Dari Moderator: Inilah akibatnya jika pemerintahan dikuasai kaum Neoliberalis. Mereka ingin rakyat membeli barang dengan harga sama dengan harga Internasional (mis harga minyak sama dengan di New York). Padahal UMR New York Rp 11 juta/bulan sementara di Indonesia cuma kurang dari rp 1 juta/bulan.
Akibatnya di Indonesia banyak yang makan cuma 1 kali sehari dan mati kelaparan/bunuh diri. Coba lihat di: www.infoindonesia.wordpress.com Solusinya saya setuju dgn HTI, syariat Islam harus ditegakkan. Salam Beberapa hari yang lalu sepulang dari kantor aku dikejutkan oleh berita dari keponakanku yang tinggal dirumahku, kata dia : Bapak penjual tempe yang biasa berkeliling naik sepeda menjajakan produk tempe-nya meninggal bunuh diri. Aku shock banget, dia yang selalu tersenyum dan rendah hati datang kerumah tiap hari menawarkan tempe, bunuh diri!. Menurut cerita yang kudengar, beberapa hari setelah kenaikan BBM dia tampak kusut dan linglung, dia ditemukan masyarakat gantung diri di pinggir sungai Progo, Magelang. Beban hidup yang semakin berat sedangkan tempe yang dia buat dengan modal uang kadang-kadang harus tetap mengisi keranjangnya karena hari itu tempe produksinya kurang laku . Ternyata kenaikan BBM sebesar 1500/liter berakibat fatal, rakyat kecil yang sudah tercekik-cekik hidupnya mengakhiri hidup dengan cara tragis. Mungkin dia sudah tidak bisa berfikir dengan sehat. Tangisan anak istri membuat panik, akhirnya dicari cara pintas. Tak terfikir ada pertanggungjawaban setelah mati, ada kehidupan lain yang panjang setelah hidup di dunia diakhiri. Salah siapa ini? Dosa siapa ini? [Non-text portions of this message have been removed]

