Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Angkie" <[email protected]>

Date: Mon, 20 Apr 2009 02:59:35 
To: <[email protected].>
Subject: Fw: [islamcarahidupku] Sifat-sifat Wahabi



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Angkie" <[email protected]>

Date: Mon, 20 Apr 2009 00:16:04 
To: <[email protected].>
Subject: Fw: [islamcarahidupku] Sifat-sifat Wahabi



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Hasan Alattas <[email protected]>

Date: Thu, 16 Apr 2009 14:43:32 
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>; <[email protected]>; Millist Islam 
IslamCaraHidupku<[email protected]>
Subject: [islamcarahidupku] Sifat-sifat Wahabi


Sifat-sifat Wahabi

Diantara sifat-sifatnya yang tercela ialah kebusukannya dan kekejiannya dalam 
melarang orang berziarah ke makam dan membaca sholawat atas Nabi s a w, bahkan 
dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) sampai menyakiti orang yang hanya sekedar 
mendengarkan bacaan sholawat dan yang membacanya dimalam Jum'at serta yang 
mengeraskan bacaannya di atas menara-menara dengan siksaan yang amat pedih.
Pernah suatu ketika salah seorang lelaki buta yang memiliki suara yang bagus 
bertugas sebagai muadzin, dia telah dilarang mengucapkan shalawat di atas 
menara, namun lelaki itu selesai melakukan adzan membaca shalawat, maka 
langsung seketika itu pula dia diperintahkan untuk dibunuh, kemudian dibunuhlah 
dia, setelah itu Muhammad bin Abdul Wahhab berkata : "perempuan-perempuan yang 
berzina drimah pelacuran adalah lebih sedikit dosanya daripada para muadzin 
yang melakukan adzan di menara-menara dengan membaca shalawat atas Nabi.
Kemudian dia memberitahukan kepada sahabat-sahabatnya bahwa apa yang dilakukan 
itu adalah untuk memelihara kemurnian tauhid (kayaknya orang ini maniak atau 
menderita sindrom tertentu - pen). Maka betapa kijinya apa yang diucapkannya 
dan betapa jahatnya apa yang dilakukanya (mirip revolusi komunisme - pen). 
Tidak hanya itu saja, bahkan diapun membakar kitab Dalailul Khairat (kitab ini 
yang dibaca para pejuang Afghanistan sehingga mampu mengusir Uni Sovyet / 
Rusia, namun kemudian Wahabi mengirim Taliban yang akan membakar kitab itu - 
pen) dan juga kitab-kitab lainnya yang memuat bacaan-bacaan shalawat serta 
keutamaan membacanya ikut dibakar, sambil berkata apa yang dilakukan ini 
semata-mata untuk memelihara kemurnian tauhid.
Dia juga melarang para pengikutnya membaca kitab-kitab fiqih, tafsir dan hadits 
serta membakar sebagian besar kitab-kitab tsb, karena dianggap susunan dan 
karangan orang-orang kafir. Kemudian menyarankan kepada para pengikutnya untuk 
menafsirkan Al Qur'an sesuai dengan kadar kemampuannya, sehingga para 
pengikutnya menjadi BIADAB dan masing-masing menafsirkan Al Qur'an sesuai 
dengan kadar kemampuannya, sekalipun tidak secuilpun dari ayat Al Qur'an yang 
dihafalnya.
Lalu ada seseorang adari mereka berkata kepada seseorang : "Bacalah ayat Al 
Qur'an kepadaku, aku akan menafsirkanya untukmu, dan apabila telah dibacakannya 
kepadanya maka dia menafsirkan dengan pendapatnya sendiri. Dia memerintah 
kepada merak untuk mengamalkan dan menetapkan hukum sesuai dengan apa yang 
mereka fahami serta memperioritaskan kehendaknya diatas kitab-kitab ilmu dan 
nash-nash para ulama, dia mengatakan bahwa sebagian besar pendapat para imam 
keempat madzhab itu tidak ada apa-apanya.
Sekali waktu, kadang memang dia menutupinya dengan mengatakan bahwa para imam 
ke empat madzhab Ahlussunnah adalah benar, namun dia juga mencela orang-orang 
yang sesat lagi menyesatkan. Dan dilain waktu dia mengatakan bahwa syari'at itu 
sebenarnya hanyalah satu, namun mengapa mereka (para imam madzhab) menjadikan 4 
