Buenerrrrrrr banget...........

Kalo mo tambah ilmu yang bener itu bacalah Al-Qur'an dan kitab2 hadist
yang shahih tentunya..........

Jangan baca Koran.....

Ehm.........

Maaf sebelumnya..........

 

Koran Republika............. 

 

Menurut saya, Walopun ada kesan islam,  tapi justru sering terdapat
penyusupan2 yang menyimpang dari syariat islam.......

Itu yang lebih nyeremin.........

Kalo kita punya ilmu yang cukup, ato nalar yang baik, insyaAllah akan
dengan gampang ngeliat penyupan tersebut.....

Nah lo Kalo ilmunya pas-pasan......... ya ditelan mentah2, bahkan
disebarluaskan sehingga orang lain 'termakan' juga dengan tulisan
tersebut.

 

Emang ada sekarang ini media di Indonesia 'tercinta' ini yang betul2
memihak pada islam.......???

Emang ada stasiun (siaran) yang ga ada iklan komersil nya.....???

Emang ada stasiun (siaran) yang ga ada nyanyi2nya.......???

Emang ada stasiun (siaran) yang ga ada cerita GA MUTUnya.....???

 

Hehehe.......... ada kok........

Walopun satu-dua..... tapi masih ada kok.........

Kalo pengen belajar sama ahlinya, masih ada kok medianya.............

 

Maaf lahir batin

 

pie

Claims Group 

PT. TUGU PRATAMA INDONESIA

Jl. H.R. Rasuna Said Kav.C 8-9

Jakarta 12940

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of suhana032003
Sent: Tuesday, October 02, 2007 10:17 AM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Re: [Sabili] Pembebasan Makkah dari Quraiys

 

makanya..kalau mau belajar sejarah islam, jangan baca buku karangan
para orientalis (musuh islam), jelas aja isinya semua dibulak balik
dan otomatis menyudutkan islam. yg benar di buat salah yg salah jadi
benar semuanya.

sejarah di indonesiapun sudah dibuat sedemikian rupa untuk menjauhkan
umat dari islam dan menghilangkan kebanggaan akan perjuangannya para
ulama dan islam, hingga kita selalu dicekoki dengan kejayaan kerajaan
majapahit yg ternyata tidak terbukti secara nyata dan hanya berupa
puja dan pujian seorang rakyat kepada rajanya yg tertuang dalam kitab
negara kertagama. Sementara kemegahan islam disingkirkan dan
perjuangan para ulama dilupakan.

spt komentar pak adian husaini dalam seminar kerusakan ilmu di
indonesia saat ini bermula pada sejarah yg dibuat salah dan diniatkan
untuk menjauhkan rasa bangga akan islam, hingga menutup kebenaran
perjuangan para ulama disini. contoh semboyan ing
karso...dll.dlsbnya..Tut wuri handayani, yg ternyata orang jawapun
tidak mengerti artinya apalagi orang diluar jawa?? tapi semboyan itu
tetap terpampang kuat dan seolah2 menjadi mantra yg tidak bisa
dirubah!? apa artinya sebuah semboyan yg terus terpampang tanpa sama
sekali kita mengerti maknanya??tidak memberikan ruh ataupun semangat
orang apabila sudah membacanya, kecuali para sesepuh setingkat ki
hajar dewantara yg mengerti arti itu dan ku rasa saat ini sudah pada
punah, hingga arti ing karso..tut wuri handayani, hanya sebagai kata2
mantra tanpa makna, dan seolah2 orang jadi takut untuk merubahnya.
kenapa kata2 itu tidak dirubah menjadi MENCARI ILMU ADALAH IBADAH atau
dengan kata2 CARILAH ILMU HINGGA KE LIANG LAHAT. dan semua
mayoritas penduduk indonesia dari timur, barat, selatan, utara sudah
pasti mengerti maknanya, ketimbang ING KARSO..TUT WURI HANDAYANI.

