Assalamu'alaikum wr.wb.
Bicara tentang "ikhlas" adalah bagian yang sangat urgent bagi para salik
dalam mengarungi kehidupan beribadahnya.

Saya jadi berfikir apakah maqam Ikhlasnya Rabiah al-Adawiyah itu yang paling
tinggi disisi Allah atau malah yang lain. Karena pernyataannya beribadah
bukan mengharap surga dan bukan karena takut neraka adalah sesuatu yang
sangat mustahil untuk dicapai oleh sebagian besar ummat.

Apakah bagi orang yang beribadah yang Khauf (takut) pada Neraka dan mereka
yang Raja'(harap) akan Surga dan kenikmatan lain pasca mati, apakah ini
peringkatnya lebih rendah dibanding ikhlasnya Rabiah Al-Adawiyah ???

Saya pernah dengar bagaimana saudara kita dari Majlis Tabligh setiap
kesempatan halaqah menyempatkan membaca Fadilah Amal. Misalkan saja
bagaimana orang yang sembahyang berjamaah nilainya 27 kali ketimbang
sembahyang sendiri.
Bagaimana orang yang berdosa tapi dia ikut dalam majelis zikir Allah juga
telah mengampuni dia...dsb.. dsb.

Nah bagi orang-orang yang mengarap fadilah amal seperti saya contohkan
diatas.....lantas apakah mereka dipandang masih peringkat awam dalam
keikhlasan ?? mungkin ikhwan yang lain dapat sharing tentang ini...

Sementara fadilah-fadilah itu disampaikan langsung oleh Rasulullah dan itu
dijamin tidak mengada-ada.

Saya hanya hawatir bila orang beribadah tidak mengharap sesuatu kebaikan
disisi Allah dia tidak ada motifasi.. bagaimana sobat ??

wassalam,
++++++++++++++++++
H. Ahmad Fadlah
Banda Aceh
++++++++++++++++++


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke