Assalaamu'alaikum w.w.



Satria Iman Pribadi wrote:
 
> Maka menurut usul saya, bagaimana kalau definisi agama tersebut kita luaskan lagi 
>menjadi Din, dimana baik ada berhubungan dengan Tuhan dan lingkungan metafisik atau 
>tidak, sudah termasuk Din.

Mula-mula memang begitu. Namun ketika kita sudah benar-benar beriman
kepada Allah dan mengakui sifat-sifat-Nya serta mengetahui berbagai
manifestasiNya, masih beranikah kita mengatakan bahwa ada sesuatu
masalah --seberapa pun kecilnya-- yang tidak berkaitan dengan Tuhan
atau tidak berkaitan dengan alam metafisik?


Jaret Imani wrote: 

> Setuju..!! Referensi hal ini dapat kita temui di Al Qur'an Al Karim. Maaf....maksud 
>saya adalah daripada ber-spekulasi lebih baik membuka Al Qur'an. Mudah-mudahan 
>menjadi amal ibadah.

Kita membuat definisi ini bukan hendak menyaingi Al Qur'an dan
kitab-kitab sebelumnya, tetapi justru untuk menarik kesimpulan setelah
berkali-kali membacanya berdasarkan tingkat pemahaman kita yang
senantiasa berkembang: apa sebenarnya yang diingikan Allah dengan
menurunkan kitab-kitab itu. Kitab-kitab yang semua berasal dari Allah
tetapi dalam kalimat yang berlainan itu perlu kita renungkan
bersama-sama. Apakah dengan menurunkan kitab-kitab yang berbeda-beda
itu Allah bermaksud memecah-belah dan mengadu-domba manusia, ataukah
ada maksud lain? Seandainya alternatif kedua ini benar, mungkinkah
maksud itu semuanya terkandung di dalam definisi agama yang saya
ajukan? 

Kalau Islam itu merupakan satu-satunya agama yang diridhai Allah,
sedangkan beberapa agama selain yang diajarkan Muhammad pun disebut
pula Islam [sehingga Islam bukan monopoli umat Muhammad], apa Islam
itu sesungguhnya?

Wassalaamu'alaikum w.w.
RS

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke