dari milis tetangga...
Seperti kita ketahui, Pemerintah Arab Saudi memutuskan 1 Dzulhijjah 1428 H jatuh pada tanggal 9 malam 10 Desember (Minggu malam Senin) sehingga wuquf dan Iedul Adha jatuh pada tanggal 18 dan 19 Desember. Penetapan tersebut berdasarkan pada kesaksian orang yang mengaku dapat melihat hilal pada tanggal 9 sore (saat sunset). Sementara itu pemerintah Indonesia menetapkan 1 Dzulhijjah pada tanggal 10 malam 11 sehingga Iedul Adha jatuh pada tanggal 20 Desember. Secara astronomis, di Arab Saudi pada tanggal 9 Desember sore (saat sunset), hilal TIDAK MUNGKIN dapat dilihat. Alasannya : 1. Pada tanggal tersebut, bulan lebih dahulu terbenam daripada matahari di ufuk barat. 2. Bulan baru / new moon / ijtimak / conjunction terjadi setelah matahari terbenam, Menurut software Accurate Times : Moonset 17:19:27 LT (Local Time / waktu setempat), Sunset 17:41:47 LT, Conjunction = 9 Desember 20:40:25 LT (= 17:40:25 GMT = 10 Des 00:40:25 WIB). Ditambahkan oleh Accurate Times : "It's Impossible To See The New Crescent Today, Because The Moon Sets Before The Sun, and The Conjunction Occurs After Sunset." ICOP mengomentari keputusan Saudi, "Neglecting all the scientific basics and facts, Saudi had accepted claim of sighting on Sunday 09 December 2007, and announced the beginning of Thul Hijjah to be on Monday 10 December 2007, and hence Eid will be on Wednesday 19 December 2007." http://www.icoproject.org/icop/hej28.html#saudi <http://www.icoproject.org/icop/hej28.html#saudi> Sebenarnya, sudah beberapa kali terjadi di Arab Saudi klaim hilal yang sebenarnya mustahil untuk diamati. Sudah sering para astronom mengingatkan kepada pemerintah Saudi, namun hal seperti itu masih kembali terjadi. Untuk Iedul Adha tahun ini, press release dari ICOP terhadap keputusan Saudi dapat dilihat di ICOP Comment on The Wrong Saudi Announcement (Arabic). http://www.icoproject.org/icop/hej28.html#com <http://www.icoproject.org/icop/hej28.html#com> Menurut pendapat saya pribadi, secara astronomis di Arab Saudi hilal baru dapat diamati pada keesokan harinya tanggal 10 Des sore karena bulan terbenam setelah matahari (Moonset 18:11:07 LT, Sunset 17:42:03 LT) dan Conjunction terjadi sebelum matahari terbenam. Dengan demikian SEHARUSNYA di Arab Saudi Wuquf dan Iedul Adha jatuh pada tanggal 19 dan 20 Desember, sama seperti keputusan pemerintah Indonesia. Namun demikian saya menghormati keputusan pemerintah Arab Saudi. Rinto Anugraha Fisika UGM - KyuDai Fukuoka ------------ ---------------------------------------------- Untuk menentukan kapan conjunction terjadi, Moonset dan Sunset, berikut saya jelaskan, mengacu kepada Astonomical Algorithm by Jean Meeus, seorang astronom dan Matematikawan Belgia yang terkenal. Untuk menentukan kapan 1 Dzulhijjah 1428 H dengan ketelitian cukup tinggi, kita pasang nilai k integer untuk sekitar tanggal tersebut (yaitu k = 98). Lalu cari nilai T, Julian Date, Eccentricity, Sun Mean Anomaly, Moon Mean Anomaly, Moon Argument of Latitude, Longitude of the ascending node of the lunar orbit, Planetary Arguments, Correction for New Moon dan Correction for All Phases. Nanti akan diperoleh Julian Date corrected untuk new moon tersebut. Sebagai gambaran, program yang saya buat berdasarkan buku Meeus tersebut untuk k = 98 menghasilkan : T = 0.079233537 JDE = 2454444.0953584 Eccentricity = 0.9998006 Sun's Mean Anomaly = 334.878355 degree Moon's Mean Anomaly = 211.624025 degree Moon's Argument of Latitude = 286.420058 degree Longitude of the ascending node of the lunar orbit = -28.4734554 degree Correction New Moon = 0.14215474 Correction for All Phases = -0.4040673e- 3 JDE for the True New Moon = 2454444.2371091 New Moon terjadi pada Tanggal 9 Bulan 12 Tahun 2007 Jam 17 Menit 41 Detik 26 TD Jika dikonversi dari TD (Dynamical Time) ke UT (Universal Time) atau GMT, waktu tersebut dikurangi dengan Delta T untuk tahun ini yaitu sekitar = 65 s. Jadi New Moon terjadi pada tanggal 9 Desember 2007 pukul 17:40:21 GMT atau tanggal 10 Desember 2007 pukul 00:40:21 WIB. Untuk Arab Saudi (GMT + 3 jam) 9 Desember pukul 20:40:21 waktu setempat. Alhamdulillah, nilai tersebut sesuai dengan almanak di NASA untuk New Moon di tahun 2007 (9 Dec 2007 17:40) http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/phase/phase2001gmt.html <http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/phase/phase2001gmt.html> http://aa.usno.navy.mil/data/docs/MoonPhase.php#y2007 <http://aa.usno.navy.mil/data/docs/MoonPhase.php#y2007> Output program saya tersebut hanya berbeda 4 detik dengan software Accurate Times (00:40:25 WIB). Sebagai perbandingan hasil hisab Muhammadiyah memberikan 10 Desember 2007 00:42:11 WIB. http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/10/time/081458/idnews/864476/idkanal/10 <http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/10/time/081458/idnews/864476/idkanal/10> Adapun untuk menentukan terbit (rising), transit dan terbenam (setting) suatu benda langit seperti matahari dan bulan, caranya adalah sebagai berikut. Yang harus diketahui : Koordinat tempat (Longitude dan Latitude), tanggal atau hari D, delta T (yaitu 65 s untuk tahun 2007) serta koreksi k0. k0 meliputi efek pembiasan cahaya oleh atmosfer (rata-rata 34 menit busur) dan diameter benda langit (matahari : 16 menit busur). Untuk matahari, k0 adalah -50 menit busur, sedangkan untuk bulan diambil rata-rata +7,5 menit busur. Yang dihitung : apparent siderial time pada jam 0 UT, apparent right ascension dan declination pada tanggal D - 1, D dan D + 1. Untuk menghitung apparent siderial time, didapat dari mean siderial time, nutation dan obliquity. Mean siderial time dapat diketahui dari tanggal. Nutation dihitung dari tanggal, mean elongation of the moon from the sun, mean anomaly of the sun, mean anomaly of the moon, moon argument of latitude, longitude of the ascending node of the moon mean orbit dan koreksi dari sejumlah periodic term. Untuk obliquity, dihitung dari tanggal, mean obliquity dan koreksi dari sejumlah periodic term. Untuk menghitung apparent right ascension dan apparent declination, saya ambil contoh untuk bulan. Dari tanggal, dapat dihitung moon mean longitude, mean elongation of the moon, sun mean anomaly, moon mean anomaly, moon argument of latitude, eccentricity, koreksi sejumlah periodic term. Lalu lambda, beta dan epsilon dapat dicari. Selanjutnya dengan transformasi koordinat dari eccliptical ke equatorial coordinates, apparent right ascension dan apparent declination dapat dihitung. Lalu dihitung approximate times H0 dari data koreksi k0, latitude dan declination pada tanggal D. Dari right ascension pada tanggal D, longitude dan apparent siderial time, dapat dihitung waktu m0 (untuk transit). waktu m1 (untuk rising) dan m2 (untuk setting) dihitung dari m0 dan H0. m0 dikoreksi dari local hour body H. m1 dan m2 perlu dikoreksi dari local hour body H, koreksi k0, declination dan latitude. Baik m0, m1 dan m2 yang sudah terkoreksi, tinggal dikalikan 24 jam akan diperoleh berturut-turut waktu benda langit transit, terbit di ufuk dan terbenam di ufuk. Selanjutnya untuk menentukan posisi benda langit (azimuth dan altitude) di sekitar ufuk pada waktu tertentu (misalnya saat sunset), dari local hour angle H di suatu tempat (Makkah misalnya), longitude dan latitudenya, serta declination benda langit tersebut, kemudian dengan menggunakan transformasi koordinat dari equatorial ke local horizontal coordinate, dapat dihitung azimuth dan altitude (ketinggian) benda langit di ufuk. Sudah tentu, aproksimasi dapat dilakukan untuk memudahkan dan menyederhanakan penghitungan. Semoga bermanfaat. __._ [Non-text portions of this message have been removed]