madzhab.
Ini adalah kitab Allah dan sunnah Rasul, kami tidak akan beramal, kecuali 
dengan berdasar kepada keduanya dan kami sekali-kali tidak akan mengikuti 
pendapat orang-orang Mesir, Syam dan India. Yang dimaksud adalah pendapat 
tokoh-tokoh ulama Hanabilah dll dari ulama-ulama yang menyusun buku-buku yang 
menyerang fahamnya.
Dengan demikian, maka dia adalah orang yang mebatasi kebenaran, hanya yang ada 
pada sisinya, yang sejalan dengan nash-nash syara' dan ijma' ummat, serta 
membatasi kebathilan di sisinya apa yang tidak sesuai dengan keinginannya, 
sekalipun berada diatas nash yang jelas yang sudah disepakati oleh ummat.
Dan adalah dia adalah orang yang mengurangi keagungan Rasulullah s a w dengan 
banyak sekali atas dasar memelihara kemurnian tauhid. Dia mengatakan bahwa Nabi 
s a w itu tak ubahnya :"THORISY". Thorisy adalah istilah kaum orientalis yang 
berarti seseorang yang diutus dari suatu kaum kepada kaum yang lain. Artinya, 
bahwa Nabi s a w itu adalah pembawa kitab, yakni puncak kerasulan beliau itu 
seperti "Thorisy" yang diperintah seorang amir atau yang lain dalam suatu 
masalah untuk manusia agar disampaikannya kepada mereka, kemudian sesudah itu 
berpaling (atau tak ubahnya seorang tukang pos yang bertugas menyampaikan surat 
kepada orang yang namanya tercantum dalam sampul surat, kemudian sesudah 
menyampaikannya kepada yang bersangkutan, maka pergilah dia. Dengan ini maka 
jelaslah bahwa kaum Wahabi hanya mengambil al Qur'an sebagian dan sebagian dia 
tinggalkan - pen)
Diantara cara dia mengurangi ke agungan Rasulullah s a w ialah pernah 
mengatakan : "AKU MELIHAT KISAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH, MAKA AKU DAPATI 
SEMESTINYA BEGINI DAN BEGINI", dengan maksud menghina dan mendustakan Nabi s a 
w (mirip mereka yang sok tahu waktu Nabi s a w membuat perjanjian itu - pen) 
dan seterusnya masih banyk lagi nada-nada yang serupa yang diucapkanya, 
sehingga para pengikutnyapun melakukan seperti apa yang dilakukannya dan 
berkata seperti apa yang diucapkannya itu.
Dan meraka (para pengikutnya itu) pun memberitahukan apa yang mereka ucapkan 
itu kepadanya namun dia menampakkan kerelaannya, serta boleh jadi mereka juga 
mengucapkan kata-kata itu dihadapan gurunya, namun rupa-rupanya dia juga 
merestuinya, sehingga ada sebagian pengikutnya yang berkata :"SESUNGGUHNYA 
TONGKATKU INI LEBIH BERGUNA DARIPADA MUHAMMAD, KARENA TONGKATKU INI BISA AKU 
PAKAI UNTUK MEMUKUL ULAR, SEDANG MUHAMMAD SETELAH MATI TIDAK ADA SEDIKITPUN 
KEMANFA'ATAN YANG TERSISA DARINYA, KARENA DIA (RASULULLAH S A W) ADALAH SEORANG 
THORISY DAN SEKARANG SUDAH BERLALU".
Sebagian ulama' yang menyusun buku yang menolak faham ini mengatakan bahwa 
ucapan-ucapan seperti itu adalah "KUFUR" menurut ke empat madzhab, bahkan kufur 
menurut pandangan seluruh para ahli Islam.
Dari Kitab DURARUSSANIYAH FIR RADDI ALAL WAHABIYAH karya Syeikhul Islam Allamah 
Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi'i.
Catatan :Jika kekurangajaran Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya kepada 
Nabi s a w sedemikian rupa, maka apakah masuk akalkah orang-orang kayak ini 
setia kepada sahabat dan kaum Salafush-Sholeh ? NOL BESAR, jadi pengakuannya 
sebagai akidah yang mengikuti Salaf-Sholeh / Ahlussunnah Wal Jama'ah adalah 
penipuan untuk mengelabuhi orang-orang awam. Jika Nabi s a w dikatakan "Thorisy 
karena sudah berlalu", mengapa para pengikut Wahabi itu tidak juga mengatakan 
Muhammad bin Abdul Wahhab itu "sudah berlalu", kok masih diangung-agungkan dan 
diikuti dengan setia. Inilah yang dinamakan "PELARANGAN PENGKULTUSAN YANG 
MELAHIRKAN PENGKULTUSAN BARU"


___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke