Bas aku nari 1 kaleng susu sustagen. Bujur
--- karo karositepu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > MJJ, > Beruta kamtian bayu di karo yang tinggi memang > sangat memperihatinkan. Yang juga memperihatinkan > adalah para Balita, yang setelah dilahirkan ternyata > tidak memperoleh "hak" untuk tumbuh normal > (Prof.Dr.Mutia Hatta pada seminar tgl 19 /4/2008). > Semua kita sudah tau bahwa pertumbuhan bayi > (terutama sejak dalam kandungan sampai dengan umur 4 > sangat penting karna menentukan kemampuan berfikir > si anak ,pada saat itulah pembentukan 85 % dari > cell otak... ini menurut Dr.Pratiwi Sudarmono, > mantan calon astronout Indonesia pada seminarnya > sabtu lalu). > Ternyata di Karo banyak juga anak Balita yang > pertumbuhannya dibawah normal (sesuai dengan tolok > ukur WHO), contoh kongkritnya di Peceren , dekat > Berasatgi) dan Lau Bawang (dekat Mogajaya... masih > di Kota kabanjahe) , yang pernah saya lihat sendiri > (Bagi yang membutuhkan foto-foto ada sama saya tapi > maaf bukan untuk di exploitasi..) > Mungkin Para pejabat kita belum "terusik" dengan > hal ini tapi yang jelas ada informasi bahwa ternyata > " tinggi rata-rata badan usia masuk sekolah di karo, > ternyata lebih pendek 3 - 4 cm dari rata-rata > nasional" (jangan-jangan suatu saat gak ada lagi > orang Karo yang masuk AKABRI....ya) > Apakah generasi Karo mendatang akan relatif > semakin pendek....dimasa mendatang ??? > Sekedar Usul.... gimana kalau HMKI dapat merupakan > inisiator untuk melakukan study tentang kerawanan > gizi Balita Karo (adi lalit danana si > ras-rasken)..... e hanya sekedar usul.... adi asa > ngasup kami... adi perlu tambahan berupa susu segar > untuk meningkatkan gizi... banci i usahaken i > Baroeng ta nari (Free of charge...) > Yak uga ninta......aron. > Per"Baroeng" Peceren > > > > Martin Tarigan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > dear all, > > kita prihatin membaca berita tersebut. ditengah > kemajuan ekonomi kabupaten Karo, ternyata masih ada > bayi yang lahir dengan berat dibawah normal. hal ini > terjadi tentunya berkaitan dengan asupan makanan ke > ibunya yang tidak mencukupi, baik dari segi jumlah > maupun kandungan gizi yang dibutuhkan anak dalam > pertumbuhannya. > > saya kira tidak hanya bidan yang perlu dilatih, tapi > juga para kaum wanita dan para bapa supaya mereka > mengetahui tindakan yang harus dilakukan selama masa > kehamilan. ini penting untuk menghasilkan generasi > pengganti yang berkualitas. bagaimana kita akan > menghadapi era persaingan ini jika kualitas anak > kita saja seperti itu. > > pemkab Karo, cq dinas kesehatan perlu terjun ke > lapangan untuk memberikan penyuluhan secara maraton > supaya permasalahan ini minimal bisa dikurangi di > tahun 2008 ini. pertumbuhan otak dimulai dari masa > kehamilan, bukan setelah lahir saja. jika sejak > dalam kandungan dia survive dengan kondisi kurang > gizi, sejak kelahiran juga akan mengalami kondisi > yang sama. > > demikian respon saya, terimakasih > > salam > > --- On Mon, 4/21/08, Alexander Firdaust > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [komunitaskaro] Kematin Bayi di Karo Tinggi > To: [EMAIL PROTECTED], > [email protected], > [EMAIL PROTECTED] > Date: Monday, April 21, 2008, 9:54 AM > > karo (SINDO) - Tingkat kematian bayi baru > lahir di Tanah Karo sepanjang 2007 mencapai 170 > kasus.Kondisi ini disebabkan minimnya bidan terampil > di daerah ini. > > Tingginya tingkat kematian bayi meninggal dunia saat > lahir disebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR) > yakni sebesar 36%. Selain