Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum wr.wb.

Saya tidak akan ikut nimbrung membahas mana yang termasuk agama dan mana 
yang bukan.

Faktanya : 
agama yang dianut manusia berkembang sesuai dengan perkembangan fikiran, 
kedewasaan umat dan lingkungannya hingga mencapai kesempurnaan. Mungkin 
saja agama itu pada masa prasejarah benar dan pada masa kemudian 
berganti dengan agama baru. Perkembangan ini tidak berarti bahwa Tuhan 
berubah namun umat manusia lah yang mengalami evolusi dalam fisik dan 
ruhaninya. Perubahan ini adalah salah satu yang membedakan antara 
makhluk dengan khalik.

Nyatanya dalam Alquran dikatakan bahwa tidak ada satu kaumpun yang Allah 
taala tidak menurunkan Pemberi ingat/nazir (utusan).

Agama Hindu, Budha, Nasrani, Yahudi, Zoroaster, Konghucu, ajaran 
Socrates, bisa dianggap berasal dari Tuhan mengingat pembawa ajaran yang 
berakhlak terpuji dan umatnya yang telah menyebar ke seluruh dunia 
sampai saat ini.

Sebutan agama/Din dalam alquran selalu disebutkan bahwa Dinullah dan 
Dinul Islam yang benar, berarti pada pokoknya semua ajaran sebelum Islam  
yang memang diperintahkan oleh Allah kepada utusannya dari Adam sampai 
Qiyamat adalah Islam (penyerahan diri sepenuhnya). Ajaran Hindu, Budha, 
Nasrani, Zoroaster, dll adalah Islam atau Dinullah.

Lalu mengapa kini terjadi pertentangan faham hingga menimbulkan 
perselisihan antar agama ?

Itulah yang harus dijawab, dengan bijaksana. Bukan memilah ini bukan 
agama itu yang agama berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Atau paling 
tidak menentukan kriteria untuk agama yang benar, dalam arti yang 
berlaku saat ini untuk umat manusia.

Benarkah Islam yang berlaku zaman ini?, bagaimana membuktikannya?, apa 
yang menjadi pengesahannya?, Haruskah ditentukan secara universal 
kriteria agama yang benar yang disepakati oleh umum?, dan masing-masing 
pihak membuktikan bahwa agamanya memenuhi kriteria tersebut?.

Dan yang tidak boleh dilupakan adalah siapakah sebenarnya yang memiliki 
agama?, yang membuat agama? yang menjadikan agama? dan tentu saja yang 
memeliharanya?. Apakah semua penganut agama saat ini atau paling tidak 
wakil dari umat itu dapat membuktikan bahwa agama mereka mendapat 
pemeliharaan Sang Pemilik dan mereka telah mendapatkan Pengesahan Sang 
Pemilik?. Hal itu perlu karena membicarakan agama tanpa melibatkan Sang 
Pemilik akan menjadi sia-sia. Apa yang menjadi bukti bahwa ibadah umat 
agama itu yang diridhoi?, karena semua umat melakukan ibadah yang kepada 
Sang Pemilik, hanya dengan cara yang berbeda.


Itulah beberapa permasalahan yang harus dijelaskan menurut pendapat 
saya. Dan mudah-mudahan Forum ini menjadi sarana yang baik agar manusia 
mencapai derajat LIQA yang dikenal luas dalam tasawuf.


Mohon maaf jika terdapat kesalahan


Wassalam Badrul jamali































Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke