KEPINTARAN YG LEBIH TINGGI BUKAN JAMINAN SOLUSI
MENUTUP DASAR AROGANSI
Teringat
dengan ungkapan salah seorang temanku yang menginginkan untuk mencari suami dan
menikah dengan orang yg lebih pintar dari dirinya, dengan alasan tidak ingin
seperti Musdah Mulia atau Aminah Wadud yg menurutnya suami dari kedua wanita
tersebut tidak lebih cerdas dari istrinya hingga tidak bisa mengatasi
pemikiran-pemikiran istrinya yg sudah keluar dari batas kebenaran absolute.
Hmm..langsung terlintas dibenakku, apakah kepintaran yg lebih tinggi dapat
meredam sifat yg memang dasarnya adalah arogansi? Atau kepintaran yg lebih
tinggi mampu meredam segala keingintahuan yg begitu besar dari pasangannya?
Hmm..bagaimana bila argumen yg disampaikan berdasarkan dari kebenaran yg
absolute namun tidak sesuai dengan keinginan hatinya??apakah cukup satu
kepintaran yg lebih tinggi dengan dasar kebenaran absolute untuk meredam
argumentasi lawan bicaranya, jika sudah dipenuhi dengan sifat arogansi dan
perasaan lebih pintar?
Hmm..suatu
saat aku meminta ijin pada suamiku yg kebetulan berada jauh dan berbeda pulau,
untuk menghadiri satu kajian, beliaupun langsung mengijinkan dengan alasan
tidak mau menghalangi sesuatu yg menjadi keinginan dan kegemaranku serta
menghalangi jalan pahala menuntut ilmu. Kemudian aku bertanya lagi, apa
sebenarnya yg membuatnya nyaman? Kepergianku mengikuti kajian ataukah
keberadaanku di rumah dengan segala aktivitas rumah tangga? Kemudian beliau
mengatakan secara jujur, bahwa keberadaanku di rumah itu lebih membuatnya nyaman
ketimbang aku berada di luar rumah meskipun untuk mengikuti sesuatu yg jelas
dan baik. Saat itu aku langsung tersenyum2 sendiri dan teringat dengan komentar
salah satu temanku itu. Ternyata kepintaran yg lebih tinggi itu tidak cukup
untuk meredam sifat dasar yg arogansi jika tidak diimbangi dengan keimanan yg
benar.
Waktu
itu aku berkata pada suamiku sayang..andai aku mau menolak semua perintahmu
dengan dasar argumentasi yg kuat dan mendasar, apalagi untuk sesuatu yg aku dan
kamu tahu kalau itu benar dan baik, maka aku jamin kamu akan kesulitan sekali
untuk membantah dan menolak permintaanku, ya..berhubung aku diminta taat pada
suamiku oleh Allah maka aku akan taati semua keinginanmu selama itu baik.
Hmm..ternyata
kepintaran itu tidak cukup untuk mengimbangi dan membenarkan sesuatu yg memang
seharusnya dibenarkan bila tidak dilandasi dengan keimanan yg benar.
Wallahu
alam bisowab
Serpong,
Selasa 17 Juni 2008
Hana
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS
Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari
Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/