Budi Utomo wrote:
> >From: Adidjoko <[EMAIL PROTECTED]>
> >dia menjawab justru syech siti jenar telah melaksanakan ajaran tasawuf
> >pada tingkat puncaknya, namun muridnya salah mengerti akan arti
> >manunggaling gusti, gusti allah iku aku, aku iku gusti allah.
> >
>
> Adakah itu berhubungan dengan 'kosong tapi isi', ya?
Syekh Sitijenar keliru karena mengajarkan ilmu hakikat kepada orang
yang belum cukup matang untuk mengetahuinya. Ia tidak terlebih dulu
murid-muridnya dengan baik agar tidak salah tingkah setelah menerima
ajaran itu.
Kasus Syekh Sitijenar hendaknya menjadi pelajaran bagi kita untuk
tidak sembarangan membuka 'rahasia' kepada orang yang belum mampu
menerimanya. Karena itulah maka dulu pelajaran tasawuf dilakukan di
balik pintu tertutup. Meskipun kini ada kesan terbuka, yang dibuka
hanyalah hal-hal yang bersifat umum, seperti upaya pembersihan jiwa.
Materi yang disebut rekan Adidjoko di atas tergolong berisiko tinggi
untuk dibicarakan di alun-alun.
Wassalam,
RS
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)