Mejuah-juah permilis kerina Berita angka kematian bayi enda cukup menyedihkan janah pedih nge man banta kerina kalak Karo. Sebagai survival sada etnis tentu enda faktor penting la teraguken. Maka lanai bo tertangguhken usaha praktis si mungkin, terutama tentu arah usaha pemda atau mengikutkan pemda lewat organisasi kai gia si enggo biasa bergerak secara praktis. Merandal kuakap usul Karo karo Sitepu ngusulken HMKI mulai kai gia. Organisasi enda enggo kang kapken melala erjasa man perkembangan Karo terutama ibidang kesehatan atau perawatan kesehatan secara praktis langsung ke lapangan. Perlu kang kuakap menggunakan kemungkinan gerakan simpati/tuntutan anak-anak muda/mahasiswa Karo atau nasional. Penambahan bidan ras pelatihan praktis sada si perlu cepat ngidah info artikel edi + pikiren teman-teman si enggo masuk. Jangka panjang ngusahaken pengiriman sebanyak mungkin belajar bidan ke luar negeri.
Kesehatan bayi la kabo terpisahken ras kesehatan si ibu, janah enda kapken enggo menyangkut kehidupan Karo kerina secara ekonomi, si gundari enggo ka tambah menurun drastis banci ikataken adi ibandingken nai-nai, sangana 'makmur' denga. Kubandingken nai kalak Karo si lahir i Tanah Karo gedang mbelin adi kuidah kalak Karo si lahir i daerah lain jarang 'ukuran ABRI'. Maka enda soal penting, soal crucial man perkembangan Karo MUG --- In [email protected], karo karositepu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > MJJ, > Beruta kamtian bayu di karo yang tinggi memang sangat memperihatinkan. Yang juga memperihatinkan adalah para Balita, yang setelah dilahirkan ternyata tidak memperoleh "hak" untuk tumbuh normal (Prof.Dr.Mutia Hatta pada seminar tgl 19 /4/2008). Semua kita sudah tau bahwa pertumbuhan bayi (terutama sejak dalam kandungan sampai dengan umur 4 sangat penting karna menentukan kemampuan berfikir si anak ,pada saat itulah pembentukan 85 % dari cell otak... ini menurut Dr.Pratiwi Sudarmono, mantan calon astronout Indonesia pada seminarnya sabtu lalu). > Ternyata di Karo banyak juga anak Balita yang pertumbuhannya dibawah normal (sesuai dengan tolok ukur WHO), contoh kongkritnya di Peceren , dekat Berasatgi) dan Lau Bawang (dekat Mogajaya... masih di Kota kabanjahe) , yang pernah saya lihat sendiri (Bagi yang membutuhkan foto-foto ada sama saya tapi maaf bukan untuk di exploitasi..) > Mungkin Para pejabat kita belum "terusik" dengan hal ini tapi yang jelas ada informasi bahwa ternyata " tinggi rata-rata badan usia masuk sekolah di karo, ternyata lebih pendek 3 - 4 cm dari rata- rata nasional" (jangan-jangan suatu saat gak ada lagi orang Karo yang masuk AKABRI....ya) > Apakah generasi Karo mendatang akan relatif semakin pendek....dimasa mendatang ??? > Sekedar Usul.... gimana kalau HMKI dapat merupakan inisiator untuk melakukan study tentang kerawanan gizi Balita Karo (adi lalit danana si ras-rasken)..... e hanya sekedar usul.... adi asa ngasup kami... adi perlu tambahan berupa susu segar untuk meningkatkan gizi... banci i usahaken i Baroeng ta nari (Free of charge...) > Yak uga ninta......aron. > Per"Baroeng" Peceren > > > > Martin Tarigan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > dear all, > > kita prihatin membaca berita tersebut. ditengah kemajuan ekonomi kabupaten Karo, ternyata masih ada bayi yang lahir dengan berat dibawah normal. hal ini terjadi tentunya berkaitan dengan asupan makanan ke ibunya yang tidak mencukupi, baik dari segi jumlah maupun kandungan gizi yang dibutuhkan anak dalam pertumbuhannya. > > saya kira tidak hanya bidan yang perlu dilatih, tapi juga para kaum wanita dan para bapa supaya mereka mengetahui tindakan yang harus dilakukan selama masa kehamilan. ini penting untuk menghasilkan generasi pengganti yang berkualitas. bagaimana kita akan menghadapi era persaingan ini jika kualitas anak kita saja seperti itu. > > pemkab Karo, cq dinas kesehatan perlu terjun ke lapangan untuk memberikan penyuluhan secara maraton supaya permasalahan ini minimal