Muballighah HTI Teken 6 Poin Kesepakatan
 INILAH.COM, Jakarta - Muktamar Muballighah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) 
diakhiri penandatanganan Amanah Lil Muballighah oleh para muballighah 
perwakilan tiap daerah. Ada enam poin kesepakatan di dalamnya.
 “Kesepakatan ini adalah bentuk komitmen peran vital para muballighah 
seluruh Indonesia,” kata juru bicara muslimah HTI Febrianti Abassuni usai 
acara Muktamar Muballighah Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 
(21/4).
 Enam poin inti kesepakatan itu antara lain, pertama, kesadaran 
sesungguhnya saat ini umat Islam seluruh dunia dan Indonesia khususnya 
tengah menghadapi berbagai persoalan baik ekonomi, politik, sosial-budaya. 
Seluruh persoalan tersebut menjadikan umat Islam tidak lagi mampu 
menunjukkan dirinya sebagai umat yang unggul, dan nyata-nyata telah 
menghancurkan keluarga sebagai benteng pertahanan terakhir umat.
 Kedua, memahami bahwa pangkal persoalan ini adalah tidak diterapkannya 
sistem Islam. Bahwa sekularisme terlah terbukti nyata menghancurkan 
keluarga dan bangsa serta generasi penerus. Oleh sebab itu, menerapkan 
syari’ah Islam Kaaffah dalam bingkai negara Khilafah Islam adalah solusi 
mutlak.
 “Ini adalah kewajiban yang agung dan berjuang untuk menegakkannya kembali 
adalah kewajiban setiap muslim. Dengan tegaknya khilafah yang dipimpin 
seorang khalifah, kehidupan umat akan terlindungi dari berbagai serangan 
dan gangguan,” papar Febrianti.
 Ketiga, para muballighah akan berupaya sungguh-sungguh mengoptimalkan 
potensi dan kedudukan yang dimiliki sebagai pembina umat khususnya 
muslimah dalam rangka penegakkan khilafah. Keempat adalah, meneguhkan 
visi-misi pembinaan muballighah yakni “Menjadi perempuan unggul sebagai 
ummum wa robbatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga) yang melahirkan 
generasi cerdas taqwa pejuang syariah dan khilafah serta sebagai mitra 
laki-laki dalam membangun masyarakat Islam.”
 Semenatar misi muballighah adalah: a. Mengokohkan ketahanan dan 
kesakinahan keluarga Muslim, b. Melahirkan generasi berkualitas pejuang, 
c. Membangun muslimah berkarakter kuat dalam rangka amar ma’ruf nahi 
munkar, d. Membina perempuan sebagai mitra laki-laki dalam rumah tangga 
dan perjuangan di masyarakat.
 Kelima, perjuangan penegakan syari’ah dan khilafah adalah mutlak. Keenam, 
para muballighah mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir 
Indonesia termasuk Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia yang senantiasa 
seungguh-sungguh berjuang dalam menegakkan khilafah. [ikl/mut] Vina Nurul 
Iklima
 Sumber: www.inilah.com



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke