Assalamu'alikum Wr Wb

Secara umum saya sependapat dengan mBak Yani bahwa peranan seorang guru (mursyid) 
memang penting - dan tidak menutup kemungkinan untuk menggali Hidayah dari mana saja. 

Disamping itu ada beberapa statement yang perlu saya komentari :
MBak Yani wrote :
Apa yang kita baca, dengan, lihat dengan indera lahiriah hanya masuk ke dalam akal, 
tidak menembus ke dalam ruhani. 

Menurut saya : Justru akal adalah interface (antarmuka) ruhani sebagaimana : Agama 
tidaklah diturunkan kecuali untuk orang-orang yang berakal.
Disamping itu media lain yang anda simak (termasuk milis ini) dapat juga untuk 
transfer spiritual. Bahkan mungkin telepati (untuk yang cukup berbakat).

MBak Yani wrote :
Kalau ada orang yang menempuh thariqah sendiri tanpa Guru, misalnya dia dibimbing oleh 
Allah melalui Nabi Khaidir atau yang lain. Ini adalah memang orang "terpilih" oleh 
Allah, bukan untuk orang yang "memilih" dalam menjalani "thariqah".  Jadi secara umum, 
hanya Mursyid yang dapat memberikan "petunjuk" di dalam jalan kerohanian.

Apakah dalam statement ini mBak Yani ingin membatasi cara bagaimana hidayah Alloh itu 
sampai, itu khan melangkahi Alloh ???
Saya kira penafsiran mBak yani ttg QS Al Kahfi 17 tentang Wali yang menyampaikan 
petunjuk terlalu dibatasi.

Wassalam Ww


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke