Dari pengalaman boleh dikatakan kalau kalak Karo sudah "menjadi 
bulan yang terang bagi segenap suku bangsa di Indonesia,"
Bujur melala,
MUG

--- In [email protected], lesman ginting 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Millis ini adalah  sebuah wacana buat warga karo pada khususnya 
dan warga Indonesia pada umumnya untuk dapat berbagi 
pengetahuan/pengalaman ( jadi sarana positif ), membangun masyarakat 
karo yang lebih intelektual, lebih terpandang, punya wawasan yang 
luas, ras sidebana, saya secara pribadi mengacungkan jempol man 
senina turang, si enggo i sempatkena waktuna, pikirena, bahkan 
materi yang dikeluarkan guna membangun millis ini, dengan adanya 
millis ini kita dapat menambah wawasan berpikir sesama orang karo, 
terlebih di perantauan.
> 
> Sementara saya membaca postingan2 dari dari anggota bisa dikatakan 
cukup banyak dan sebahagian mungkin bermanfaat dan tdk menutup 
kemungkinan ada blok-blok didalamnya, ini hanya menurut 
pendapat/pemikiran saya pribadi, mudah2an tdk bener.
> Membaca postingan2 anggota yang beberapa hari terakhir ini cukup 
banyak yaitu " Orang Karo diantara Orang Batak, Sukuisme, dan satu 
lagi ACC ", untuk yang terakhir ini (ACC) saya pernah postingkan ke 
millis kita ini kalau tidak salah pada hari Kamis tanggal 05 Juli 
2007 yang lalu cuplikan isinya adalah 
> 
> "mari ras2 kita kerina ercakap/erbual ibas millis enda, gelah baci 
kita
> si sampat - sampaten, ulanai lit teridah ACC alias Anceng Cian 
Cekurak,
> sebab si enda lanai zamana, enggo ketadingen, gundari jaman enggo
> canggih, jadi ACC ndai si tadingken si sambari alu kata 3M (MMM) 
alias
> Melias,Metami ras Mehuli.   Enda sada sifat si baci sipupuk ibas
> kulanta tentu baci lanai lit  ACC i tengah kegeluhenta sekalak2( 
labo aku
> nggurui jelma sienterem)"
> 
> dari postingan saya ini saya mengharapkan agara ACC itu bisa 
musnah dalam diri orang karo walapun tidak secara spontanitas tapi 
sedikit demi sedikit dan satu hal yang dapat saya pahami, kalau 
sifat kita orang karo pada umumnya kurang dapat menerima pendapat 
orang lain (sudah dikenal) apalagi belum dikenal, disamping itu  
sudah menjadi anekdot/pepatah di orang karo yaitu " Rido Lalap Ngalo 
Maka Lang " yang pada dasarnya mengandung konotasi yang sama dengan 
ACC, pada hal mungkin saja orang tersebut dapat membantu kita secara 
pribadi, 
> 
> Kalau saya  baca topik2 postingan seperti " Orang karo diantara 
Orang Batak " , " Sukuisme "  dan " ACC " adalah sangat erat 
hubunganya( berkaitan ) ketiga2nya yaitu merupakan 
implementasi/manifestasi yang sebenarnya ada lebih dan 
kurangnya,kalau berbicara lebihnya salah satu contoh 
postingan "Orang karo diantara orang batak", yaitu kita ingin 
menonjolkan diri kita/suku kita, supaya jangan kita dipersamakan 
dengan yang lain,  suku saya memang beda, suku saya mau mandiri 
(dengan kata lain " aku ini orang karo lo, bukan batak")bahasa ini 
sudah mengakar didalam diri orang karo pada umumnya, dan  hal ini 
sangat positif bila penempatanya baik, 
> 
> Kekuranganya yaitu bila penempatan dan porsinya salah, maka orang 
mengangap kita egois, demikian juga ACC dan Sukuisme, jadi marilah 
kita jadikan anekdot/pemeo karo menjadi satu wacana pemicu dalam 
diri kita agar kita bisa berubah paling tidak generasi muda yang 
akan datang, walaupun untuk sekarang ini mungkin sudah mulai 
terkikis hal2 seperti pemeo/anekdot diatas, selaras dengan kemajuan 
zaman dan perkembangan pola pikir anak2 muda dimasa sekarang ini dan 
yang akan datang.
> 
> Disamping itu ACC dapat diimplementasikan/diartikan sebagai " RIDO 
LALAP, NGALO MAKA LANG", sifat inipun sangat tertanam kuat dalam 
kesukuan karo, ini juga salah satu manifestasi yang sangat kurang 
baik dan terkadang tidak pada tempatnya yang harus dikikis habis 
mulai dari sekarang, terutama dalam diri kita pribadi lepas pribadi, 
jika memang mau dan ingin berubah,  agar akunya  orang karo dapat 
diketengahkan, dapat dibanggakan, selagi " RIDO LALAP, NGALO MAKA 
LANG" masih tertancap dalam sukuisme karo maka sulit kita bisa 
berubah dan berkembang.
> 
> Salah satu contoh yang nyata dalam kehidupan orang karo pada 
umumnya yaitu : Ada orang karo menduduki satu jabatan baik sifatnya 
politis ataupun non politis, coba kita lihat ada ngga orang yang 
berbau karo disampingnya atau dibawahnya(kata kasarnya jadi 
suruhanya) kalaupun ada hanyalah 1:10, ini kita pandang dari kedua 
sisi yaitu dari si pemegang kekuasaan ataupun bawahanya, si atasan 
mungkin berbicara gara2 kesalahan dia pula aku nanti copot dari 
jabatanku, (padahal belum tentu kita tdk membantunya agar jabatanya 
dapat langgeng buakn...!!!) mendingan aku berjuang sendiri, pasti 
pernah kita dengar omongan seperti itu , sebaliknya dari segi yang 
bawahan ah..., masak aku diperlakukan persis kayak budak/pesuruh, 
ngga bekerja sama diapun bisanya aku hidup,(ini bukan mencap kita 
orang karo tdk baik, tapi mungkin ada ucapan demikian kita dengar),  
ini adalah karena tidak saling memahami dalam arti egonya yang 
diketengahkan, maka jarang kita temukan orang karo
>  bisa saling berdampingan bahu membahu dalam satu wadah/jabatan ( 
ini hanya pandangan saya, kalau percaya syukur ngga pun tidk apa-
apa, dan para pembaca jangan tersinggung).
> 
> Kalau dibandingkan dengan orang Batak jauh kita ketinggalan dalam 
sukuisme maupun dalam tolong menolong, hal ini dapat kita lihat dan 
buktikan dengan mata kepala kita sendiri,  sebenarnya janganlah kita 
merasa malu untuk berguru terhadap suku manapun juga selagi itu 
dapat membangun keberadaan kita secara pribadi maupun golongan, ini 
bukan saya pesimistis tapi wacana untuk kita semua agar dapat 
merubah yang kurang baik menjadi yang lebih baik, dan yang belum 
sempurna menjadi sempurna,  jangan membanding-bandingkan 
golongan/suku yg satu dengan yang lain, tapi mari kita pelajari apa 
yang dapat kita pelajari dari tabiat/kebiasaan orang lain jadikan 
alat pemicu buat diri kita maupun golongan/suku kita, mudah-mudahan 
ada perubahan dan kemajuan yang berarti.
> 
> Mohon maaf kalau ada kata yang tidak berkenan ataupun salah dan 
tidak pada tempatnya, semoga dihari depan suku Karo dapat menjadi 
Bintang yang bersinar ditengah2 sukunya, dan menjadi bulan yang 
terang bagi segenap suku bangsa di Indonesia, sekian dan terima 
kasih.
> 
> Hormat saya
> L.GintingM
> Banten Prov.


Kirim email ke