kenapa tokoh yg ditampilkan sebagai bapak pendidikan itu ki hajar
dewantara? kenapa tidak KH. Acmad Dachlan?? Kenapa yg harus di
populerkan itu organisasi Budi Utomo dan kenapa bukan Sarikat Islam??
mengapa yg ditampilkan sebagai tokoh wanita utama dan diabadikan
kelahirannya itu RA. Kartini?? kenapa bukan Cut Nyak Dien atau Rasuna
Said? kenapa yg harus dipopulerkan dan mendarah daging dalam ingatan
kita itu kerajaan Majapahit dan yg tertinggal sampai saat ini hanya
ajaran kleniknya? kenapa bukan Samudra Pasai??

walahhh..apalagi mempercayai sejarah islam jaman Rasulullah dengan
rujukan tulisannya karl amstrong?? wong sejarah islam di indonesia
sendiri saja sudah dimanipulasi oleh orang munafik!! masih mau percaya
dengan tulisan para musuh islam yg mengkomentari islam?? hmm..kalau
menurut sabda Rasulullah, jika datang kepada kalian seorang ahli kitab
berbicara, maka jangan kau tolak dan jangan pula kau terima. Intinya
koreksi dengan rujukan dari para tokoh2 penulis sejarah islam dari
kalangan islam yg terpercaya kejujuran dan kebenarannya. 

kalangan intelektual kafir jika dibandingkan dengan kalangan
intelektual islam, itu ibarat comberan dan air zamzam. Jika diuji
kemampuan secara logika dan akhlak, insya Allah kalangan intelektual
kafir akan jatuh berguguran jika disandingkan dengan kalangan ulama
islam. bisa jadi secara akademisi mereka mampu membuat pernyataan2 yg
dibuat seolah2 ilmiah dan masuk dalam logika, namun secara akhlak
mereka semua bukan contoh yg baik dan pantas untuk disejajarkan dengan
ulama islam. 

para ulama bicara dengan ilmu dan orang jahil bicara dengan dengkul.

sesungguhnya yg benar itu datang dari Allah dan yg salah datang hanya
dariku dan aku mohon maaf kalau ada kata2ku yg menyinggung perasaan.

