Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Mungkin tingkatan Ikhlas dicapai sebanding dengan tingkat kecintaan dan
keyakinan seseorang pada Alloh (yang tentu saja dicapai secara berat dan
bertahap melalui perjalanan ruhani)
ketika mereka sudah dapat merasakan (malah mungkin melihat dengan mata
hatinya) bahwa
betapa sungguh sangat besar nikmat, karunia, kasih sayang dan cinta
Alloh pada dirinya dan semesta alam
rasa dirinya akan mengatakan jangankan semua pahala ibadahnya untuk
membayar tiket masuk surga, untuk membalas nikmat sepasang mata saja
rasanya belum cukup
Tak ada pahala yang setara untuk membayar nikmatNya,
sehingga ibadah mereka hanyalah Ikhlas untuk semua CintaNya.
Ketika sudah merasakan nikmat CintaNya,
bagai orang kasmaran, mereka mencanduNya
jangankan melihat, hanya mendengar namaNya bergetar hati mereka
semuanya terasa indah asal dariNya
'tanah liat rasa coklat' begitu kata pepatah
neraka mungkin tak mengapa kalau itu memang dapat merasakan CintaNya
surga juga bukanlah tujuan utama, karena itu cuma sebagian dari wujud
CintaNya
Wallahu 'alam
> -----Original Message-----
> From: Ahmad Fadlah [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.
> Bicara tentang "ikhlas" adalah bagian yang sangat urgent bagi para
> salik
> dalam mengarungi kehidupan beribadahnya.
>
> Saya jadi berfikir apakah maqam Ikhlasnya Rabiah al-Adawiyah itu yang
> paling
> tinggi disisi Allah atau malah yang lain. Karena pernyataannya
> beribadah
> bukan mengharap surga dan bukan karena takut neraka adalah sesuatu
> yang
> sangat mustahil untuk dicapai oleh sebagian besar ummat.
>
> Apakah bagi orang yang beribadah yang Khauf (takut) pada Neraka dan
> mereka
> yang Raja'(harap) akan Surga dan kenikmatan lain pasca mati, apakah
> ini
> peringkatnya lebih rendah dibanding ikhlasnya Rabiah Al-Adawiyah ???
>
> Saya pernah dengar bagaimana saudara kita dari Majlis Tabligh setiap
> kesempatan halaqah menyempatkan membaca Fadilah Amal. Misalkan saja
> bagaimana orang yang sembahyang berjamaah nilainya 27 kali ketimbang
> sembahyang sendiri.
> Bagaimana orang yang berdosa tapi dia ikut dalam majelis zikir Allah
> juga
> telah mengampuni dia...dsb.. dsb.
>
> Nah bagi orang-orang yang mengarap fadilah amal seperti saya contohkan
> diatas.....lantas apakah mereka dipandang masih peringkat awam dalam
> keikhlasan ?? mungkin ikhwan yang lain dapat sharing tentang ini...
>
> Sementara fadilah-fadilah itu disampaikan langsung oleh Rasulullah dan
> itu
> dijamin tidak mengada-ada.
>
> Saya hanya hawatir bila orang beribadah tidak mengharap sesuatu
> kebaikan
> disisi Allah dia tidak ada motifasi.. bagaimana sobat ??
>
> wassalam,
> ++++++++++++++++++
> H. Ahmad Fadlah
> Banda Aceh
> ++++++++++++++++++
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)