Wa'alaikum salam wr wb,
Seandainya pertanyaan ini tidak ada yang menjawab pun
(mungkin yang lain sibuk atau tidak tahu) maka ini
adalah ujian kesabaran. Mungkin Allah menginginkan
kita untuk aktif mencari ilmu dengan mendekati ustadz,
beli buku, atau google di internet.

Sebenarnya dari hadits yang antum sebut antum sudah
tahu jawabannya. Untuk pepet-pepetan di jalan kalau
diladeni bisa ribut tiap hari kita. Jadi sebaiknya
sabar.

Kalau ada orang yang sudah jelas memukul, baru wajib
kita membela diri.

Wassalam
--- faisol muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bismillaahirrohmaanirrohiim,
> 
> Assalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.
> Pertanyaan saya ini sudah lebih dari satu bulan,
> tetapi belum ada jawaban. MOHON SAYA DIBANTU,
> BAGAIMANA SIKAP KITA?
> 
> Untuk berusaha meneladani akhlaqul karimah
> rasulullah
> saw ini, saya selalu berdoa  ya alloh berilah 
> kekuatan iman dan sabar. Setiap pagi
> berangkat dan sore selepas kerja selalu berhadapan
> dengan pengendara lain di jalan raya yang
> "sikut-sikutan" memepet untuk memperoleh jalan
> duluan.
> Ya Alloh sadarkan kami akan kewajiban mengikuti
> "shaf"
> di manapun kami berada. Apakah kita mengalah
> terhadap
> pengendara yang melakukan kesalahan/kemungkaran
> dibenarkan? Saya selalu berusaha mengalah saja.
> 
> Untuk kasus rasulullah dan pengemis yahudi, kalau
> boleh saya ibaratkan pengemis buta tsb adalah
> kartunis
> Denmark yg mengejek Nabi Muhammad saw dg gambar
> kartunnya, apakah dibenarkan kalau kita tetap harus
> berbuat baik dan sopan kepada kartunis, surat
> kabarnya, dan bahkan masyarakat dan negaranya? Dalam
> kasus rasulullah dan pengemis yahudi, rasulullah 
> saw
> sendiri selalu sabar, meskipun dicaci maki
> terus-terusan.
> 
> Dalam kisah lain, ketika abu bakar dicaci seorang
> arab
> badui. Pada cacian ketiga, abu bakar membalas
> mencaci,
> seketika itu rasulullah pergi meninggalkan abu bakar
> pertanda tidak setuju atas kemarahan.
> 
> Mohon pencerahan ustadz/ustadzah, karena tentu
> pemahaman ajaran agama secara menyeluruh dalam
> memaknai sebuah tindakan pasti lebih baik.
> robbii zidnii 'ilmaa warzuqnii fahmaa, amiin.
> 
> 
> salam,
> 
> faisol m
> 
> 
> 
> --- Eko Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
> > Rasulullah SAW dan Pengemis Yahudi
> > Di sudut Pasar Madinah, ada seorang pengemis
> Yahudi
> > buta yang setiap hari selalu berkata kepada setiap
> > orang yang mendekatinya, ”Wahai saudaraku,
> jangan
> > dekati Muhammad. Dia itu orang gila. Dia itu
> > pembohong. Dia itu tukang sihir. Apabila kalian
> > mendekatinya, kalian akan dipengaruhinya.” 
> > Namun, setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya
> > dengan membawakan makanan dan tanpa berucap
> sepatah
> > kata pun. Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang
> > dibawanya kepada pengemis itu. Sedangkan pengemis
> > tersebut tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya
> itu
> > adalah Rasulullah SAW. 
> > Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari
> sampai
> > beliau wafat. Setelah wafatnya Rasulullah SAW,
> > praktis tidak ada lagi orang yang membawakan
> makanan
> > setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta tersebut.
> > Suatu hari, sahabat terdekat Rasulullah SAW, yakni
> > Abu Bakar ra, berkunjung ke rumah anaknya Aisyah
> ra
> > yang tidak lain tidak bukan merupakan istri
> > Rasulullah SAW, dan beliau bertanya kepada anaknya
> > itu, ”Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang
> > belum aku kerjakan?” Aisyah ra menjawab,
> ”Wahai
> > ayah, engkau adalah seorang ahli sunah dan hampir
> > tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah
> > lakukan kecuali satu saja.” 
> > ”Apakah itu?” tanya Abu Bakar ra. ”Setiap
> > pagi, Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar
> > dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis
> > Yahudi buta yang ada di sana,” kata Aisyah ra.
> > Keesokan harinya, Abu Bakar ra pergi ke pasar
> dengan
> > membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis
> itu.
> > Abu Bakar ra mendatangi pengemis tersebut, lalu
> > memberikan makanan itu kepadanya. 
> > Ketika Abu Bakar ra mulai menyuapinya, si pengemis
> > marah sambil menghardik, ”Siapakah kamu ?” Abu
> > Bakar ra menjawab, ”Aku orang yang biasa.”
> > ”Bukan! Engkau bukan orang yang biasa
> > mendatangiku,” bantah si pengemis buta tersebut.
> > ”Apabila dia datang kepadaku, tidak susah tangan
> > ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
> > Orang yang biasa mendatangiku itu selalu
> menyuapiku,
> > tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan
> tersebut
> > setelah itu dia berikan kepadaku,” pengemis
> > tersebut melanjutkan perkataannya. 
> > Abu Bakar ra tidak dapat menahan air matanya. Dia
> > menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
> ”Aku
> > memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku
> > adalah salah seorang di antara sahabatnya. Orang
> > yang mulia itu telah tiada. Dia adalah Muhammad
> > Rasulullah SAW.” Seketika itu juga, pengemis
> > tersebut pun menangis mendengar penjelasan Abu
> Bakar
> > ra dan kemudian berkata, ”Benarkah demikian?
> > Selama ini, aku selalu menghinanya, memfitnahnya,
> > dia tidak pernah memarahiku sedikit pun. Dia
> > mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi.
> Dia
> > begitu mulia.... ” 
> > Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat
> > di hadapan Abu Bakar ra saat itu juga. Dan sejak
> > hari itu, dia menjadi muslim. Nah, wahai
> saudaraku,
> > bisakah kita meneladani kemuliaan akhlak
> Rasulullah
> > SAW? Atau, adakah setidaknya niat untuk meneladani
> > beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq,
> semulia-mulia
> > akhlak. Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau
> > seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha
> > meneladani sedikit demi sedikit. Kita mulai dari
> > yang kita sanggup melakukannya.
> 
> 
> 
>      
>
____________________________________________________________________________________
> Looking for last minute shopping deals?  
> Find them fast with Yahoo! Search. 
>
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
> 


===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke