Saya pribadi berharap HT dan ormas2 Islam lainnya mengerahkan ribuan anggotanya 
untuk memberi listrik murah buat rakyat seperti membangun Pembangkit Listrik 
tenaga Mikro Hidro yang memakai tenaga aliran sungai/air terjun.

Untuk daerah yang tidak ada sungai mungkin bisa dipakai tenaga angin/ombak.

Ini panduan dan contoh pembangunan Listrik Mikro Hidro yang bisa menerangi 
penduduk satu desa:
http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/09/panduan-pembangunan-pembangkit-listrik.html

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=8505

http://elektrojoss.wordpress.com/2007/07/30/pembangkit-listrik-mikrohidro-45-rumah-5000-watt/

Insya Allah jika ormas Islam/Ulama bisa memberikan solusi, ummat pun akan 
hormat dan tunduk.


--- In [email protected], "Agus Wahyu Sudarmaji" <aguswa...@...> 
wrote:
>
> Kalau memang usulan HTI ini ditolak dan listrik tetap naik, apa yang
> akan HTI lakukan?
> Apakah pernyataan ini hanya berupa himbauan?
> Adakah langkah kongkrit agar TDL ini tidak naik?
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of Shofhi Amhar
> Sent: Tuesday, June 29, 2010 10:52 AM
> To: [email protected]; parapemikir; syiar-islam
> Subject: [syiar-islam] Hizbut Tahrir Indonesia Menolak Kenaikan Tarif
> Dasar Listrik (TDL)
> 
> Hizbut Tahrir Indonesia Menolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL)
> 
> Nomor: 181/PU/E/06/10
> 
> Jakarta, 17 Juni 2010/5 Rajab 1431 H
> 
> PERNYATAAN
> HIZBUT TAHRIR INDONESIA
> 
> Menolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL)
> 
> Melalui persetujuan DPR, mulai 1 Juli 2010 pemerintah akan menaikkan
> Tarif Dasar Listrik (TDL) yang besarnya berkisar antara 6-20%. Hanya
> dua kelompok yang tidak mengalami kenaikan, yakni pelanggan rumah
> tangga kecil dengan daya 450-900 VA karena dianggap tidak mampu serta
> pelanggan dengan daya di atas 6.600 VA karena sudah membayar TDL
> sesuai harga pasar.
> 
> Seperti yang sudah-sudah, alasan yang dikemukakan pemerintah adalah
> untuk mengurangi beban subsidi. Dengan kenaikan TDL ini, diharapkan
> bisa dihemat dana pemerintah sebesar sekitar Rp 5 triliun. Meski tidak
> semua golongan pemakai akan dinaikkan, tapi kenaikan TDL ini pasti
> tetap saja akan makin menyulitkan kehidupan masyarakat luas. Biaya
> hidup pasti akan bertambah karena harga barang dan jasa pasti juga
> akan ikut naik. Kadin menghitung, dengan kenaikan TDL antara rata-rata
> sekitar 10% ini, akan mengakibatkan kenaikan biaya produksi sekitar
> 33%, yang tentu akan menaikkan harga jual barang. Para produsen dengan
> alasan kenaikan bahan baku akan menaikan harga jual produk. Dan
> akhirnya pasti akan menyebabkan multiplier efect yang bermuara pada
> kenaikkan harga dan penurunan daya beli masyarakat dan berujung pada
> penurunan produksi yang berdampak pada pemutusan hubungan
> karyawan/pengangguran.
> 
> Berkenaan dengan hal tersebut, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:
> 
>    1.
> 
>       Menolak rencana kenaikan harga TDL itu karena hal itu tidak
> sesuai dengan prinsip yang benar dalam pengelolaan sumber energi
> nasional serta akan semakin membebani kehidupan masyarakat yang
> kebanyakan telah hidup dalam kesusahan. Sumber energi, termasuk
> listrik, adalah milik umum yang oleh karena itu rakyat berhak untuk
> mendapatkannya secara murah atau cuma-cuma. Rasulullah saw menyatakan:
> "Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput dan
> api."(HR. Abu Daud). Termasuk dalam api disini adalah energi berupa
> listrik.
>    2.
> 
>       Menaikkan TDL bukanlah jalan yang tepat karena sesungguhnya
> masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengurangi apa yang disebut
> besarnya subsidi itu. Yakni, Pertama meningkatkan efisiensi
> pengelolaan PLN dan mengurangi kebocoran serta korupsi. Kedua, dengan
> memanfaatkan seoptimal mungkin pembangkit dual firing yang dimilik
> oleh PLN dengan menambah pasokan gas. Bila cara ini dilakukan,
> penghematan yang bisa dilakukan oleh PLN dibanding dengan menggunakan
> BBM bisa mencapai Rp 50 triliun. Oleh karena itu, produksi gas yang
> ada harus diprioritaskan bagi konsumsi dalam negeri khususnya untuk
> listrik dan pabrik pupuk. Kebijakan porsi kuota gas untuk eskpor lebih
> besar dari pada untuk alokasi dalam negeri, seperti yang terjadi pada
> gas Donggi Senoro dimana 70% ditetapkan untuk ekspor sementara sisanya
> untuk dalam negeri jelas tidak tepat dan bertentangan dengan prinsip
> pengelolaan energi yang benar tadi.
>    3.
> 
>       Alokasi gas Donggi Senoro yang lebih besar untuk ekspor di
> tengah kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat, serta swastanisasi
> pembangkit listrik yang membuat harga listrik terus meningkat adalah
> bukti dari praktek-praktek kotor para pejabat negara yang berkolusi
> dengan para pengusaha. Ini pula fakta dari apa yang disebut Corporate
> State atau Negara Korporasi yang dikendalikan oleh simbiosis antara
> penguasa dan pengusaha. Dalam negara semacam ini, keputusan politik
> dibuat bukan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat melainkan untuk
> kepentingan mereka sendiri dalam rangka meraup dana bagi kepentingan
> politik mereka guna meraih kekuasaan yang lebih besar, lebih tinggi
> dan lebih lama lagi. Dalam negara semacam ini, UU dan
> peraturan-peraturan, seperti UU Migas yang penuh keanehan itu dibuat
> untuk memuluskan kepentingan itu. Dalam UU Migas terdapat ketentuan
> bahwa produksi migas paling sedikit 25% untuk kepentingan dalam
> negeri. Itu artinya, produksi migas bisa hanya 25% yang disalurkan ke
> dalam negeri, selebihnya untuk ekspor. Dan itu pula yang dijadikan
> dasar oleh pemerintah ketika memutuskan alokasi gas Donggi - Senoro,
> yakni 30% dalam negeri dan 70% ekspor.
>    4.
> 
>       Inilah salah satu praktek kotor yang dilakukan oleh para pejabat
> dalam sistem sekuler. Ketika syariah Islam dicampakkan, mereka bekerja
> hanya berdasar prinsip maslahat. Dan ternyata maslahat yang dituju
> bukan untuk masyarakat banyak tapi untuk kepentingan diri dan
> kelompoknya saja. Maka sistem semacam ini harus dihentikan, diganti
> dengan sistem yang betul-betul bekerja untuk kepentingan semua
> manusia. Itulah sistem Islam dengan syariahnya yang pasti akan membawa
> rahmat bagi semua. Insya Allah.
> 
> Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
> 
> Muhammad Ismail Yusanto
> 
> Hp: 0811119796 Email: ismailyusa...@...
> 
> -- 
> +++
> [5:50] apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum)
> siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang
> yakin? (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 50)
> ---
> Wala' untuk Islam
> Shofhi Amhar
> http://sites.google.com/site/ibnushobirin
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> ===
> Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
> [email protected]
> Jangan lupa isi biodata anda.
> 
> http://media-islam.or.id
> 
> Umrah mulai US$ 1.500 dan Haji ONH Plus mulai US$ 6.500
> http://media-islam.or.id/hajiumrah
> TokoIslam.Info: Toko Obat Herbal Thibbun Nabawi. Aman dan Islami
> http://media-islam.or.id/2010/04/22/tokoislam-info-menjual-obat-herbalal
> ami-thibbun-nabawi
> 
> Belajar Islam via SMS:
> http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-
> phone/Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> __________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus
> signature database 5235 (20100628) __________
> 
> The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.
> 
> http://www.eset.com
>  
>  
> 
> __________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus
> signature database 5235 (20100628) __________
> 
> The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.
> 
> http://www.eset.com
>


Kirim email ke