bisa dikurangi di tahun 2008 ini. pertumbuhan otak dimulai dari masa kehamilan, bukan setelah lahir saja. jika sejak dalam kandungan dia survive dengan kondisi kurang gizi, sejak kelahiran juga akan mengalami kondisi yang sama. > > demikian respon saya, terimakasih > > salam > > --- On Mon, 4/21/08, Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [komunitaskaro] Kematin Bayi di Karo Tinggi > To: [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED] > Date: Monday, April 21, 2008, 9:54 AM > > karo (SINDO) - Tingkat kematian bayi baru lahir di Tanah Karo sepanjang 2007 mencapai 170 kasus.Kondisi ini disebabkan minimnya bidan terampil di daerah ini. > > Tingginya tingkat kematian bayi meninggal dunia saat lahir disebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR) yakni sebesar 36%. Selain itu, penyebab kedua terbesar karena gangguan asfiksia (gangguan saluran pernapasan) sebanyak 27,5%. Menurut fasilitator dari Health Service Program (HSP) Jakarta Koesminarti, kondisi ini bisa dicegah bila tersedia bidan terlatih yang tersebar hingga ke desa-desa. > > Dia menambahkan, berdasarkan penelitian âIntervensi Berbasis Buktiâdari Departemen Kesehatan, ditemukan bahwa bidan terlatih dapat mencegah 30% kematian bayi baru lahir karena asfiksia dan 90% kematian karena infeksi. > > "Berdasarkan data dari Tim Perencanaan Melalui Pendekatan Tim (PMPT), dari 392 bidan yang ada di Tanah Karo, baru 32 orang yang sudah mendapatkan pelatihan manajemen asfiksia dan 40 orang yang telah memperoleh pelatihan manajemen BBLR," ungkap Koesminarti saat Lokakarya Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, dan Anak (KIBBLA) di Berastagi, akhir pekan lalu. > > Menurut dia, minimnya jumlah bidan yang sudah terlatih ini karena selama ini dinas kesehatan (dinkes) kabupaten hanya mengandalkan jatah jumlah peserta pelatihan yang diberikan oleh provinsi, yang biasanya berkisar hanya 1â"2 peserta per tahun. Sekadar diketahui, asfiksia adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. > > Kondisi ini terjadi karena gangguan pertukaran gas transport O2 dari ibu ke janin sehingga terdapat ganguan dalam persediaan O2 dan dalam menghilangkan CO2. Rendahnya bidan profesional di Tanah Karo ini juga dikatakan oleh Elfenda Ananda dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra). > > Menurut dia, anggaran untuk Dinkes Pemkab Karo cukup tinggi.Misalnya untuk tahun ini,dari seluruh total APBD Karo, sekitar 10% dialokasikan untuk anggaran kesehatan. âNamun,seperti yang kita ketahui sendiri belum ada yang secara khusus dialokasikan bagi pelatihan untuk meningkatkan keterampilan bidan- bidan. > > Sebab, masih banyaknya jumlah bidan Kabupaten Karo yang belum dilatih agar lebih terampil.sudah saatnya bagi Kabupaten Karo untuk tidak lagi bergantung pada alokasi anggaran dari propinsi,âtandas Elfenda. Berdasarkan data dari Dinkes Pemkab Karo, sepanjang 2007 jumlah kematian bayi saat dilahirkan mencapai 107 kasus. > > Jumlah tersebut, bisa lebih tinggi karena banyak kasus kematian balita yang belum teridentifikasi dengan baik. Selain itu, pencatatan dan pelaporan yang belum terkoordinasi dari unit pelayanan kesehatan swasta. Ketua Komisi B DPRD Karo Joy Harlin Sinuhaji menyebutkan, pihaknya mendukung penuh pelatihan bagi bidan di Tanah Karo untuk meningkatkan program kesehatan ibu dan bayi. > > "Sepanjang kegiatan tersebut untuk kepentingan rakyat, DPRD Karo sangat mendukung. Dan ke depannya, kita akan mendesak Pemkab Karo untuk melakukan pelatihan kepada bidan agar tenaga medis di Tanah Karo semakin tinggi kualitasnya, " tandasnya. > > Politikus asal Partai Patriot Pancasila ini menambahkan, dengan tingginya tingkat kematian bayi saat dilahirkan tersebut, tidak ada salahnya jika ke depannya disediakan alokasi khusus yang dananya disisihkan dari APBD tahun anggaran berikutnya. (makmur sembiring) > > Best Regarts > > www.dausmedia. cjb.net > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. >