itu, penyebab kedua > terbesar karena gangguan asfiksia (gangguan saluran > pernapasan) sebanyak 27,5%. Menurut fasilitator dari > Health Service Program (HSP) Jakarta Koesminarti, > kondisi ini bisa dicegah bila tersedia bidan > terlatih yang tersebar hingga ke desa-desa. > > Dia menambahkan, berdasarkan penelitian > â�Intervensi Berbasis Buktiâ�dari Departemen > Kesehatan, ditemukan bahwa bidan terlatih dapat > mencegah 30% kematian bayi baru lahir karena > asfiksia dan 90% kematian karena infeksi. > > "Berdasarkan data dari Tim Perencanaan Melalui > Pendekatan Tim (PMPT), dari 392 bidan yang ada di > Tanah Karo, baru 32 orang yang sudah mendapatkan > pelatihan manajemen asfiksia dan 40 orang yang telah > memperoleh pelatihan manajemen BBLR," ungkap > Koesminarti saat Lokakarya Kesehatan Ibu, Bayi Baru > Lahir, dan Anak (KIBBLA) di Berastagi, akhir pekan > lalu. > > Menurut dia, minimnya jumlah bidan yang sudah > terlatih ini karena selama ini dinas kesehatan > (dinkes) kabupaten hanya mengandalkan jatah jumlah > peserta pelatihan yang diberikan oleh provinsi, yang > biasanya berkisar hanya 1â2 peserta per tahun. > Sekadar diketahui, asfiksia adalah suatu keadaan > bayi baru lahir yang mengalami kegagalan bernapas > secara spontan dan teratur segera setelah lahir. > > Kondisi ini terjadi karena gangguan pertukaran gas > transport O2 dari ibu ke janin sehingga terdapat > ganguan dalam persediaan O2 dan dalam menghilangkan > CO2. Rendahnya bidan profesional di Tanah Karo ini > juga dikatakan oleh Elfenda Ananda dari Forum > Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra). > > Menurut dia, anggaran untuk Dinkes Pemkab Karo cukup > tinggi.Misalnya untuk tahun ini,dari seluruh total > APBD Karo, sekitar 10% dialokasikan untuk anggaran > kesehatan. â�Namun,seperti yang kita ketahui > sendiri belum ada yang secara khusus dialokasikan > bagi pelatihan untuk meningkatkan keterampilan > bidan- bidan. > > Sebab, masih banyaknya jumlah bidan Kabupaten Karo > yang belum dilatih agar lebih terampil.sudah saatnya > bagi Kabupaten Karo untuk tidak lagi bergantung pada > alokasi anggaran dari propinsi,â�tandas Elfenda. > Berdasarkan data dari Dinkes Pemkab Karo, sepanjang > 2007 jumlah kematian bayi saat dilahirkan mencapai > 107 kasus. > > Jumlah tersebut, bisa lebih tinggi karena banyak > kasus kematian balita yang belum teridentifikasi > dengan baik. Selain itu, pencatatan dan pelaporan > yang belum terkoordinasi dari unit pelayanan > kesehatan swasta. Ketua Komisi B DPRD Karo Joy > Harlin Sinuhaji menyebutkan, pihaknya mendukung > penuh pelatihan bagi bidan di Tanah Karo untuk > meningkatkan program kesehatan ibu dan bayi. > > "Sepanjang kegiatan tersebut untuk kepentingan > rakyat, DPRD Karo sangat mendukung. Dan ke depannya, > kita akan mendesak Pemkab Karo untuk melakukan > pelatihan kepada bidan agar tenaga medis di Tanah > Karo semakin tinggi kualitasnya, " tandasnya. > > Politikus asal Partai Patriot Pancasila ini > menambahkan, dengan tingginya tingkat kematian bayi > saat dilahirkan tersebut, tidak ada salahnya jika ke > depannya disediakan alokasi khusus yang dananya > disisihkan dari APBD tahun anggaran berikutnya. > (makmur sembiring) > > Best Regarts > > www.dausmedia. cjb.net > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all > with Yahoo! Mobile. Try it now. > > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all > with Yahoo! Mobile. Try it now. > > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with > Yahoo! Mobile. Try it now. ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
