Kokoh Kabul wrote:
>
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Artinya, keikhlasan yang benar-benar tulus semata-mata karena Allah
tersebut akan dicapai setelah kita mendapat hidayah-NYA ?? dan hal itu
dilakukan karena rasa cinta kepada-NYA ?? melalui perjalanan ruhani
(seseorang) dalam proses mencari ridho-NYA ?? sehingga timbul kesadaran
betapa besar ni'mat yang tak sanggup kita membalasnya melainkan hanya
dengan keikhlasan kita dalam beribadah kepada-NYA ?? dan mungkinkah
kadar keikhlasan yang berbeda satu sama lain itu tergantung tebal dan
tipisnya iman seseorang ?? dapatkah dikatakan bahwa tingkat keikhlasan
seseorang itu belum sempurna manakala yang bersangkutan belum pernah
mengalami perjalanan ruhani (walaupun sangat ingin & telah berusaha),
lalu kiat-kiat/ amalan-amalan apa yang harus dijalaninya agar seseorang
dapat mencapai tingkat keikhlasan yang tinggi ?? kiranya rekan-rekan
senior dapat membantu memberikan analisis yang sederhana dan gamblang,
terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Bambang Edy W.
> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>
> Mungkin tingkatan Ikhlas dicapai sebanding dengan tingkat kecintaan dan
> keyakinan seseorang pada Alloh (yang tentu saja dicapai secara berat dan
> bertahap melalui perjalanan ruhani)
> ketika mereka sudah dapat merasakan (malah mungkin melihat dengan mata
> hatinya) bahwa
> betapa sungguh sangat besar nikmat, karunia, kasih sayang dan cinta
> Alloh pada dirinya dan semesta alam
> rasa dirinya akan mengatakan jangankan semua pahala ibadahnya untuk
> membayar tiket masuk surga, untuk membalas nikmat sepasang mata saja
> rasanya belum cukup
> Tak ada pahala yang setara untuk membayar nikmatNya,
> sehingga ibadah mereka hanyalah Ikhlas untuk semua CintaNya.
>
> Ketika sudah merasakan nikmat CintaNya,
> bagai orang kasmaran, mereka mencanduNya
> jangankan melihat, hanya mendengar namaNya bergetar hati mereka
> semuanya terasa indah asal dariNya
> 'tanah liat rasa coklat' begitu kata pepatah
> neraka mungkin tak mengapa kalau itu memang dapat merasakan CintaNya
> surga juga bukanlah tujuan utama, karena itu cuma sebagian dari wujud
> CintaNya
>
> Wallahu 'alam
>
> > -----Original Message-----
> > From: Ahmad Fadlah [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >
> > Assalamu'alaikum wr.wb.
> > Bicara tentang "ikhlas" adalah bagian yang sangat urgent bagi para
> > salik
> > dalam mengarungi kehidupan beribadahnya.
> >
> > Saya jadi berfikir apakah maqam Ikhlasnya Rabiah al-Adawiyah itu yang
> > paling
> > tinggi disisi Allah atau malah yang lain. Karena pernyataannya
> > beribadah
> > bukan mengharap surga dan bukan karena takut neraka adalah sesuatu
> > yang
> > sangat mustahil untuk dicapai oleh sebagian besar ummat.
> >
> > Apakah bagi orang yang beribadah yang Khauf (takut) pada Neraka dan
> > mereka
> > yang Raja'(harap) akan Surga dan kenikmatan lain pasca mati, apakah
> > ini
> > peringkatnya lebih rendah dibanding ikhlasnya Rabiah Al-Adawiyah ???
> >
> > Saya pernah dengar bagaimana saudara kita dari Majlis Tabligh setiap
> > kesempatan halaqah menyempatkan membaca Fadilah Amal. Misalkan saja
> > bagaimana orang yang sembahyang berjamaah nilainya 27 kali ketimbang
> > sembahyang sendiri.
> > Bagaimana orang yang berdosa tapi dia ikut dalam majelis zikir Allah
> > juga
> > telah mengampuni dia...dsb.. dsb.
> >
> > Nah bagi orang-orang yang mengarap fadilah amal seperti saya contohkan
> > diatas.....lantas apakah mereka dipandang masih peringkat awam dalam
> > keikhlasan ?? mungkin ikhwan yang lain dapat sharing tentang ini...
> >
> > Sementara fadilah-fadilah itu disampaikan langsung oleh Rasulullah dan
> > itu
> > dijamin tidak mengada-ada.
> >
> > Saya hanya hawatir bila orang beribadah tidak mengharap sesuatu
> > kebaikan
> > disisi Allah dia tidak ada motifasi.. bagaimana sobat ??
> >
> > wassalam,
> > ++++++++++++++++++
> > H. Ahmad Fadlah
> > Banda Aceh
> > ++++++++++++++++++
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> > [EMAIL PROTECTED]
> > Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> > Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> >
> >
> >
> >
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)