ini aku forward dari milis sebelah --- In [email protected], "alkattani" <alkatta...@...> wrote:
Wa'alaikum salam wr. wb. Menurut saya kita harus membedakan pembicaraan tentang politik di dunia Islam dengan wacana Syi'ah-Sunni dalam konteks Indonesia. Mengapa? Karena fakta yang ada, kita semua sedang mengalami krisis politik di seluruh dunia Islam. Benar saja kita satu akidah dengan beberapa Negara di Timur Tengah seperti Mesir, Arab Saudi, Maroko, Sudan, Libya, dan lainnya. Tapi pada kenyataannya, semua Negara tersebut tidak mencerminkan sebagai kekuatan politik Islam. Mayoritas Negara tersebut diatur oleh system sekuler atau monarki. Tidak ada yang mencerminkan atau diatur oleh sistem politik Islam secara utuh. Jika demikian keadaanya, maka kita hanya melihat prestasi masing-masing Negara tersebut dalam mewujudkan maslahat bagi umat. Tidak lagi melihat dari sisi ideologinya atau agama yang dianutnya. Maka sah-sah saja jika kita lebih kagum dengan Norwegia dibandingkan Mesir atau Sudan misalnya. Walaupun yang pertama mayoritas Kristen sedang yang kedua dan ketiga mayoritas Islam dan Sunni. Demikian juga dalam memandang Iran dan Saudi Arabia saat ini. Kita boleh saja kagum dengan kemandirian dan wibawa Iran di mata Barat dibandingkan Saudi Arabia atau Mesir. Namun kita tidak bisa mengatakan bahwa kondisi tersebut terwujud karena Iran menganut Syi'ah sedang Saudi Arabia dan Mesir menganut Sunni. Dan jika berkaitan dengan tantangan Israel, pada faktanya Negara dan tokoh-tokoh dari belahan dunia Sunni lah yang telah lebih banyak berperan menghadapinya. Mesir dan beberapa Negara Arab lainnya telah berhasil menghancurkan kekuatan Israel secara nyata tahun 1973. Meskipun kemenangan tersebut belum mutlak. Namun telah berhasil mengikat Israel untuk tidak melebarkan sayapnya secara massif. Demikian juga tokoh-tokoh seperti Syekh Yasin dan lainnya, telah menunjukkan sumbangsihnya. Sedangkan dari Iran, sampai saat ini kita tidak pernah mendengar ada rudal Iran yang diluncurkan untuk menghantam Israel. Juga ketika menghadapi Amerika, sampai saat ini kita belum melihat Iran berseteru secara langsung dengan Amerika meskipun orang-orang Syi'ah dibantai Amerika di Irak. Dari Iran kita baru melihat rudal kata-kata yang diluncurkan melalui televisi dalam menghadapi Israel dan Amerika. Dan menurut fakta pula, keberadaan friksi Sunnah-Syi'ah di Irak secara efektif dapat digunakan Amerika untuk melemahkan perlawanan rakyat Irak. Dan saat ini Irak terancam akan terpecah belah dengan adanya friksi tersebut. Maka kita di Indonesia, menurut saya mempunyai kewajiban untuk mencegah kejadian seperti itu terwujud di Indonesia. Bagaimana caranya? Sebelumnya saya sudah sarankan dengan membuat gerakan dakwah dan counter terhadap Syi'ah. Dan saya sama sekali tidak pernah menyebut penggunaan kekerasan atau kekuasaan. Jadi menurut saya itu sah-sah saja, malah kalau tidak dilaksanakan kita bisa berdosa karena meninggalkan kewajiban berdakwah. Dan dengan dakwah serta pembeberan hakikat Syi'ah itulah menurut saya cara yang paling ampuh untuk membendung Syi'ah. Di facebook saya sudah coba mengajak adu fakta dan argument dengan sekretaris IJABI, tapi sampai saat ini dia hanya bisa menggertak saja, belum mampu menghadapi fakta yang saya sodorkan tentang hakikat Syi'ah dan para imam Syi'ah. Lantas, menurut anda, kita harus bagaimana? Wassalam, Abdul Hayyie al Kattani From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of saifuddin amin Sent: 15/Apr/2009 9:18 AM To: [email protected] Subject: RE: Usulan RE: [INSISTS] Re: Tanya: Syiah, Ahmadinejad & kekaguman kita assalamu'alikum wrwb. nada-nadanya, mayoritas milis ini sepakat bila syi'ah diberangus. ttp, masalahnya tidak sesederhana itu. jika seluruh dunia non-syiah (sunni) menggebuki rame-rame syi'ah, adakah kekuatan geopolitik di timur tengah yang mampu menandingi atau menakuti-nakuti teroris israel? sejauh manakah kekuatan muslim indonesia di kawasan terpanas di dunia? lha sekolah di sana saja minta gratis, kok bbisa mempengaruhi...... syiah menyimpang, ya. tapi bukan dengan cara face to face kita berantem dengan mereka. teroris israel dan kawan-kawannya akan ngakak terbahak-bahak di podium pbb. ingat perlawanan kita dengan bangsa liberal sekular belum selesai. justru mereka ini yang lebih berbahaya dari pada setan yang tak nampak. setelah Mc Gill university berhasail menggarap ui ciputat (uin) dan ui yogya (uin suka), kini giliran ui makassar dan iain surabaya mereka garap. syiah di indonesi hanya dompleng wacana mereka. sebab, kalau mereka tiarap, maka syiah juga waspada dan ikut reda. karena itu dakwah dengan santun sebagaimana mereka santun, itu langkah yang ahsan. syukran. [Non-text portions of this message have been removed] --- End forwarded message ---