salam
hana

--- In [email protected]
<mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> , "Ie" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Membaca cerita artikel ini berarti "salah" dong yang beranggapan
bahwa futuh mekkah itu dilakukan dengan damai, tanpa pertumpahan darah
dan tidak ada ranting yang patah.
> 
> Terlihat rasul saw. membawa 10 ribu pasukan, dan yang jelas
pasukannya pasti bawa pedang dan kuda bukan hanya modal bendera dan
orasi. Apalagi cuman ngandelin "yang penting di da`wahi saja toh kalau
semua nanti sudah tahu pasti dengan sendirinya masyarakat akan
menegakkan syaria`at Islam."; "Kita harus taat, wong pemimpinnya juga
masih sholat walaupun peliharaannya dukun, para normal dan "burung
sakti.".......................nggak nyunnah .............nggak
nyalafi...............
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: [EMAIL PROTECTED] 
> To: [EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Monday, October 01, 2007 2:28 PM
> Subject: [Sabili] Pembebasan Makkah dari Quraiys
> 
> 
> 
> Republika: Jumat, 14 September 2007
> 
> Pembebasan Makkah dari Quraiys
> 
> Muhammad membagi pasukan menjadi empat bagian.
> 
> Derap 10 ribu pasukan Muslim bergegas meninggalkan Madinah menuju
Makkah.
> Muhammad, sang Nabi, memimpin pasukan terbesar yang pernah
meninggalkan
> Madinah itu. Hampir seluruh suku bergabung dalam pasukan itu yang
bertolak
> pada 10 Ramadhan 8 Hijriah atau Januari 630 M.
> 
> Karen Armstrong dalam bukunya, Muhammad Sang Nabi, menyatakan semula
> seorang pun tak tahu kemana tujuan pasukan itu. Bisa saja, pasukan
itu,
> diarahkan ke Makkah atau menyerang suku-suku di selatan Madinah
atau Thaif
> yang selama ini masih berlaku keras terhadap Muslim.
> 
> Pada akhirnya, kabar gerak pasukan besar ini pun terdengar. Tak
hanya oleh
> kelompok-kelompok suku di selatan, tapi juga terdengar hingga oleh
Quraiys
> di Makkah. Suku Hawazin, yang berada di selatan bersiap diri menyambut
> serangan Muhammad dan pasukannya.
> 
> Sementara di Makkah, Quraiys memiliki serangkaian bayangan yang
mungkin
> terjadi atas kedatangan pasukan Muhammad ini. Pasukan memang kemudian
> diarahkan menuju Makkah. Malam sebelum pasukan menuju Makkah,
salah satu
> petinggi Quraiys, Abu Sufyan, juga Abbas bertemu Muhammad.
> 
> Dalam kesempatan itu, Muhammad sempat bertanya kepada Abu Sufyan
apakah ia
> siap menerima Islam. Abu Sufyan menjawab ia sepakat akan
proklamasi bahwa
> tiadad Tuhan selain Allah. Namun, ia pun mengungkapkan masih meragukan
> kenabian Muhammad.
> 
> Abu Sufyan sempat mengamati pasukan besar Muhammad. Saat
menunaikan Shalat
> Subuh, seluruh pasukan menghadap ke arah Makkah. Ia pun kemudian
bergumam
> bahwa Quraiys Makkah tampaknya harus menyerah karena ia melihat
pasukan
> besar ini, juga terdiri dari gabungan dari berbagai suku.
> 
> Maka tak lama kemudian Abu Sufyan pun bergegas ke Makkah. Ia
mengingatkan
> agat Quraiys menyerah saja kepada Muhammad. Namun istri Abu
Sufyan, Hindun,
> meradang marah mendengar pernyataan suaminya itu. Ia menganggap
suaminya
> sebagai pelindung busuk.
> 
> Menurut Ensiklopedi Islam, sebelum mencapai Makkah, Muhammad membagi
> pasukan menjadi empat bagian. Satu pasukan dipimpin Zubair bin
Awwam yang
> masuk Makkah dari utara. Khalid bin Walid memimpin pasukan yang
datang dari
> selatan. Sedangkan Sa'd bin Ubadah diberi kepercayaan untuk memimpin
> pasukan yang masuk dari barat. Dan pasukan keempat dipimpin oleh Abu
> Ubaidah bin Jarrah yang masuk dari arah pegunungan Hindi.
> 
> Saat masuk pasukan Muslim memasuki Makkah, tak ada perlawanan berarti.
> Meski memang ada perlawanan kecil yang dilakukan oleh pasukan
Ikirimah,
> Shafwan dan Shuhail. Pasukan pimpinan Khalid bin Walid menghadapi
> perlawanan mereka. Dan akhirnya perlawanan pun bisa diredam.
> 
> Muhammad dan para sahabatnya kemudian melangkahkan kakinya ke
Ka'bah untuk
> melakukan thawaf sebanyak tujuh kali. Usai Thawaf, Muhammad
bersama para
> sahabatnya menghancurkan berhala dan gambar-gambar yang ada di
dalam dan
> sekeliling Ka'bah.
> 
> Seiring dengan penghancuran berhala di dalam dan sekitar
lingkungan Ka'bah
> itu, Lalu Muhammad menyitir surat Al-Isra ayat 81 (17:8), ''Dan
katakanlah,
> yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang
> batil itu pasti lenyap.''
> 
> ( fer/berbagi sumber )
> 
> Disclaimer : This email and any file transmitted with it are
confidential
> and are intended solely for the use of the individual or entity
whom they
> are addressed, if you are not the original recipient, please
delete it from
> your system. Any views or opinions expressed in this email are
those of
> the author only.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 


____________________________________________
DISCLAIMER: This message contains confidential information and is intended only 
for the individual named. If you are not the named addressee you should not 
disseminate, distribute or copy this e-mail. Please notify the sender 
immediately by e-mail if you have received this e-mail by mistake and delete 
this e-mail from your system. E-mail transmission cannot be guaranteed to be 
secure or error-free as information could be intercepted, corrupted, lost, 
destroyed, arrive late or incomplete, or contain viruses. The sender therefore 
does not accept liability for any errors or omissions in the contents of this 
message, which arise as a result of e-mail transmission. If verification is 
required please request a hard-copy version. PT Tugu Pratama Indonesia




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke