sharringnya di bawah ya..:) --- In [email protected], "Harmas, Roni [LPM UIR]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wa'alaikum salam Wr. Wb > 1. jangan pelitlah terhadap istri dan anak kalian, > Ana rasa ga satu pun lelaki mukmin yang mo menelantarkan istrinya, > Pelit ato zuhud ya yang dimaksud....? > bukankah kita dah punya tauladan Rasulullah Saw yang mulia telah menyontohkan, diikuti oleh sahabatnya. > Umar cotohnya, khalifah yang menaklukkan kisra dan kaisar, terhadap keluarga apakah beliau pelit atau zuhud...?
==>>aku juga tahu beda zuhud dan pelit pak..^_^ Umar Ra, bukannya tidak mampu untuk memberikan lebih pada keluarganya, tapi mengajarkan diri dan keluarga untuk hidup zuhud. namun tanggung jawabnya sebagai khalifah lebih utama terhadap rakyat ketimbang keluarganya ^_^ lha..coba kalau laki2 sekarang??keluarga dibiarkan sengsara, tapi keluarga orang yg dimanja:)ngaku dechhh.. sekrang aku ganti tanya : 1. lebih utama mana bagi seorang khalifah?rakyatnya or keluarganya??:) 2. lebih utama mana bagi seorang suami? istri dan anaknya or istri orang??:) kalau orang mukmin memang insya Allah tidak akan terlantarkan anak istrinya, hmm..tapi kalau laki2 muslim gimana?? mungkin dong??*_^ > tapi untuk diketahui oleh wanita mukmin, bahwa tanggung jawab lelaki itu yang pertama adalah ibunya, baru istrinya. > mengenai kebutuhan orang lain Rasulullah Saw yang mulia juga telah menyontohkan, pernah rumah beliau satu bulan tidak berasap. > sementara kaum muslim tidaklah kelaparan, saat ini apa pernah kami lelaki mukmin berbuat seperti beliau...? ====>>> yg itu juga aku dah tahu pak..^_^bahwa hak seorang ibu terhadap anak laki2nya itu lebih utama dari hak seorang istri terhadap suaminya:) tapi hak istri orang, apa lebih utama dari istri sendiri:)hehehe nah itulah bedanya Rasulullah dengan laki2 saat ini pak..?Rasulullah juga nda pernah membiarkan istri2nya pergi sendirian, terlepas dari beliau seorang pemimpin dan hanya sebagai sorang suami thd istrinya, apalagi beliau seorang pemimpin?? maka hak rakyat lebih utama dari keluarganya :) sekali lagi pak..aku setuju kalau laki2 mukmin insya Allah tidak akan lakukan itu semua..tapi gimana dengan laki2 yg mengaku muslim?? beda lho..antara muslim dan mukmin??*_^ > 3. janganlah jadikan meeting, malas, cuape, dslbnya sebagai alasan > hanya sekedar sisahkan waktu sedikit untuk mengajak jalan2 istri dan > anak yg dikurung seharian..:) > Nah kalo masalah ini berpulang kepada suaminya, gak mungkin dong istri dan anak dicuekin pada hari libur. > mereka kan juga butuh nafkah batin. kalo toh mang ada meeting yang gak bisa ditinggalkan istri dong yang ngalah, > tapi mo hidup serba cukup (ntar malah dipecat tuch suami), di hari lainkan bisa bu... ===>>nah itulah yg aku maksud untuk menyindir para laki2 pak..?insya Allah kalau hari biasa suami pergi meeting mah..aku yakin wanita baik2 akan mengerti, tapi kalau hari libur juga di pake meeting??ini perlu dilihat faktor utama terlebih dahulu:)apa meeting dengan terpaksa harus dilakukan dihari libur maka insya Allah istri yg baik akan mengertilah..tapi..kebanyakan laki2 muslim saat ini kan..menjadika meeting sebagai salah satu alasan untuk keluar rumah toch?? > > 4. janganlah dengan sengaja menjadikan istri sebagai komediti untuk > mencari uang tambahan karena sebenarnya kalian yg malas untuk bekerja lebih giat > > Ana pikir tak satu pun lelaki mukmin yang sengaja menjadikan istri sebagai komediti u/ mencari uang tambahan. > apalagi malas... Rasulullah Saw yang mulia mengatakan jika mereka ridha maka ambillah. kalo gak ridha ya penghasilannya > kan bisa buat si istri aja... ===>> aku juga setuju pak..kalau laki2 mukmin tidak lakukan hal2 spt itu, karena yg menjadi filter bagi diri laki2 mukmin itu adalah takutnya pada Allah dan RasulNya, lha..laki2 muslim kan belum tentu?? sama Allah aja nda takut, apalagi sama istrinya..:)hehehe hmm..kalau aku jadi istrinya Rasulullah..disuruh puasa sebulan dan buka puasa pake air putih dan roti keras juga..insya Allah ikhlassss..ridhoooo..siapa yg nda mau diajak susyeh sama laki2 yg usaha contoh Rasul?? lha..kebanyakan laki2 saat ini kan..nuntut istri berlaku spt khodijah, fatimah, aisyah, sementara laki2 itu sendiri spt firaun, abu jalah, abu lahab..iiihhh...mending pergi dechhhhhhhh... mohon maaf bila tidak berkenan, yg benar dari Allah yg salah dariku, hanya untuk saling koreksi dirilah..kasihan wanita2 yg selalu dijadikan kambing hitam mulu..:) salam hana > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

