yang selama ini masih berlaku keras terhadap Muslim. > > Pada akhirnya, kabar gerak pasukan besar ini pun terdengar. Tak hanya oleh > kelompok-kelompok suku di selatan, tapi juga terdengar hingga oleh Quraiys > di Makkah. Suku Hawazin, yang berada di selatan bersiap diri menyambut > serangan Muhammad dan pasukannya. > > Sementara di Makkah, Quraiys memiliki serangkaian bayangan yang mungkin > terjadi atas kedatangan pasukan Muhammad ini. Pasukan memang kemudian > diarahkan menuju Makkah. Malam sebelum pasukan menuju Makkah, salah satu > petinggi Quraiys, Abu Sufyan, juga Abbas bertemu Muhammad. > > Dalam kesempatan itu, Muhammad sempat bertanya kepada Abu Sufyan apakah ia > siap menerima Islam. Abu Sufyan menjawab ia sepakat akan proklamasi bahwa > tiadad Tuhan selain Allah. Namun, ia pun mengungkapkan masih meragukan > kenabian Muhammad. > > Abu Sufyan sempat mengamati pasukan besar Muhammad. Saat menunaikan Shalat > Subuh, seluruh pasukan menghadap ke arah Makkah. Ia pun kemudian bergumam > bahwa Quraiys Makkah tampaknya harus menyerah karena ia melihat pasukan > besar ini, juga terdiri dari gabungan dari berbagai suku. > > Maka tak lama kemudian Abu Sufyan pun bergegas ke Makkah. Ia mengingatkan > agat Quraiys menyerah saja kepada Muhammad. Namun istri Abu Sufyan, Hindun, > meradang marah mendengar pernyataan suaminya itu. Ia menganggap suaminya > sebagai pelindung busuk. > > Menurut Ensiklopedi Islam, sebelum mencapai Makkah, Muhammad membagi > pasukan menjadi empat bagian. Satu pasukan dipimpin Zubair bin Awwam yang > masuk Makkah dari utara. Khalid bin Walid memimpin pasukan yang datang dari > selatan. Sedangkan Sa'd bin Ubadah diberi kepercayaan untuk memimpin > pasukan yang masuk dari barat. Dan pasukan keempat dipimpin oleh Abu > Ubaidah bin Jarrah yang masuk dari arah pegunungan Hindi. > > Saat masuk pasukan Muslim memasuki Makkah, tak ada perlawanan berarti. > Meski memang ada perlawanan kecil yang dilakukan oleh pasukan Ikirimah, > Shafwan dan Shuhail. Pasukan pimpinan Khalid bin Walid menghadapi > perlawanan mereka. Dan akhirnya perlawanan pun bisa diredam. > > Muhammad dan para sahabatnya kemudian melangkahkan kakinya ke Ka'bah untuk > melakukan thawaf sebanyak tujuh kali. Usai Thawaf, Muhammad bersama para > sahabatnya menghancurkan berhala dan gambar-gambar yang ada di dalam dan > sekeliling Ka'bah. > > Seiring dengan penghancuran berhala di dalam dan sekitar lingkungan Ka'bah > itu, Lalu Muhammad menyitir surat Al-Isra ayat 81 (17:8), ''Dan katakanlah, > yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang > batil itu pasti lenyap.'' > > ( fer/berbagi sumber ) > > Disclaimer : This email and any file transmitted with it are confidential > and are intended solely for the use of the individual or entity whom they > are addressed, if you are not the original recipient, please delete it from > your system. Any views or opinions expressed in this email are those of > the author only. > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > --------------------------------- Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on Yahoo! TV. [Non-text portions of this message have been removed]

