Assalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.

Menurut saya antara kasus “Pengemis Yahudi” dengan “Kartun Denrmark” tidak 
persis sama.
Dalam kasus pertama objek “pelecehan” adalah Nabi sebagai pribadi sedangkan 
dalam kasus kedua memiliki muatan prinsip ajaran agama yaitu larangan untuk 
membuat/menampilkan wajah  Nabi ( maap dalillnya saya serahkan pada yang 
akhli). 

Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.
________________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of faisol 
muhammad
Sent: Tuesday, March 25, 2008 1:37 PM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Mohon Penjelasan,

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Assalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.
Pertanyaan saya ini sudah lebih dari satu bulan,
tetapi belum ada jawaban. MOHON SAYA DIBANTU,
BAGAIMANA SIKAP KITA?

Untuk berusaha meneladani akhlaqul karimah rasulullah
saw ini, saya selalu berdoa ya alloh berilah 
kekuatan iman dan sabar. Setiap pagi
berangkat dan sore selepas kerja selalu berhadapan
dengan pengendara lain di jalan raya yang
"sikut-sikutan" memepet untuk memperoleh jalan duluan.
Ya Alloh sadarkan kami akan kewajiban mengikuti "shaf"
di manapun kami berada. Apakah kita mengalah terhadap
pengendara yang melakukan kesalahan/kemungkaran
dibenarkan? Saya selalu berusaha mengalah saja.

Untuk kasus rasulullah dan pengemis yahudi, kalau
boleh saya ibaratkan pengemis buta tsb adalah kartunis
Denmark yg mengejek Nabi Muhammad saw dg gambar
kartunnya, apakah dibenarkan kalau kita tetap harus
berbuat baik dan sopan kepada kartunis, surat
kabarnya, dan bahkan masyarakat dan negaranya? Dalam
kasus rasulullah dan pengemis yahudi, rasulullah saw
sendiri selalu sabar, meskipun dicaci maki
terus-terusan.

Dalam kisah lain, ketika abu bakar dicaci seorang arab
badui. Pada cacian ketiga, abu bakar membalas mencaci,
seketika itu rasulullah pergi meninggalkan abu bakar
pertanda tidak setuju atas kemarahan.

Mohon pencerahan ustadz/ustadzah, karena tentu
pemahaman ajaran agama secara menyeluruh dalam
memaknai sebuah tindakan pasti lebih baik.
robbii zidnii 'ilmaa warzuqnii fahmaa, amiin.

salam,

faisol m

--- Eko Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Rasulullah SAW dan Pengemis Yahudi
> Di sudut Pasar Madinah, ada seorang pengemis Yahudi
> buta yang setiap hari selalu berkata kepada setiap
> orang yang mendekatinya, ”Wahai saudaraku, jangan
> dekati Muhammad. Dia itu orang gila. Dia itu
> pembohong. Dia itu tukang sihir. Apabila kalian
> mendekatinya, kalian akan dipengaruhinya.” 
> Namun, setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya
> dengan membawakan makanan dan tanpa berucap sepatah
> kata pun. Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang
> dibawanya kepada pengemis itu. Sedangkan pengemis
> tersebut tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu
> adalah Rasulullah SAW. 
> Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai
> beliau wafat. Setelah wafatnya Rasulullah SAW,
> praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan
> setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta tersebut.
> Suatu hari, sahabat terdekat Rasulullah SAW, yakni
> Abu Bakar ra, berkunjung ke rumah anaknya Aisyah ra
> yang tidak lain tidak bukan merupakan istri
> Rasulullah SAW, dan beliau bertanya kepada anaknya
> itu, ”Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang
> belum aku kerjakan?” Aisyah ra menjawab, ”Wahai
> ayah, engkau adalah seorang ahli sunah dan hampir
> tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah
> lakukan kecuali satu saja.” 
> ”Apakah itu?” tanya Abu Bakar ra. ”Setiap
> pagi, Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar
> dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis
> Yahudi buta yang ada di sana,” kata Aisyah ra.
> Keesokan harinya, Abu Bakar ra pergi ke pasar dengan
> membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.
> Abu Bakar ra mendatangi pengemis tersebut, lalu
> memberikan makanan itu kepadanya. 
> Ketika Abu Bakar ra mulai menyuapinya, si pengemis
> marah sambil menghardik, ”Siapakah kamu ?” Abu
> Bakar ra menjawab, ”Aku orang yang biasa.”
> ”Bukan! Engkau bukan orang yang biasa
> mendatangiku,” bantah si pengemis buta tersebut.
> ”Apabila dia datang kepadaku, tidak susah tangan
> ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
> Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,
> tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut
> setelah itu dia berikan kepadaku,” pengemis
> tersebut melanjutkan perkataannya. 
> Abu Bakar ra tidak dapat menahan air matanya. Dia
> menangis sambil berkata kepada pengemis itu, ”Aku
> memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku
> adalah salah seorang di antara sahabatnya. Orang
> yang mulia itu telah tiada. Dia adalah Muhammad
> Rasulullah SAW.” Seketika itu juga, pengemis
> tersebut pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar
> ra dan kemudian berkata, ”Benarkah demikian?
> Selama ini, aku selalu menghinanya, memfitnahnya,
> dia tidak pernah memarahiku sedikit pun. Dia
> mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Dia
> begitu mulia.... ” 
> Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat
> di hadapan Abu Bakar ra saat itu juga. Dan sejak
> hari itu, dia menjadi muslim. Nah, wahai saudaraku,
> bisakah kita meneladani kemuliaan akhlak Rasulullah
> SAW? Atau, adakah setidaknya niat untuk meneladani
> beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia
> akhlak. Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau
> seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha
> meneladani sedikit demi sedikit. Kita mulai dari
> yang kita sanggup melakukannya.

__________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals? 
Find them fast with Yahoo! Search. 
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
 


CONFIDENTIAL NOTE: The information contained in this email is intended only for 
the use of the individual or entity named above and may contain information 
that is privileged, confidential and exempt from disclosure under applicable 
law. If the reader of this message is not the intended recipient, you are 
hereby notified that any dissemination, distribution or copying of this 
communication is strictly prohibited. If you have received this message in 
error, please immediately notify the sender and delete the mail.
Thank you.

Kirim email ke